Sukses

Setelah Luna Classic Anjlok, Berapa Harga Saat Ini?

Liputan6.com, Jakarta - LUNA adalah kripto asli jaringan Terra yang digunakan untuk menstabilkan harga stablecoin protokol. Pemegang LUNA juga dapat mengajukan dan memberikan suara pada proposal tata kelola, memberikannya fungsionalitas token tata kelola. 

Beberapa pekan lalu, harga LUNA hancur mengikuti harga stablecoin algoritmik milik Terra yaitu Terra USD (UST). Pasca kehancuran tersebut CEO Terraform Labs, Do Kwon, perusahaan di balik proyek LUNA dan UST memilih untuk membuat jaringan blockchain baru untuk mengatasi masalah kehancuran tersebut. 

Jaringan blockchain baru yang telah diluncurkan ini diberi nama Terra 2.0 yang memiliki token kripto baru dengan nama LUNA. Sedangkan token LUNA pada jaringan lama diubah namanya menjadi Terra Classic (LUNC) atau sering disebut LUNA Classic. Sedangkan untuk stablecoin-nya dinamai Terra Classic USD (UST). 

Pada jaringan baru ini, Terra tidak mengikutsertakan stablecoin lamanya, jadi token LUNA berdiri sendiri pada jaringan tersebut. Pasca kehancuran, lantas berapa harga token LUNA Classic saat ini?

Harga LUNC

Berdasarkan data Coinmarketcap, Selasa (7/6/2022), harga LUNC adalah Rp 1,06 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar Rp 1,9 triliun.

LUNC melemah 9,40 persen dalam 24 jam terakhir dan 44,42 persen sepekan. Sedangkan untuk peringkat Coinmarketcap saat ini adalah 215 dengan kapitalisasi pasar Rp 6,9 triliun. Hingga saat ini telah terjadi peredaran suplai sekitar 6,5 triliun LUNC dari maksimal suplai tidak tersedia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Harga Kripto Selasa Pagi 7 Juni 2022

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau masih melanjutkan penguatan pada Selasa pagi, 7 Juni 2022. Mayoritas kripto jajaran teratas berhasil menguat tipis dan bertahan di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (7/6/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat tipis 4,96 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi melemah tipis 0,51 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 31.514,22 per koin atau setara Rp 454.9 juta (asumsi kurs Rp 14.437 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih menguat hari ini. Selama 24 jam terakhir, ETH meroket tipis 3,07 persen. Namun melemah 5,66 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.873,52 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin yang sempat bertengger di zona hijau sejak kemarin, kini harus sedikit melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 1,18 persen dan 7,36 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 297,58 per koin. 

 

3 dari 4 halaman

Harga Kripto Lainnya

Kemudian Cardano (ADA) masih menguat sejak kemarin. Dalam satu hari terakhir ADA naik 7,50 persen dan 10,27 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,6171 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga masih menguat pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL menguat 7,87 persen, tetapi masih melemah 9,20 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 42,96 per koin.

XRP masih menguat hari ini. Dalam satu hari terakhir, XRP naik tipis 1,55 persen, tetapi masih melemah 2,68 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4036 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9993. Sedangkan USDC  dihargai USD 1,00.

Binance USD (BUSD) melemah 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Kini harga BUSD harus turun sedikit ke level level USD 0,9997.

4 dari 4 halaman

Analis Skeptis Soal Peluang Jaringan Baru Terra

Sebelumnya versi baru dari kripto Luna yang runtuh beberapa pekan lalu kini sudah tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa utama, Namun, koin Luna tersebut memulai debut dengan awal yang buruk.

Setelah mencapai puncak USD 19,53 atau sekitar Rp 284.626 pada Sabtu, token Luna baru turun serendah USD 4,39 hanya beberapa jam kemudian. Menurut data CoinMarketCap, sejak itu menetap dengan harga sekitar USD 5,90.

Kepala internasional di pertukaran kripto Luno, Vijay Ayyar mengatakan, banyak investor yang terbakar oleh bencana tidak mungkin mempercayai Terra untuk kedua kalinya.

"Ada kehilangan kepercayaan besar-besaran dalam proyek tersebut,” ujar Ayyar dikutip dari CNBC, Selasa (31/5/2022). 

Di sisi lain, para analis juga sangat skeptis tentang peluang keberhasilan blockchain Terra yang dihidupkan kembali. Blockchain itu harus bersaing dengan sejumlah jaringan lain yang disebut “Lapisan 1” infrastruktur yang menopang cryptocurrency seperti ethereum, solana, dan cardano.

Pekan lalu, pendukung proyek blockchain Terra memilih untuk menghidupkan kembali luna tetapi tidak dengan stablecoin terra USD (UST), yang jatuh di bawah pasak dolar. Hal itu menyebabkan kepanikan di pasar kripto. Akibat insiden itu, token Luna sebelumnya (Luna Classic) juga kehilangan nilainya karena UST dan Luna saling terkait. 

Sekarang, luna memiliki iterasi baru, yang oleh investor disebut Terra 2.0. Itu sudah diperdagangkan di bursa termasuk Bybit, Kucoin dan Huobi. Binance, pertukaran kripto terbesar di dunia, mengatakan akan mendaftarkan Luna pada Selasa.

Terra mendistribusikan token luna melalui apa yang disebut "airdrop". Sebagian besar akan diberikan kepada mereka yang memegang luna classic dan UST sebelum runtuh, dalam upaya untuk mengkompensasi investor.