Sukses

Tak Miliki Waktu ke Toilet, Tim Medis Perawat Pasien Virus Corona Terpaksa Pakai Popok

Liputan6.com, Jakarta - Merebaknya virus Corona yang berasal dari Wuhan membuat beberapa negara ikut waspada. Virus yang belum ditemukan vaksinnya ini telah masuk ke beberapa negara lain seperti Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat.

Korban yang terjangkit penyebaran virus Corona ini di kota Wuhan, China, ini juga dikatakan terus meningkat. Bahkan banyaknya pasien yang terjangkit virus Corona membuat tim medis kewalahan.

Melansir dari Washington Post, Selasa (28/1/2020), staf medis di sana bahkan harus mengenakan popok karena tak memiliki waktu untuk pergi ke toilet. Ya, banyaknya pasien membuat mereka bahkan tak bisa meluangkan waktu setidaknya 5-10 menit untuk pergi ke toilet.

Tak hanya itu, mengenakan popok juga memudahkan mereka agar tak berulang kali melepaskan baju hazmat yang mereka kenakan saat menangani pasien terjangkit virus corona.

 

Belum lagi, butuh waktu yang tak sebentar untuk mengenakannya kembali. Ini juga bisa membantu mereka agar tak boros dalam penggunaan perlindungan seperti baju hazmat, masker dan kacamata pelindung.

"Kami tahu bahwa pakaian pelindung yang kami kenakan mungkin akan menjadi yang terakhir yang kami punya dan kami tak bisa bersikap boros," kata seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Wuhan Union. 

2 dari 3 halaman

Himbauan Pemerintah Indonesia

Sebelumnya jumlah kasus tertularnya Virus Corona sudah mencapai 3.000 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Sebagian besar terjadi di China, dengan jumlah kematian yang dilaporkan mencapai 80 orang, hingga Senin (27/1/2020). Sementara di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

"Yang paling penting kita waspada, yang paling penting kita hati-hati," kata Jokowi dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (28/1/2020).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Langkah Sederhana Tingkatkan Imunitas Tubuh, Cara Lawan Corona
Artikel Selanjutnya
Bagi-Bagi 30,000 Masker dan 30 Liter Hand Sanitizer Gratis di Singapura