Liputan6.com, Jakarta - Hal yang dilakukan orang cerdas saat ambil keputusan bisa terlihat dari cara mereka menghadapi berbagai pilihan yang berkaitan dengan pekerjaan, hubungan, maupun arah hidup.
Dalam panduan Society for Industrial and Organizational Psychology (SIOP) bersama Society for Human Resource Management (SHRM), pengambilan keputusan bisa dipertimbangkan dengan menyeleksi lebih dari satu alternatif sebelum menentukan pilihan. Panduan tersebut juga menganjurkan penggunaan daftar pemeriksaan sebelum keputusan dibuat untuk meninjau kembali pilihan, informasi yang tersedia, serta hal-hal yang mungkin terlewat.
Kebiasaan ini bisa membantu seseorang melihat pilihan dengan lebih menyeluruh, terutama ketika keputusan juga berdampak pada orang lain. Kemampuan mempertimbangkan berbagai alternatif dan bertanggung jawab atas hasil keputusan menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh para pemimpin sejati. Simak beberapa hal yang dilakukan orang cerdas saat mengambil keputusan, dihadirkan Liputan6, Rabu (7/10).
Advertisement
1. Mengumpulkan Informasi Sebelum Memilih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4720936/original/007531300_1705657951-pexels-fox-1595392.jpg)
Orang yang berpikir sebelum mengambil keputusan biasanya tidak langsung menentukan pilihan berdasarkan informasi pertama yang diterima. Ia mencari keterangan yang berhubungan dengan persoalan agar pilihan yang dibuat memiliki dasar.
Kebiasaan ini membantu seseorang melihat masalah dari lebih dari satu sisi. Informasi yang berbeda dapat menunjukkan adanya keadaan yang sebelumnya belum diperhitungkan.
Dalam pekerjaan, kebiasaan mencari informasi juga membantu seseorang menjelaskan alasan di balik pilihannya. Hal ini penting ketika keputusan tersebut harus dipahami oleh orang lain.
Advertisement
2. Memisahkan Fakta dari Perasaan
Perasaan dapat muncul ketika seseorang menghadapi pilihan, terutama jika keputusan berkaitan dengan orang yang dikenal atau pengalaman sebelumnya. Namun, perasaan tidak selalu menjadi dasar yang cukup untuk menentukan langkah.
Orang yang cerdas dalam mengambil keputusan berusaha membedakan apa yang diketahui dari apa yang dirasakan. Ia tetap mengakui emosinya, tetapi tidak membiarkannya mengambil alih seluruh pertimbangan.
Cara ini membuat seseorang memiliki ruang untuk melihat persoalan sebelum memberikan jawaban. Dalam posisi pemimpin, kemampuan tersebut membantu keputusan tetap berhubungan dengan keadaan yang sedang dihadapi.
3. Memikirkan Akibat dari Setiap Pilihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3613383/original/056556300_1635234555-photo-1601581987809-a874a81309c9.jpg)
Setiap keputusan membawa akibat, baik bagi orang yang membuatnya maupun pihak lain yang terlibat. Karena itu, orang yang mempertimbangkan keputusan biasanya tidak berhenti pada pertanyaan tentang pilihan yang tersedia.
Ia juga memikirkan apa yang mungkin terjadi setelah pilihan tersebut dijalankan. Pertimbangan ini dapat mencakup waktu, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan kemungkinan munculnya persoalan baru.
Kebiasaan melihat akibat membantu seseorang menghindari keputusan yang hanya menyelesaikan masalah dalam waktu singkat. Pemimpin membutuhkan cara berpikir seperti ini karena satu keputusan dapat memengaruhi banyak orang.
Advertisement
4. Mau Mendengar Pendapat Orang Lain
Mengambil keputusan tidak selalu berarti harus memikirkan semuanya seorang diri. Orang lain dapat memiliki informasi, pengalaman, atau sudut pandang yang belum dimiliki oleh pembuat keputusan.
Karena itu, orang yang mampu menentukan pilihan biasanya memberi ruang bagi pendapat sebelum keputusan dibuat. Mendengar bukan berarti menyerahkan keputusan kepada orang lain, melainkan menambah bahan pertimbangan.
Dalam kepemimpinan, kebiasaan ini juga dapat membuat orang merasa memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan. SIOP menempatkan perilaku pemimpin yang mau mendengar dan menghargai masukan sebagai bagian dari hubungan kerja yang mendukung orang untuk berbicara.
5. Tidak Terburu-buru Mengikuti Tekanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234303/original/042326800_1748341246-medium-shot-smiley-woman-work__1_.jpg)
Tekanan dapat membuat seseorang ingin segera mengakhiri persoalan. Dalam kondisi tersebut, pilihan yang paling cepat belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai dengan keadaan.
Orang yang berpikir sebelum memilih berusaha memberi waktu untuk memahami persoalan, selama keadaan masih memungkinkan. Ia tidak membiarkan desakan dari lingkungan menjadi satu-satunya alasan dalam menentukan langkah.
Hal yang dilakukan orang cerdas saat ambil keputusan dalam keadaan seperti ini adalah menjaga jarak dari tekanan. Dengan begitu, pilihan dapat dibuat berdasarkan persoalan yang dihadapi, bukan sekadar keinginan untuk segera menyelesaikannya.
Advertisement
6. Mempertimbangkan Nilai yang Diyakini
Keputusan juga menunjukkan prinsip yang digunakan seseorang ketika menghadapi pilihan. Karena itu, pertimbangan tidak selalu berhenti pada pertanyaan tentang hasil yang ingin diperoleh.
Seseorang dapat mempertanyakan apakah pilihannya sesuai dengan tanggung jawab yang dimiliki dan bagaimana keputusan tersebut memengaruhi orang lain. Pertanyaan semacam ini membantu seseorang melihat persoalan dari sisi yang lebih luas.
Dalam lingkungan kerja, pengambilan keputusan juga berkaitan dengan tanggung jawab dan integritas. SIOP menempatkan integritas, tanggung jawab, dan pertimbangan etika sebagai bagian dari pembahasan pengambilan keputusan dalam konteks organisasi.
7. Siap Mengakui Kesalahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234392/original/48346586-collaborative-process-multicultural-businesspeople-using-laptop-presentation-communication-meeting-brainstorming-ideas-about-project-colleagues-working-plan-success-strategy-modern-office.jpg)
Keputusan yang sudah dibuat tidak selalu menghasilkan keadaan seperti yang diperkirakan. Orang yang mampu mengambil keputusan memahami bahwa kesalahan dapat muncul meskipun pertimbangan sudah dilakukan.
Ketika hasilnya tidak sesuai, ia tidak berhenti pada mencari pihak yang harus disalahkan. Ia melihat kembali keputusan tersebut untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.
Sikap ini penting bagi seorang pemimpin karena keputusan yang salah dapat memengaruhi anggota kelompok. Kesediaan mengakui kesalahan membuat proses perbaikan dapat dimulai tanpa harus menunggu persoalan menjadi lebih besar.
Advertisement
8. Mengevaluasi Keputusan Setelah Dijalankan
Pengambilan keputusan tidak selalu selesai ketika pilihan sudah dibuat. Setelah keputusan dijalankan, hasilnya perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah langkah tersebut membawa perubahan sesuai tujuan.
Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat apa yang berjalan sesuai rencana dan apa yang tidak. Dari sana, seseorang bisa menentukan apakah keputusan perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau dihentikan.
Kebiasaan tersebut membuat keputusan menjadi proses belajar. SIOP juga menekankan pentingnya strategi sebelum keputusan dibuat dan penggunaan daftar pemeriksaan untuk membantu meningkatkan kualitas keputusan di tempat kerja.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hal yang Dilakukan Orang Cerdas saat Ambil Keputusan
1. Apa ciri orang cerdas dalam mengambil keputusan?
Ciri yang dapat terlihat antara lain mencari informasi, mendengar pendapat, mempertimbangkan akibat, mengendalikan tekanan, dan mengevaluasi hasil keputusan.
2. Mengapa orang cerdas tidak terburu-buru mengambil keputusan?
Karena waktu untuk memahami persoalan dapat membantu seseorang melihat informasi yang belum diperhitungkan sebelum menentukan pilihan.
3. Apakah orang cerdas selalu mengambil keputusan yang benar?
Tidak. Kemampuan mengambil keputusan tidak menjamin seseorang selalu benar, tetapi membantu seseorang memahami alasan, risiko, dan akibat dari pilihannya.
4. Apa hubungan pengambilan keputusan dengan kepemimpinan?
Pemimpin sering harus menentukan langkah yang berdampak pada orang lain. Karena itu, kemampuan mempertimbangkan informasi dan bertanggung jawab atas pilihan menjadi bagian penting dalam kepemimpinan.
5. Bagaimana cara melatih kemampuan mengambil keputusan?
Mulailah dengan memahami persoalan, mengumpulkan informasi, mempertimbangkan beberapa pilihan, mendengar masukan, lalu mengevaluasi hasil setelah keputusan dijalankan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4998321/original/035227900_1731211487-cek_fakta_undian_bpd_bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367418/original/016331900_1791348185-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-07T114242.118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242716/original/083013200_1749039643-Sebagai_pemimpin-min__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4733309/original/079855900_1706884503-pexels-liza-summer-6383200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346090/original/074466100_1789109831-7674.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152215/original/037201300_1741241082-WhatsApp_Image_2025-03-06_at_1.04.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484871/original/099810700_1623901041-adrian-swancar-imAfCYq7KH0-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326750/original/089813600_1787034686-59E33INg7VVS7EnJsABqMJW70N3EtEjYCBvA39Rd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327871/original/015475800_1787127473-137519.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323288/original/064602100_1786608194-238b5113-3dcb-4b6e-921c-08fd7ce42194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313067/original/043710700_1785575800-vitaly-gariev-NNFACGKyzZw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940763/original/078857600_1725937260-Ilustrasi_ngobrol__bicara__komunikasi__menyapa.jpg)