Sukses

5 Penyebab Jerawat di Dahi Sulit Hilang, Stres hingga Penyakit Serius

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki jerawat tentu membuat tidak nyaman dan sangat tidak percaya diri. Jerawat menjadi masalah kulit yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih.

Kondisi tersebut menimbulkan peradangan kulit dan menyumbat pori-pori. Hal itu yang menyebabkan munculnya benjolan kecil berisi nanah, yang kita kenal dengan jerawat.

Jerawat pada kulit bukan masalah yang berbahaya. Hal itu memang wajar terjadi pada setiap individu. Saat menginjak usia remaja, jerawat biasanya banyak muncul pada laki-laki. Namun, setelah memasuki usia dewasa awal, jerawat lebih sering terjadi pada perempuan.

Jerawat biasanya muncul di area wajah yang memiliki produksi minyak berlebih, seperti di hidung, dahi, dan pipi. Pada area dahi biasanya jerawat tersebut sulit hilang. Butuh waktu yang lumayan lama dan kesabaran ekstra untuk menyembuhkannya.

Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Nah, penasaran apa saja faktor timbulnya jerawat di dahi yang sulit hilang? Berikut ulasannya.

2 dari 7 halaman

1. Stres

Kondisi tubuh yang stres dapat menyebabkan peningkatan kadar minyak berlebih. Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang membuat produksi minyak di kulit wajah. Kadar minyak tersebut membuat pori-pori di wajah tersumbat dan rentan berjerawat.

Biasanya seseorang yang sedang mengalami stres lupa untuk merawat kulit. Hal ini juga menjadi faktor jerawat di dahi sulit hilang. Ketika sedang mengalami stres, disarankan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan kulit, megonsumsi air putih yang cukup, jaga pola tidur dan jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi.

3 dari 7 halaman

2. Siklus Hormonal

Hormon testosteron yang mempengaruhi kelenjar minyak juga dapat menjadi penyebab masalah. Meningkatnya produksi hormon testosteron menjadi salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya jerawat.

Setiap individu pasti akan mengalami masa pergantian siklus hormonal. Pada masa ini, hormon testosteron bekerja dengan cara merangsang kelenjar minyak untuk menghasilkan minyak yang berlebih. Siklus hormonal biasanya terjadi di usia pubertas dan masa menstruasi.

4 dari 7 halaman

3. Rambut berponi

Memiliki model rambut berponi dapat menjadi penyebab sering munculnya jerawat di dahi dan sulit hilang. Jika rambut tersebut dalam kondisi kotor dan menempel pada kulit wajah, maka dapat menyebabkan timbulnya jerawat. 

Selain merawat kondisi kulit, Anda juga harus sering membersihkan dan merawat kondisi rambut untuk mencegah timbulnya jerawat. Caranya dengan rutin keramas, memberi vitamin rambut dan masker.

Bagi Anda yang memiliki kulit wajah sensitif dan kondisi kulit berminyak di area T-zone, disarankan agar tidak menggunakan model rambut berponi. Tapi jika tetap ingin mencobanya, lakukanlah perawatan rambut secara rutin.

5 dari 7 halaman

4. Memakai Topi atau Helm yang Kotor

Jika Anda sering mengenakan aksesoris kepala seperti topi dan helm, sebelum pakai kamu harus sering membersihkannya. Topi atau helm yang kotor membuat bakteri-bakteri menumpuk. Hal itu menyebabkan timbulnya jerawat pada area dahi. 

Lakukanlah perawatan pada aksesoris tersebut setiap hari. Jika sering mengenakan topi, disarankan agar langsung mencucinya setiap habis pakai. Kemudian simpan di tempat yang bersih dan tertutup untuk menghindari debu.

Jika sering mengenakan helm, ambil lab bersih yang sudah dibasahi air untuk membersihkan area sekitar helm. Semprot dengan cairan pembunuh kuman dan keringkan dengan lap kering. Lakukan cara tersebut saat sebelum dan sesudah memakai helm.

6 dari 7 halaman

5. Gangguan Pencernaan

Tanpa disadari, ternyata kesehatan usus dalam tubuh juga mempengaruhi kondisi kulit. Jerawat yang muncul pada area dahi dapat menjadi tanda akan muncul penyakit serius pada sistem pencernaan. Hal itu karena seringnya mengonsumsi makanan berlemak.

Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi setiap individu agar tetap menerapkan pola makan yang sehat. Hindari makanan-makanan yang memicu timbulnya jerawat, seperti makanan pedas, makanan berminyak, makanan berlemak dan makanan lain sesuai kondisi kulit seseorang.

Penulis:

Syifa Aulia

UPN Veteran Jakarta

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: