Liputan6.com, Jakarta - Kualitas tidur malam memegang peranan krusial dalam menentukan tingkat energi, kesehatan fisik, serta kesejahteraan mental seseorang dalam menjalani aktivitas harian. Sayangnya, banyak orang sering kali mengalami kesulitan tidur atau tidur pulas akibat rutinitas malam yang keliru.Â
Berdasarkan data dari The National Sleep Foundation, gangguan tidur kronis sering kali bukan disebabkan oleh kondisi medis berat, melainkan akumulasi kebiasaan buruk di malam hari. Berbagai aktivitas tanpa disadari justru mengirimkan sinyal keliru ke otak. Sinyal tersebut membuat tubuh tetap waspada, sehingga proses alami transisi menuju tidur terhambat secara signifikan.
Melalui artikel ini, kita akan membedah berbagai kebiasaan sebelum tidur yang membuat sulit tidur yang kerap diabaikan namun berdampak besar pada kualitas istirahat malam Anda. Mari simak daftar lengkap kebiasaan yang sebaiknya dihindari sebelum beranjak ke tempat tidur, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026).
Advertisement
1. Makan Malam Terlalu Larut dan Penuh Lemak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307938/original/037325700_1785122382-4361.jpg)
Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur adalah salah satu pemicu utama gangguan pencernaan yang merusak kualitas istirahat. Menurut panduan medis dari Valley Sleep Center, sistem pencernaan manusia bekerja paling efektif saat tubuh berada dalam posisi tegak, bukan saat berbaring di tempat tidur. Berbaring dengan perut penuh membuat seseorang rentan mengalami masalah tidak nyaman seperti mulas atau asam lambung naik (acid reflux).
Kondisi gangguan lambung tersebut membuat proses untuk mulai terlelap dan mempertahankan tidur nyenyak menjadi sangat sulit. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar seseorang menghindari makan makanan berat setidaknya dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur tiba. Jika merasa lapar di malam hari, pilihlah camilan ringan yang ramah lambung seperti buah pisang atau yogurt tawar.
Advertisement
2. Menonton Televisi di Tempat Tidur atau Menjelang Waktu Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1100401/original/036607600_1451800688-people-watching-tv.jpg)
Maraton menonton serial televisi atau film di kamar tidur sering kali menjadi kegiatan favorit untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Namun, aktivitas ini justru memberikan stimulasi berlebih bagi otak dan mengaburkan batas antara waktu istirahat dan waktu terjaga. Sinar biru (blue light) yang dipancarkan oleh layar televisi menekan produksi hormon melatonin alami tubuh, sehingga otak mengira hari masih siang.
Menurut laporan dari Harvard Health Publishing, paparan cahaya buatan ini mengirimkan sinyal kuat yang membuat seseorang kesulitan untuk merasa mengantuk secara alami. Disarankan untuk mematikan atau menjauhkan diri dari layar televisi setidaknya satu hingga dua jam sebelum memasuki kamar tidur. Sebagai gantinya, Anda bisa membangun suasana tenang dengan meredupkan lampu kamar secara bertahap.
3. Membawa dan Memainkan Ponsel Pintar di Kasur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4336079/original/028744300_1677212712-pexels-cottonbro-studio-4058779_1_.jpg)
Penggunaan ponsel pintar atau tablet di atas tempat tidur memiliki dampak disruptif ganda terhadap siklus tidur alami manusia. Selain memancarkan blue light yang menekan hormon melatonin seperti halnya televisi, aktivitas seperti mengecek media sosial atau membaca surel kerja bersifat sangat menstimulasi mental. Hal ini dapat memicu respons stres psikologis yang membuat pikiran terus aktif dan sulit ditenangkan.
Berdasarkan anjuran klinis dari berbagai literatur tidur modern, kamar tidur seharusnya diasosiasikan secara eksklusif hanya untuk tidur dan relaksasi. Memainkan gawai di kamar secara tidak langsung melatih otak untuk tetap waspada dan siaga terhadap informasi baru. Letakkan ponsel di luar jangkauan atau aktifkan mode filter cahaya merah jika terpaksa menggunakannya jauh sebelum waktu istirahat.
Advertisement
4. Mengonsumsi Makanan atau Camilan Manis Tinggi Gula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312692/original/060356000_1785551189-8252.jpg)
Mengonsumsi camilan manis seperti kue kering atau makanan penutup kaya gula rafinasi menjelang malam sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, lonjakan gula darah yang diikuti oleh penurunan drastis (sugar crash) dapat mengganggu stabilitas metabolisme tubuh di tengah malam. Hal ini kerap kali memicu seseorang terbangun secara mendadak pada dini hari dengan perasaan gelisah.
Dampak lanjutan dari fluktuasi gula darah tersebut adalah kualitas istirahat yang terputus-putus, berujung pada rasa lelah dan lesu saat bangun di pagi hari. Ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi makanan manis dibatasi secara ketat pada jam-jam sore menjelang malam hari. Memilih teh herbal hangat tanpa pemanis buatan jauh lebih efektif untuk menenangkan sistem saraf sebelum tidur.
5. Mengonsumsi Minuman Berkafein Terlalu Sore
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340269/original/061440800_1788497860-ChatGPT_Image_Sep_4__2026__11_41_33_AM.jpg)
Kafein tidak hanya ditemukan di dalam secangkir kopi pagi, tetapi juga tersembunyi di dalam teh hitam, soda, minuman energi, hingga beberapa jenis cokelat. Zat stimulan ini bekerja dengan cara memblokir zat kimia otak bernama adenosin yang berfungsi memicu rasa mengantuk alami. Mengonsumsi kafein lewat dari waktu siang hari dapat meninggalkan efek samping yang bertahan selama berjam-jam di dalam aliran darah.
Menurut publikasi kesehatan dari Harvard Health Publishing, efek sisa kafein secara langsung merusak kemampuan tubuh untuk mencapai fase tidur nyenyak (deep sleep). Guna menghindari insomnia atau sering terbangun di malam hari, batasi asupan kafein hanya pada paruh pertama hari Anda. Menggantinya dengan air putih atau minuman bebas kafein di sore hari adalah langkah preventif yang bijak.
Advertisement
6. Berolahraga Berat Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4201825/original/038425700_1666601381-victor-freitas-WvDYdXDzkhs-unsplash.jpg)
Olahraga secara teratur memang terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik secara keseluruhan dan kualitas tidur dalam jangka panjang. Kendati demikian, melakukan latihan fisik yang terlalu berat atau berintensitas tinggi menjelang waktu tidur justru memberikan efek kontraproduktif. Olahraga berat meningkatkan detak jantung, suhu inti tubuh, serta produksi hormon adrenalin yang membuat tubuh sulit melakukan relaksasi.
Berdasarkan rekomendasi spesialis tidur, aktivitas fisik berat sebaiknya diselesaikan minimal tiga hingga empat jam sebelum Anda berencana untuk tidur. Jika Anda ingin tetap aktif di malam hari, pilihlah jenis latihan ringan yang menenangkan seperti peregangan otot (stretching) atau yoga pemulihan. Latihan ringan ini justru membantu melemaskan ketegangan otot setelah seharian beraktivitas.
7. Membiarkan Diri Terus Berbaring Sambil Gelisah di Tempat Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256670/original/014679500_1781163865-pexels-cottonbro-6941117.jpg)
Terkadang, hambatan terbesar untuk tidur bukanlah aktivitas fisik, melainkan kebiasaan memaksa diri berbaring sambil merasa cemas karena tak kunjung bisa terlelap. Tetap berada di atas tempat tidur sambil bolak-balik gelisah justru memperkuat asosiasi psikologis yang tidak sehat antara tempat tidur dan rasa frustrasi. Otak akan mulai merekam tempat tidur sebagai area penuh stres alih-alih tempat istirahat yang aman.
Para ahli menyarankan aturan praktis: jika Anda belum bisa tidur setelah 20 hingga 30 menit, bangunlah dari tempat tidur dan pindah ke ruangan lain. Lakukan aktivitas yang menenangkan di bawah pencahayaan redup, seperti membaca buku ringan, hingga rasa mengantuk benar-benar datang kembali. Pendekatan ini efektif memutus lingkaran setan kecemasan insomnia.
Pertanyaan Umum Seputar Kebiasaan Malam Hari yang Membuat Sulit Tidur
Q: Apa saja kebiasaan sebelum tidur yang membuat sulit tidur paling umum?
A: Beberapa kebiasaan utama meliputi makan malam terlalu larut, menatap layar gawai atau televisi, mengonsumsi kafein di sore hari, makan camilan manis, berolahraga berat menjelang tidur, dan terus berbaring di kasur saat gelisah.
Q: Berapa jam sebelum tidur sebaiknya kita berhenti menggunakan gawai?
A: Para ahli menyarankan untuk menjauhkan diri dari layar ponsel, laptop, dan televisi setidaknya satu hingga dua jam sebelum waktu tidur guna menjaga produksi hormon melatonin alami.
Q: Apakah olahraga malam selalu berdampak buruk bagi tidur?
A: Tidak selalu. Olahraga tetap baik untuk tubuh, asalkan dilakukan paling lambat 3 hingga 4 jam sebelum tidur. Olahraga berat yang dilakukan tepat sebelum tidur justru akan meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh sulit rileks.
Q: Apa yang harus dilakukan jika terbangun tengah malam dan sulit tidur kembali?
A: Jika Anda kesulitan tidur kembali setelah 20-30 menit, disarankan untuk bangkit dari tempat tidur, berpindah ke ruangan lain, dan melakukan aktivitas ringan yang menenangkan sampai rasa kantuk muncul kembali.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242713/original/083033500_1749039369-child-with-social-media-addiction.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368761/original/049009800_1791447408-1049.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368739/original/078528100_1791446257-a35d7e4e-929e-40e7-9f6c-ceb791100b90.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)