Liputan6.com, Jakarta - Bekerja di luar kota atau luar negeri membuat banyak orang tua harus mencari cara dekat dengan anak meski merantau. Jarak membuat waktu bersama berkurang, namun bukan berarti hubungan orang tua dan anak ikut merenggang. Banyak keluarga menghadapi situasi serupa dan tetap berhasil menjaga keakraban meski jarang bertemu secara langsung setiap hari.
Jauh dari anak membawa tantangan tersendiri. Orang tua sering merasa cemas karena tidak bisa memantau langsung tumbuh kembang anak, mulai dari kebiasaan makan, suasana hati, hingga kegiatan sehari-hari. Waktu kerja yang padat membuat jadwal komunikasi kadang terlewat, sehingga rasa bersalah dan khawatir mudah muncul di tengah kesibukan.
Berikut ini adalah beberapa cara dekat dengan anak meski orang tua merantau jauh yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026). Tips-tips ini dapt membantu agar hubungan Anda dengan anak tetap hangat meski bekerja jauh dari rumah dalam waktu lama.
Advertisement
1. Jadwalkan Komunikasi Rutin Setiap Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368561/original/020257000_1791439832-2148732563.jpg)
Komunikasi yang terjadwal membantu anak merasa tidak ditinggalkan. Pilih waktu tetap setiap hari, misalnya pagi sebelum sekolah atau malam sebelum tidur, untuk menyapa anak lewat telepon atau video call. Jadwal yang konsisten membuat anak tahu kapan harus menunggu kabar dari orang tua, sehingga rasa rindu bisa dikelola dengan lebih baik.
Durasi panggilan tidak perlu lama. Lima sampai sepuluh menit sudah cukup asal dilakukan dengan penuh perhatian, bukan sambil mengerjakan hal lain. Tanyakan kegiatan anak hari itu, dengarkan ceritanya, dan beri respons yang menunjukkan ketertarikan sungguhan. Anak akan merasa didengar meski orang tua berada jauh dari rumah.
Jika sinyal atau jadwal kerja tidak mendukung panggilan video, pesan suara atau teks singkat bisa jadi pengganti sementara. Yang penting, anak tetap menerima kabar secara rutin setiap hari. Kebiasaan ini membangun rasa aman pada anak bahwa orang tua selalu ada, meski secara fisik tidak berada di sampingnya.
Advertisement
2. Manfaatkan Video Call untuk Momen Penting
Video call memberi pengalaman lebih dekat dibanding telepon biasa karena anak bisa melihat wajah dan gerakan orang tua secara langsung. Gunakan kesempatan ini untuk momen yang berarti bagi anak, seperti merayakan ulang tahun, menemani belajar, atau menonton acara favorit bersama secara daring meski berada di tempat berbeda.
Selain untuk mengobrol, video call juga bisa dipakai menemani aktivitas harian anak. Orang tua bisa menyaksikan anak mengerjakan tugas sekolah, bermain, atau makan malam melalui layar. Kehadiran secara visual seperti ini membuat anak merasa orang tua tetap terlibat dalam kesehariannya, bukan sekadar bertanya kabar dari jauh setiap saat.
Pastikan koneksi internet mendukung sebelum panggilan dimulai agar tidak terputus di tengah momen penting. Beri tahu anak jadwal video call lebih dulu supaya ia bisa menantikannya. Kepastian jadwal membuat anak tidak kecewa dan tetap merasa diperhatikan meski orang tua sedang bekerja di tempat yang jauh.
3. Kirim Pesan atau Hadiah Kejutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368562/original/026712100_1791439832-14406.jpg)
Pesan singkat di tengah hari kerja bisa menjadi pengingat sederhana bahwa orang tua selalu memikirkan anak. Kirim foto, stiker lucu, atau catatan singkat lewat aplikasi pesan yang bisa dibuka anak kapan saja. Kejutan kecil seperti ini membuat anak merasa tetap diingat meski orang tua sedang sibuk bekerja di tempat jauh.
Hadiah tidak harus mahal atau besar. Barang kecil seperti buku cerita, mainan sederhana, atau camilan favorit anak sudah cukup untuk menunjukkan perhatian. Kirimkan hadiah itu melalui pengasuh di rumah atau saat pulang kampung, lengkap dengan pesan singkat yang menjelaskan alasan pemberian itu kepada anak.
Kebiasaan mengirim kejutan sebaiknya tidak terlalu sering agar tetap terasa spesial saat diterima anak. Anak akan belajar bahwa perhatian orang tua tidak selalu berbentuk kehadiran fisik, tetapi juga lewat tindakan kecil yang menunjukkan kasih sayang dari jarak jauh setiap waktu.
Advertisement
4. Libatkan Anak dalam Kegiatan Harian dari Jarak Jauh
Meski tidak berada di rumah, orang tua tetap bisa dilibatkan dalam rutinitas anak. Minta pengasuh mengirim foto atau video saat anak makan, belajar, atau bermain, lalu tanggapi lewat pesan singkat. Keterlibatan seperti ini membuat orang tua merasa tetap jadi bagian dari keseharian anak setiap hari.
Orang tua juga bisa membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah lewat panggilan video, meski hanya sebentar. Dengarkan anak membaca atau bantu ia menghitung soal matematika dari jarak jauh. Cara ini menunjukkan bahwa orang tua tetap peduli pada pendidikan anak, bukan hanya menyerahkan semuanya pada pengasuh di rumah.
Libatkan anak dalam keputusan kecil, seperti memilih menu makan malam atau baju sekolah, lewat percakapan singkat. Anak akan merasa pendapatnya dihargai dan tetap punya peran dalam kehidupan orang tua, walau jarak memisahkan mereka untuk sementara waktu selama masa kerja berlangsung.
5. Jalin Kerja Sama yang Baik dengan Pengasuh di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368563/original/033531100_1791439832-4107.jpg)
Pengasuh, baik itu pasangan, kakek nenek, atau pengasuh lain, menjadi jembatan penting antara orang tua dan anak selama merantau. Komunikasikan kebiasaan, aturan, dan kebutuhan anak secara jelas agar pengasuhan tetap konsisten meski orang tua tidak berada di rumah setiap hari dalam seminggu.
Minta pengasuh memberi kabar rutin soal perkembangan anak, mulai dari kesehatan, kegiatan sekolah, hingga perubahan sikap yang terlihat sehari-hari. Informasi ini membantu orang tua memahami kondisi anak secara menyeluruh, bukan hanya dari obrolan singkat lewat telepon atau video call yang terbatas waktunya.
Hubungan yang baik dengan pengasuh juga membuat anak merasa lebih tenang karena tidak ada ketegangan antara orang dewasa di sekitarnya. Anak yang melihat orang tua dan pengasuh saling mendukung cenderung lebih mudah beradaptasi dengan situasi orang tua yang bekerja jauh dari rumah.
Advertisement
6. Jaga Rutinitas Khusus Sebelum Tidur
Rutinitas sebelum tidur bisa tetap dijaga meski orang tua berada jauh dari rumah. Bacakan cerita lewat panggilan video, nyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan bersama, atau sekadar ucapkan selamat malam secara langsung. Rutinitas ini memberi rasa familiar pada anak meski orang tua tidak berada di sisinya.
Jika jam kerja tidak memungkinkan panggilan setiap malam, rekam pesan suara atau video pendek yang bisa diputar pengasuh saat anak akan tidur. Suara orang tua yang familiar membantu anak merasa tenang dan tetap merasa dekat meski secara fisik berjauhan selama beberapa waktu.
Konsistensi rutinitas ini membantu anak memahami bahwa meski orang tua tidak selalu hadir, perhatian tetap diberikan setiap hari. Kebiasaan kecil seperti ini, jika dilakukan terus menerus, akan membentuk ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua meski terpisah jarak.
7. Jujur dan Terbuka soal Alasan Merantau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368564/original/041473600_1791439832-2.jpg)
Anak berhak tahu alasan orang tua harus bekerja jauh dari rumah, disampaikan dengan bahasa yang sesuai usianya. Jelaskan secara sederhana bahwa pekerjaan ini dilakukan demi kebutuhan keluarga, bukan karena orang tua tidak ingin dekat dengan anak. Kejujuran membantu anak memahami situasi dengan lebih baik.
Beri ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya, baik itu sedih, kesal, atau rindu, tanpa langsung menyalahkan atau meminta anak untuk mengerti begitu saja. Dengarkan keluhan anak dengan sabar, lalu beri penjelasan ulang jika diperlukan agar anak merasa perasaannya diakui oleh orang tua.
Sampaikan juga rencana ke depan, misalnya kapan orang tua akan pulang atau kapan anak bisa berkunjung ke tempat kerja orang tua. Kepastian waktu membuat anak punya sesuatu untuk dinantikan, sehingga perpisahan sementara terasa lebih ringan untuk dijalani bersama keluarga.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Dekat dengan Anak Meski Merantau
Apakah merantau membuat hubungan orang tua dan anak otomatis merenggang?
Tidak selalu. Hubungan orang tua dan anak lebih ditentukan oleh kualitas komunikasi dan konsistensi perhatian, bukan semata-mata oleh jarak fisik antara keduanya.
Berapa kali idealnya orang tua menghubungi anak saat merantau?
Tidak ada angka baku, namun komunikasi rutin setiap hari, meski singkat, lebih efektif dibanding komunikasi panjang yang jarang dilakukan.
Bagaimana jika anak menolak diajak video call?
Beri waktu dan jangan memaksa. Coba cara lain seperti pesan suara atau titip salam lewat pengasuh hingga anak merasa nyaman untuk kembali berkomunikasi langsung.
Apakah peran pengasuh memengaruhi kedekatan anak dengan orang tua yang merantau?
Peran pengasuh cukup besar. Kerja sama yang baik antara orang tua dan pengasuh membantu anak merasa stabil meski salah satu orang tua tidak berada di rumah.
Apakah usia anak memengaruhi cara menjaga kedekatan saat orang tua merantau?
Ya. Anak yang lebih kecil membutuhkan rutinitas dan kehadiran suara yang familiar, sementara anak yang lebih besar biasanya lebih terbantu dengan komunikasi dua arah yang melibatkan pendapatnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368560/original/013140100_1791439832-2578.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152215/original/037201300_1741241082-WhatsApp_Image_2025-03-06_at_1.04.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362886/original/022410600_1790834282-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2915987/original/061200800_1568880077-Photo_by_Ori_Song_on_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221593/original/020263000_1747364436-stylish-young-man-spectacles-holding-hand-his-chest-asking-his-angry-girlfriend-forgiveness-while-woman-looking-him-making-stop-gesture-as-if-saying-i-need-your-excuse.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367649/original/012668100_1791359549-19108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4142417/original/034346000_1661946775-priscilla-du-preez-8u9Kz4yZLgg-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4817827/original/014691700_1714478954-pexels-shvets-production-7176319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242716/original/083013200_1749039643-Sebagai_pemimpin-min__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4703523/original/048114600_1704086079-huangshunping-oxXdFZpFSW4-unsplash.jpg)