Sukses

Kalah dalam Kontes Kicau Burung, Jokowi: Jurinya Jujur

Liputan6.com, Jakarta - Festival dan Pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi 2018 yang berlangsung di Kebun Raya Bogor turut dihadiri orang nomor satu RI itu. Bahkan, sang presiden juga mengikutsertakan burung murai batu miliknya dalam perlombaan.

Namun, burung murai milik Jokowi tersebut tidak keluar sebagai pemenang. Walau begitu, Jokowi menanggapi santai dan menganggap menang atau kalah adalah hal biasa.

"Kalah, ya bagaimana lagi. Berarti jurinya jujur," ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu 11 Maret 2018.

Jokowi justru sempat ingin membeli burung yang menjadi juara di kompetisi. Namun, burung tersebut tidak dijual oleh sang pemilik.

"Tapi tadi yang juara satu mau saya beli. (Sudah ditawar?)‎ Sudah tapi pemiliknya ngomong enggak dijual," kata Jokowi.

1 dari 3 halaman

Harga Burung Kicau

Ketua Bidang Penangkaran BnR Joko TJM mengatakan, burung murai batu memang jenis burung yang umum diperlombakan dalam kompetisi antarpencinta hewan berdarah panas itu.

"Kalau di antara komunitas, murai batu ini memang masuk kelas bergengsi untuk kicauannya. Dia berasal dari Sumatera, Kalimantan, Jawa. Selain murai batu, ada juga jenis anis merah, kacer, branjangan," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Lantaran masuk kelas bergengsi, burung jenis ini memiliki harga yang cukup fantastis. Bahkan untuk murai batu yang rutin memenangkan kompetisi bisa bernilai hingga Rp 800 juta.

2 dari 3 halaman

Harga yang Wajar

Meski bagi sebagian orang, harga tersebut tidak wajar, di antara pencinta burung, sebenarnya harga puluhan hingga ratusan juga rupiah ini dianggap wajar. Sebab, dalam sebuah kompetisi, semua aspek dinilai dan yang terbaik yang bisa keluar sebagai pemenang.

"Yang dinilai seperti durasi bunyi, bunyi dengan rapi dan saat berkicau dia main ekor. Kemudian irama, volume bunyi. Fisiknya juga harus utuh, seperti ekornya tidak boleh putus atau pendek," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Istana Benarkan Ada Tim Bahas Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Artikel Selanjutnya
OSO: Apa Keuntungan Hanura bila AHY Jadi Cawapres Jokowi?