8 Ciri Orang yang Lebih Suka Membalas Pesan Pakai Reaksi Emoji daripada Mengetik Menurut Psikologi

Temukan ciri orang yang lebih suka membalas pesan pakai reaksi emoji daripada mengetik menurut Psikologi di bawah ini.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 16:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komunikasi melalui pesan kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Seseorang dapat berbincang bersama keluarga, teman, pasangan, hingga rekan kerja melalui aplikasi pesan singkat. Kebiasaan memilih emoji sebagai respons, membuat ciri orang yang lebih suka membalas pesan pakai reaksi emoji daripada mengetik menurut Psikologi menarik untuk dibahas dari sisi perilaku komunikasi.

Emoji mampu memberikan nuansa emosional pada percakapan berbasis teks. Simbol seperti ❤️, 😂, 👍, atau 😮 dapat membantu menunjukkan respons, tanpa perlu menyusun kalimat panjang. Dari kebiasaan tersebut, pembahasan mengenai ciri orang yang lebih suka membalas pesan pakai reaksi emoji daripada mengetik menurut Psikologi, bisa melihat cara seseorang mengekspresikan emosi dalam komunikasi digital.

Penggunaan emoji juga menjadi cara praktis, untuk menjaga percakapan tetap hangat. Respons visual mampu menunjukkan apresiasi, dukungan, persetujuan, atau rasa terhibur tanpa membutuhkan banyak kata. Oleh sebab itu, ciri orang yang lebih suka membalas pesan pakai reaksi emoji daripada mengetik menurut Psikologi layak dipahami secara lebih luas, tanpa langsung memberikan label tertentu pada kepribadian seseorang.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026).

1. Sosok yang Ekspresif

Orang yang sering menggunakan emoji cenderung memiliki gaya komunikasi ekspresif. Mereka tidak hanya mengandalkan kata-kata untuk menyampaikan maksud, tetapi juga memakai simbol visual untuk menggambarkan emosi.

Saat percakapan hanya berisi teks, penerima pesan tidak dapat melihat intonasi suara, ekspresi wajah, maupun bahasa tubuh pengirim. Emoji dapat membantu mengisi sebagian kekosongan tersebut.

Misalnya, kalimat “Serius kamu?” bisa terasa berbeda saat ditambahkan 😂, 😮, atau 😭. Simbol tersebut membantu memberikan petunjuk mengenai nuansa emosional di balik sebuah pesan.

Perancang emoji pertama Apple, Angela Guzman, juga pernah menjelaskan bahwa emoji membantu mengisi kekosongan dalam komunikasi berbasis teks. Artinya, emoji dapat menjadi alat tambahan bagi seseorang untuk menyampaikan perasaan secara lebih visual.

2. Berusaha Membuat Pesan Tidak Terlihat Kaku

Penggunaan emoji dapat membuat pesan terasa lebih santai dan ramah. Hal ini terutama berguna dalam komunikasi singkat, saat ekspresi wajah atau intonasi tidak dapat terlihat secara langsung.

Seseorang mungkin menambahkan 😊 setelah mengucapkan terima kasih agar pesannya terasa lebih hangat. Pada situasi lain, 👍 dapat digunakan untuk menunjukkan persetujuan tanpa perlu mengetik kalimat panjang.

Kebiasaan tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap bagaimana pesan diterima oleh lawan bicara. Emoji menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan sebuah pesan terdengar terlalu dingin atau kaku.

3. Lebih Memperhatikan Hubungan Sosial

Menurut informasi penelitian dari The Kinsey Institute yang dikutip dalam referensi, penggunaan emoji berkaitan pada upaya seseorang membangun koneksi sosial. Pengguna emoji dilaporkan lebih memperhatikan bagaimana dirinya diterima dalam interaksi.

Emoji dapat menjadi cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian, antusiasme, atau dukungan. Seseorang tidak sekadar mengirim informasi, tetapi juga berusaha menciptakan suasana komunikasi sesuai hubungan bersama lawan bicara.

Dalam konteks tertentu, kebiasaan tersebut dapat membantu percakapan terasa lebih personal dan akrab.

4. Cenderung Menyenangkan dalam Percakapan

Orang yang gemar menggunakan emoji juga dapat terlihat lebih menyenangkan saat berkomunikasi. Emoji dapat digunakan untuk menjaga suasana percakapan tetap ringan dan tidak terlalu formal.

Dalam percakapan grup, misalnya, seseorang dapat menggunakan 😂 ketika ada lelucon atau 🎉 saat teman membagikan kabar baik. Respons tersebut dapat membantu menciptakan suasana lebih hidup.

Emoji juga bisa digunakan untuk meredakan ketegangan. Ketika percakapan mulai terasa serius atau canggung, simbol tertentu dapat memberikan nuansa lebih santai, selama penggunaannya sesuai konteks.

5. Berusaha Membuat Percakapan Lebih Inklusif

Penggunaan emoji dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa seseorang ikut terlibat dalam percakapan. Saat berada dalam grup, reaksi berupa ❤️, 😂, 👍, atau 👏 dapat menjadi tanda bahwa ia memperhatikan pembicaraan.

Contohnya, ketika seseorang membagikan pencapaian pribadi, pengguna emoji dapat memberikan 🎉 atau 👏 sebagai bentuk dukungan. Balasan singkat tersebut tetap menunjukkan keterlibatan meski tidak disertai kalimat panjang.

Kebiasaan semacam ini dapat membantu menjaga interaksi tetap aktif tanpa mengharuskan setiap orang menulis respons panjang.

6. Memiliki Kecenderungan Ekspresif seperti Ekstrovert

Referensi yang Anda berikan mengaitkan pengguna emoji pada kecenderungan ekstrovert. Dalam kehidupan sehari-hari, orang ekstrovert sering digambarkan lebih terbuka dalam mengekspresikan energi, emosi, dan respons sosial.

Kecenderungan tersebut dapat terbawa ke komunikasi digital. Emoji menjadi salah satu alat untuk membuat percakapan terasa lebih hidup dan membantu seseorang mengekspresikan antusiasmenya.

Meski demikian, penggunaan emoji tidak otomatis berarti seseorang ekstrovert. Orang introvert juga dapat menggunakan banyak emoji, terutama ketika emoji membantu mereka menyampaikan emosi secara lebih nyaman.

7. Peka terhadap Situasi Komunikasi

Orang yang sering menggunakan emoji dapat memiliki perhatian lebih besar terhadap nuansa komunikasi. Mereka mempertimbangkan bagaimana sebuah pesan mungkin diterima oleh orang lain.

Misalnya, ketika memberikan dukungan kepada teman, mereka dapat memilih ❤️ atau 🤗. Saat merespons kabar mengejutkan, mereka mungkin memakai 😮. Pemilihan simbol tersebut menunjukkan usaha menyesuaikan respons berdasarkan situasi.

Kemampuan membaca konteks semacam ini berkaitan pada komunikasi interpersonal, meskipun penggunaan emoji saja tidak cukup untuk mengukur kemampuan seseorang secara keseluruhan.

8. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Baik

Salah satu bagian menarik dari referensi berkaitan pada kecerdasan emosional. Dr. Simon Dubé dari Kinsey Institute bersama rekan-rekannya meneliti hubungan antara frekuensi penggunaan emoji, gaya keterikatan, dan kecerdasan emosional pada 320 orang dewasa.

Dalam informasi penelitian tersebut, orang dengan kecerdasan emosional lebih tinggi dilaporkan lebih sering menggunakan emoji ketika berkomunikasi bersama teman. Sementara itu, individu yang lebih cuek dilaporkan lebih jarang menggunakannya dalam komunikasi bersama teman maupun pasangan.

Kecerdasan emosional sendiri berkaitan pada kemampuan mengenali, memahami, serta merespons emosi secara tepat. Dalam komunikasi digital, emoji dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu menyampaikan atau menyesuaikan nuansa emosional.

 

 

Pertanyaan Seputar Ciri Orang yang Lebih Suka Membalas Pesan Pakai Reaksi Emoji

Apa ciri orang yang lebih suka membalas pesan pakai reaksi emoji daripada mengetik menurut psikologi?

Kebiasaan tersebut dapat berkaitan pada gaya komunikasi praktis, ekspresif, dan nyaman menggunakan simbol visual. Seseorang mungkin merasa emoji sudah cukup untuk menyampaikan respons tanpa perlu menulis kalimat panjang.

Apakah orang yang sering memakai emoji termasuk pribadi ekspresif?

Bisa saja. Emoji memberi sarana untuk menunjukkan emosi secara visual. Orang tertentu dapat merasa lebih mudah menyampaikan rasa senang, terkejut, sedih, atau apresiasi melalui simbol daripada kata-kata.

Mengapa seseorang memilih emoji daripada mengetik balasan?

Emoji membutuhkan waktu lebih singkat dan dapat menyampaikan respons secara langsung. Pilihan tersebut juga bisa muncul saat isi pesan memang tidak membutuhkan jawaban panjang.

Apakah suka membalas pesan memakai emoji berarti orangnya cuek?

Tidak selalu. Reaksi emoji justru dapat menjadi bentuk perhatian atau apresiasi dalam konteks tertentu. Maknanya perlu dilihat berdasarkan isi pesan dan hubungan antara kedua orang.