Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan tentang profitabilitas penjualan gelang emas, khususnya perbandingan antara model tanpa batu (polos) dan dengan batu permata, seringkali menjadi pertimbangan penting bagi pemilik perhiasan. Secara umum, gelang emas tanpa batu cenderung lebih menguntungkan saat dijual kembali dibandingkan dengan gelang emas yang dihiasi batu permata.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor fundamental yang berkaitan dengan nilai intrinsik emas, biaya produksi, serta dinamika pasar sekunder yang memengaruhi harga jual kembali. Emas telah lama dikenal sebagai instrumen investasi yang nilainya stabil dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu, meskipun nilai hariannya fluktuatif.
Banyak orang memilih emas sebagai investasi karena sifatnya yang mudah dicairkan dan relatif stabil, tidak hanya sebagai aksesoris penunjang penampilan. Untuk mencapai keuntungan maksimal saat menjual kembali, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga jual emas perhiasan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Senin (6/10/2025).
Advertisement
1. Keunggulan Gelang Emas Tanpa Batu untuk Profitabilitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5286301/original/032429400_1752739758-gelang_24_k_15gr_4.jpg)
Gelang emas tanpa batu, atau sering disebut gelang emas polos, memiliki beberapa keunggulan signifikan dalam hal profitabilitas penjualan kembali. Nilai utamanya terletak pada kandungan emas murninya, yang menjadi dasar penentuan harga di pasar.
Emas 24 karat adalah standar tertinggi, menandakan kandungan emas murni sebesar 99,99%. Semakin tinggi kadar emas, semakin murni emas tersebut dan semakin mudah pula untuk menentukan harganya di pasar internasional, yang menjamin nilai jual kembali yang lebih stabil.
Saat menjual perhiasan emas, nilai jual akan sangat bergantung pada kadar dan berat emasnya. Memilih gelang emas 24 karat untuk investasi memastikan Anda mendapatkan nilai emas murni yang maksimal.
Perhiasan emas polos umumnya memiliki biaya pembuatan (ongkos) yang lebih rendah dibandingkan perhiasan dengan desain rumit atau bertatahkan batu. Biaya pembuatan ini seringkali tidak dihitung atau dipotong secara signifikan dari harga beli awal saat penjualan kembali.
Dengan biaya pembuatan yang lebih rendah, potensi kerugian saat penjualan kembali juga berkurang. Emas batangan, sebagai perbandingan, tidak memiliki biaya pembuatan yang mahal karena hanya perlu ditempa saja.
Gelang emas polos memiliki likuiditas yang tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Desain klasik dan abadi memastikan model ini tidak akan pernah ketinggalan zaman, sehingga nilainya cenderung stabil dan mudah dijual kembali.
Emas polos lebih mudah dijual kembali karena fokus utama toko emas adalah pada berat dan kemurnian emasnya saja. Gelang emas 24 karat memiliki likuiditas yang cukup baik, terutama jika dilengkapi dengan sertifikat dan nota pembelian yang jelas.
Advertisement
2. Tantangan Gelang Emas dengan Batu Permata
Gelang emas yang dihiasi batu permata, seperti berlian atau batu mulia lainnya, menghadapi beberapa tantangan yang dapat mengurangi profitabilitas penjualan kembali. Saat menjual perhiasan emas dengan batu, nilai batu permata seringkali tidak diakui atau dihargai sangat rendah oleh toko emas.
Fokus utama toko emas adalah pada berat dan kemurnian emasnya saja. Penilaian batu permata membutuhkan keahlian khusus dan seringkali subjektif, sehingga sulit untuk mendapatkan harga yang sepadan dengan harga beli awal.
Jika perhiasan Anda bertatahkan batu permata, seperti berlian kecil atau zircon, biasanya batu tersebut tidak dihitung saat penjualan. Nilai jual kembali perhiasan berlian seringkali lebih rendah dari harga beli awal karena adanya mark-up ritel yang signifikan.
Gelang berlian memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan gelang emas polos dengan berat emas yang sama, karena adanya biaya berlian dan biaya pengerjaan yang lebih rumit. Mark-up ritel yang signifikan pada perhiasan dengan batu permata juga berkontribusi pada rendahnya nilai jual kembali.
Perawatan gelang berlian lebih rumit untuk menjaga kilau berlian dan memastikan pengaturan batu tetap aman. Selain itu, ada risiko kerusakan pada berlian atau pengaturannya jika terkena benturan keras, yang dapat menurunkan nilai jualnya.
3. Dinamika Pasar dan Pengaruh Likuiditas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372155/original/073673000_1759735300-azza.jpg)
Perbedaan mendasar antara emas batangan dan emas perhiasan terletak pada tujuan dan likuiditasnya. Emas batangan umumnya memiliki kadar kemurnian mencapai 99,99%, yang berarti merupakan emas murni tanpa campuran logam apa pun.
Emas batangan lebih banyak digunakan untuk investasi dan dinilai lebih efektif serta nilainya lebih stabil untuk investasi jangka panjang. Sebaliknya, emas perhiasan memiliki kadar kemurnian yang lebih rendah, biasanya di bawah 70%.
Emas perhiasan dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan ketahanan dan memungkinkan pembentukan desain yang bervariasi. Hal ini memengaruhi nilai intrinsik emas perhiasan dibandingkan emas batangan.
Harga emas perhiasan sangat dipengaruhi oleh desain dan tren mode. Jika model perhiasan dianggap sudah ketinggalan zaman, nilainya bisa turun drastis saat dijual kembali.
Emas polos dengan desain klasik cenderung mempertahankan nilainya lebih baik di pasar sekunder karena sifatnya yang tak lekang oleh waktu. Desain abadi memastikan model ini tidak akan pernah ketinggalan zaman.
Saat menjual perhiasan emas, baik polos maupun dengan batu, akan ada potongan tertentu seperti ongkos pembuatan, biaya peleburan, atau margin keuntungan toko. Namun, potongan ini bisa lebih besar untuk perhiasan dengan batu karena nilai batu permata seringkali tidak dihitung.
Toko emas biasanya memberikan harga jual kembali yang lebih rendah dari harga beli, terkadang hanya 70-80% dari harga beli. Saat menjual gelang emas bekas ke toko, potongan ini bisa berupa ongkos pembuatan, biaya peleburan, atau margin keuntungan toko.
Advertisement
4. Strategi Maksimalisasi Keuntungan Penjualan Emas
Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa gelang emas tanpa batu cenderung lebih menguntungkan saat dijual kembali dibandingkan dengan gelang emas yang dihiasi batu permata. Alasan utamanya adalah nilai intrinsik murni yang didasarkan pada berat dan kadar emas, biaya produksi yang lebih rendah, likuiditas tinggi, serta penilaian yang lebih jelas.
Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk memaksimalkan keuntungan Anda saat menjual perhiasan emas:
- Untuk Tujuan Investasi: Jika tujuan utama adalah investasi dan menjaga nilai aset, pilihlah gelang emas polos dengan kadar emas tinggi (misalnya 24 karat). Emas batangan bahkan lebih disarankan untuk investasi murni karena kemurniannya yang terjamin dan stabilitas harga.
- Simpan Surat Pembelian: Selalu simpan surat pembelian emas yang memuat model, berat, dan kadar kemurniannya, karena ini akan membantu menaikkan harga jual kembali.
- Pantau Harga Emas: Harga emas fluktuatif, jadi pantau harga secara berkala dan jual saat harga sedang naik untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
- Jual di Tempat Pembelian Awal: Untuk mendapatkan harga terbaik, disarankan untuk menjual kembali emas ke toko tempat pembelian awal.
- Pertimbangkan Kondisi Fisik: Jaga kondisi fisik gelang emas agar tetap utuh dan tidak rusak, karena emas yang rusak atau patah akan dihargai lebih rendah.
People Also Ask
1. Mengapa gelang emas tanpa batu lebih untung dijual?
Jawaban: Karena nilainya murni berdasarkan berat dan kadar emas, biaya pembuatan lebih rendah, serta likuiditas pasar yang stabil.
2. Apa perbedaan utama antara gelang emas tanpa batu dan dengan batu permata saat dijual kembali?
Jawaban: Gelang tanpa batu dinilai murni berdasarkan emas, sementara batu permata sering tidak dihitung atau dihargai rendah oleh toko emas.
4. Bagaimana cara memaksimalkan keuntungan saat menjual gelang emas?
Jawaban: Simpan surat pembelian, pantau harga emas, jual di tempat pembelian awal, dan jaga kondisi fisik perhiasan agar tidak rusak.
5. Apakah emas 24 karat lebih baik untuk investasi dibandingkan 18 karat?
Jawaban: Ya, emas 24 karat memiliki kadar emas murni tertinggi sehingga nilai jual kembalinya cenderung lebih stabil dan tinggi untuk investasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837498/original/067081100_1716195906-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978099/original/082769100_1574756668-20191126-SPBU-Pertamina-Sudah-Jual-Solar-Campur-Sawit-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103058/original/008204000_1658923818-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352148/original/064037100_1610959707-20210118-Emas-Antam-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)