Harga Bitcoin Hari Ini 17 Mei 2025: Akhirnya Masuk Zona Merah

Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang atau kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Diterbitkan 17 Mei 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan Sabtu (17/5/2025) pagi, berada di kisaran USD 102.707 atau setara Rp 1,69 miliar (asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS), mengalami penurunan 1,22 persen dalam 24 jam dan 0,22 persen dalam 7 hati.

Melansir data Coinmarketcap, dalam 24 jam terakhir, harga tertinggi Bitcoin yang dicapai adalah 1,72 miliar, sementara harga terendahnya mencapai Rp 1,69 miliar.

Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa di angka Rp 1,79 miliar yang dicetak pada 20 Januari 2025.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar USD 2,06 triliun atau setara Rp 33.654 triliun, Kripto Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia. Dominasi Bitcoin di pasar kripto juga meningkat menjadi 62,34%, naik 0,78% dari hari sebelumnya.

Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang atau kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Berbasis teknologi blockchain, Bitcoin memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perantara seperti bank atau lembaga keuangan.

Setiap transaksi dicatat dalam buku besar publik yang terdesentralisasi, menjadikannya transparan dan sulit untuk dimanipulasi. Jumlah Bitcoin juga dibatasi hanya 21 juta unit, menciptakan kelangkaan yang mirip dengan emas.

Sebagai aset kripto paling populer, Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” dan digunakan baik sebagai alat investasi maupun lindung nilai terhadap inflasi. 

Siap-siap, Harga Bitcoin Bakal Tembus Rekor Tertinggi Baru Tahun Ini

Sebelumnya, harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan mencapai level tertinggi baru di tahun ini. Hal ini diungkap oleh platform pasar prediksi terdesentralisasi terbesar di dunia Polymarket.

Menurut platform tersebut, para pelaku pasar percaya bahwa ada peluang nyata bahwa Bitcoin (BTC) akan diperdagangkan pada harga lebih dari USD 130.000 atau kurang lebih Rp 2,15 miliar (estimasi kurs Rp 16.565 per USD), sebelum tahun ini berakhir.

Dikutip dari u.today, Kamis (15/5/2025), platform tersebut menunjukkan bahwa ada peluang 63% bahwa aset kripto terbesar ini akan mencapai harga lebih dari Rp 2 miliar ini.

Saat ini, sebagian besar momentum harga BTC disebabkan oleh meningkatnya minat institusional melalui ETF Bitcoin spot.

Ramalan tersebut juga menunjukkan bahwa ada kemungkinan 18% bagi Bitcoin untuk mencapai USD 200.000 dan peluang 11% untuk mencapai USD 250.000.

Hasil yang paling mungkin untuk mata uang kripto tersebut, menurut pelaku pasar, adalah harga antara USD 110.000 dan USD 130.000.

Halving dan Adopsi

Harga Bitcoin di masa mendatang biasanya menjadi perbincangan hangat di antara para pelaku pasar kripto. Beberapa orang percaya bahwa perubahan dalam regulasi kripto dan volatilitas pasar akan mencegah harga koin naik sesuai harapan.

Namun, ada yang lain yang yakin bahwa kelangkaan akibat peristiwa halving dan adopsi yang lebih besar akan menyebabkan kenaikan harga.

Meskipun pasar prediksi seperti Polymarket tidak menjamin harga masa depan untuk aset apa pun, pasar tersebut merupakan cerminan dari harapan pasar yang sebenarnya.

Namun, kritikus Bitcoin populer Peter Schiff percaya harga koin tidak akan segera meroket.