Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian orang, mengetik pesan terasa kurang memuaskan dibanding berbicara langsung melalui layar. Ciri orang yang lebih suka telepon video dapat terlihat dari kebiasaannya memilih panggilan saat ingin berkomunikasi. Pilihan ini bukan sekadar soal kepraktisan, tetapi juga bisa berkaitan dengan cara seseorang membangun koneksi dengan orang lain.
Ketika chat memungkinkan seseorang menyusun kata-kata dengan lebih tenang, video call menghadirkan ekspresi wajah, intonasi, dan respons secara langsung. Bagi orang tertentu, unsur tersebut membuat percakapan terasa lebih hidup dan personal. Kebiasaan memilih komunikasi tatap muka virtual juga dapat mencerminkan kebutuhan sosial serta preferensi dalam berinteraksi.
Dalam psikologi, pilihan cara berkomunikasi dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan seseorang dalam membangun hubungan dan mengekspresikan diri. Lantas, seperti apa ciri orang yang lebih suka telepon video dibandingkan chat? Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu melihat alasan dan pola di balik pilihan komunikasi tersebut.
Advertisement
Apa Itu Kebiasaan Lebih Memilih Telepon Video daripada Chat?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368710/original/088683400_1791445461-pexels-silverkblack-23224661.jpg)
Secara sederhana, kebiasaan ini adalah kecenderungan seseorang memilih komunikasi tatap muka virtual dibanding pesan teks. Telepon video bersifat sinkron atau real-time dan menampilkan suara sekaligus wajah, sedangkan chat bersifat asinkron dan hanya berupa teks. Keduanya sama-sama termasuk dalam jenis komunikasi daring yang lazim digunakan sehari-hari.
Manfaat utama telepon video bagi penggunanya adalah kemampuannya menyalurkan sinyal nonverbal secara utuh. Saat menatap layar, Anda tetap bisa menangkap ekspresi wajah, gerak mata, dan nada bicara yang tidak bisa diwakili tanda baca. Itulah mengapa banyak orang mengandalkannya untuk pertemuan online jarak jauh yang menuntut kejelasan.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan di ScienceDirect, cara orang pertama kali berinteraksi memengaruhi kualitas kerja sama mereka. Pasangan yang pertama kali bertemu lewat teks justru menunjukkan performa lebih buruk pada tugas anagram dibanding mereka yang pertama kali bertemu via video. Temuan ini menegaskan bahwa medium visual punya keunggulan tersendiri dalam membangun koneksi awal.
Contoh sederhananya, bayangkan Anda perlu menjelaskan hasil kerja rumit kepada rekan tim. Lewat chat, penjelasan bisa terasa datar dan mudah disalahartikan. Namun lewat telepon video, Anda bisa langsung membaca reaksi lawan bicara dan menyesuaikan penjelasan saat itu juga.
Advertisement
Ciri Orang yang Lebih Suka Telepon Video daripada Chat Menurut Psikologi
Setiap orang punya alasan tersendiri saat memilih menekan tombol panggilan video. Namun, para psikolog menemukan sejumlah pola kepribadian yang berulang pada mereka yang lebih memilih tatap muka virtual. Berikut ciri-ciri yang paling menonjol.
- Haus akan kehadiran emosional. Mereka merasa percakapan baru terasa "nyata" ketika bisa melihat wajah lawan bicara. Rasa kehadiran atau sense of presence inilah yang paling kuat dihadirkan panggilan video, dan itu yang mereka cari.
- Peka terhadap isyarat nonverbal. Lewat video call, mereka bisa membaca bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan pesan tambahan yang mengungkap perasaan asli. Detail semacam ini sulit ditangkap dari teks.
- Cenderung ekspresif dan hangat. Tipe ini sering condong ke kepribadian ekstrovert. Seorang ekstrovert biasanya menikmati panggilan video yang sering dan spontan, bahkan merasa sedikit diabaikan ketika teks dibalas lambat. Untuk mengukur kecenderungan ini, Anda bisa mencoba tes kepribadian ekstrovert introvert.
- Pendengar aktif. Kemampuan mendengarkan secara aktif kerap dimiliki mereka yang lebih suka menelepon dibanding mengetik, karena mereka ingin mendengar suara, intonasi, dan emosi di balik kata-kata.
- Menghargai keaslian dan kedalaman hubungan. Mereka menghargai keaslian percakapan real-time dan lebih memilih koneksi daripada kepraktisan, kedalaman daripada interaksi permukaan. Ini juga umum ditemui pada pemilik ciri-ciri psikologi introvert yang menyimpan ikatan mendalam pada orang-orang terdekat.
- Menyukai spontanitas. Orang yang lebih suka menelepon kerap punya hasrat pada spontanitas karena panggilan bersifat tak berskenario dan penuh kejutan. Telepon video memberi ruang itu tanpa perlu menunggu balasan.
- Nyaman menunjukkan diri apa adanya. Mereka tidak keberatan wajahnya terlihat, bahkan menganggapnya bagian dari kejujuran berkomunikasi. Bagi tipe ini, terlihat sama pentingnya dengan terdengar.
Tips singkat: jika Anda mengenali beberapa ciri di atas pada diri sendiri, tidak berarti Anda "anti-chat". Preferensi ini juga bisa muncul pada pemilik kepribadian ambivert yang fleksibel menyesuaikan media sesuai suasana.
Alasan Psikologis di Balik Preferensi Telepon Video
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368711/original/095201500_1791445461-pexels-silverkblack-36714317.jpg)
Kenapa sebagian orang begitu setia dengan panggilan video? Jawabannya berakar pada kebutuhan manusia akan koneksi yang terasa nyata. Perbedaan cara berkomunikasi ini pun kerap sejalan dengan perbedaan introvert dan ekstrovert yang memengaruhi bagaimana seseorang mengisi energinya.
Salah satu alasan terkuat adalah kebutuhan akan kehadiran emosional secara langsung. Saat berbicara lewat video, seseorang bisa melihat ekspresi wajah, gerak tubuh, dan reaksi spontan lawan bicaranya. Hal-hal ini memberi rasa "benar-benar didengar" dan sulit digantikan oleh teks. Bagi banyak orang, kehadiran visual ini membuat percakapan terasa lebih jujur dan personal, karena emosi jadi lebih sulit disembunyikan atau disalahartikan.
Alasan berikutnya berkaitan dengan rasa aman dalam mengekspresikan diri secara spontan. Panggilan video memungkinkan respons terjadi secara real-time, tanpa jeda yang biasanya muncul saat menyusun pesan teks. Bagi sebagian orang, spontanitas ini justru mengurangi tekanan untuk menyusun kata yang sempurna, sehingga percakapan terasa lebih mengalir dan alami, mirip dengan interaksi tatap muka.
Faktor terakhir adalah keinginan meminimalkan salah paham. Pesan teks mudah disalahtafsirkan karena hilangnya intonasi suara dan isyarat wajah. Orang yang lebih suka telepon video merasa lebih aman menyelesaikan topik sensitif secara langsung, meski mereka sadar bahwa layar juga bisa memunculkan rasa sadar diri berlebih. Kecenderungan ini juga dipengaruhi gaya komunikasi introvert dan ekstrovert yang berbeda pada tiap orang.
Advertisement
Telepon Video vs Chat: Kelebihan dan Catatan Pentingnya
Baik telepon video maupun chat punya tempatnya masing-masing. Memahami kelebihan keduanya membantu Anda memilih media yang tepat sesuai situasi, bukan sekadar ikut kebiasaan. Berikut perbandingan praktisnya.
- Emosi tersampaikan lebih utuh. Panggilan video membawa tone, ekspresi, dan tempo bicara sekaligus, sesuatu yang tidak dimiliki chat.
- Mengurangi salah paham. Karena isyarat nonverbal terlihat, risiko pesan disalahartikan menurun dibanding teks.
- Terasa seperti bertemu langsung. Panggilan video mampu menyimulasikan percakapan tatap muka dengan lebih baik dan menciptakan rasa kehadiran fisik
- Cocok untuk topik berat. Untuk urusan penting atau konflik, banyak orang menyarankan menghindari bertengkar via chat dan memilih telepon atau video call.
- Catatan penting. Video call menuntut kedua pihak tersedia di waktu sama dan bisa memicu kelelahan layar, sementara chat unggul untuk informasi cepat dan fleksibel.
Contoh nyata paling gampang terlihat pada pasangan yang menjaga cinta jarak jauh. Bagi mereka, kemampuan membaca bahasa tubuh lewat video jauh lebih menenangkan daripada sekadar membaca teks. Tidak heran, banyak pejuang jarak jauh mengandalkan panggilan video untuk mengobati rasa kangen sekaligus memberi rasa nyaman.
Perlu diingat, memilih video call bukan berarti seseorang lebih baik atau lebih peduli. Preferensi ini hanyalah salah satu variasi dari tiga tipe kepribadian utama, sama sahnya dengan orang yang memilih karakteristik introvert yang lebih tenang lewat pesan tertulis.
Tips Menyeimbangkan Telepon Video dan Chat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368712/original/000268900_1791445462-pexels-helenalopes-27176016.jpg)
Langkah pertama memahami preferensi ini adalah menerima bahwa tidak ada media yang selalu benar. Kuncinya, sesuaikan pilihan dengan konteks dan kenyamanan bersama. Berikut langkah praktis yang bisa Anda terapkan.
- Cocokkan media dengan topik. Gunakan telepon video untuk hal emosional atau kompleks, dan chat untuk koordinasi singkat.
- Hormati preferensi lawan bicara. Tanyakan lebih dulu apakah dia nyaman video call sebelum menelepon mendadak.
- Jadwalkan panggilan rutin. Tentukan jadwal harian atau mingguan untuk berbicara via telepon atau video callagar ada momen yang dinanti, seperti kiat umum dalam menjaga hubungan jarak jauh.
- Sediakan jalan tengah. Kirim voice note ketika ingin kehangatan suara tanpa harus tatap muka penuh.
- Batasi durasi. Hindari sesi video terlalu lama supaya tidak lelah, sebuah trik yang sering dipakai demi hubungan jarak jauh yang awet.
- Utamakan kualitas, bukan kuantitas. Satu percakapan bermakna lebih berharga daripada banyak panggilan dangkal, prinsip penting dalam kualitas komunikasi.
Tips singkat: jika Anda dan pasangan atau teman punya gaya berbeda, buat kesepakatan sederhana soal kapan pakai video dan kapan cukup chat. Cara ini terbukti membantu banyak orang dalam menjalin hubungan jarak jauh tanpa gesekan. Terakhir, mengirim pesan teks memang menjadi bentuk komunikasi paling sering antar-teman, khususnya bagi Gen Z, sehingga menggabungkan keduanya adalah pilihan paling realistis.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Telepon Video
Apakah orang yang suka telepon video pasti seorang ekstrovert?
Tidak selalu. Ekstrovert memang cenderung menikmati panggilan video yang spontan, tetapi introvert dan ambivert juga bisa memilih video call saat mereka menghargai kedekatan emosional atau sedang menjalani hubungan jarak jauh. Preferensi ini lebih dipengaruhi konteks, kenyamanan, dan seberapa dalam hubungan dengan lawan bicara.
Apakah lebih suka telepon video berarti tidak suka chat sama sekali?
Tidak. Umumnya orang tetap memakai keduanya, hanya saja mereka cenderung menyimpan panggilan video untuk obrolan penting atau emosional, lalu tetap mengandalkan chat untuk hal-hal singkat. Intinya adalah mencocokkan media dengan kebutuhan, bukan menolak salah satunya.
Bagaimana cara menghadapi teman yang selalu ingin telepon video padahal saya lebih nyaman chat?
Sampaikan preferensi Anda dengan jujur dan ramah, lalu tawarkan kompromi seperti menjadwalkan waktu khusus untuk video call atau mengirim voice note sebagai jalan tengah. Komunikasi terbuka soal batasan biasanya lebih efektif daripada diam-diam menghindari panggilan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368709/original/082124600_1791445461-pexels-silverkblack-36697345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368679/original/050966000_1791444768-pexels-alexander-suhorucov-6457544.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5157520/original/025638500_1741598296-application-pointing-worker-digital-stressed_1134-1391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5132022/original/031987800_1739435589-Menulis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258477/original/072206900_1781346564-pexels-mikhail-nilov-7929418.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221593/original/020263000_1747364436-stylish-young-man-spectacles-holding-hand-his-chest-asking-his-angry-girlfriend-forgiveness-while-woman-looking-him-making-stop-gesture-as-if-saying-i-need-your-excuse.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4142417/original/034346000_1661946775-priscilla-du-preez-8u9Kz4yZLgg-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367808/original/064600300_1791362952-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367573/original/017979100_1791356013-pexels-cottonbro-4861347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4597960/original/006838000_1696397201-group-people-with-smartphones-tablets_1_.jpg)