Citizen6, Jakarta: Beginilah pemandangan tanggul sungai di Kembangan Utara, Jakarta sekarang. Persoalan sampah semakin hari terasa semakin kuat mencengkeram bangsa kita. Mulai dari permasalahan pembuangannya yang tidak teratur, pemilihan lokasi TPA/TPS yang tidak tepat, perilaku masyarakat yang sangat tidak peduli, sampai dengan minimnya perangkat hukum khusus yang mengaturnya. Seperti yang terjadi di Kecamatan Kembangan, tepatnya di Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.
Munculnya beragam permasalahan yang diakibatkan oleh sampah tersebut sebenarnya hanya berawal dari satu kesalahan, yakni selama ini kita memandang keberadaan sampah sebagai barang yang musti dibuang. Para warga sekitar membuang sampah di tanggul sungai, tepatnya di pinggir jalan di sebelah SDN Kembangan Utara, akibatnya pemandangan menjadi kotor dan tidak seindah dulu.
Sebenarnya wilayah itu dulunya adalah lapangan sepak bola, kemudian menjadi empang karena tergenang air hujan. Bahkan kadang-kadang tempat ini dijadikan tempat untuk memancing ikan, dan kini dijadikan sebagai tempat sampah. Tiap hari sampah itu dibakar oleh pemulung, akibatnya bau asap yang menyengat tercium apabila melewati jalan tanggul itu.
Akibat penguraian sampah yang dibuang ke dalam air, akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
Banjir di Jakarta juga disebabkan menumpuknya sampah, dan sungai yang makin menyempit karena tepiannya dijadikan perumahan penduduk, diperparah oleh sistem drainase yang buruk.
Saat banjir, sampah di Jakarta bisa meningkat hingga hampir dua kali lipat. Jika rata-rata volume sampah Jakarta enam ribu ton per hari, maka ketika banjir jumlahnya bisa mencapai sembilan ribu bahkan 10 ribu ton. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
Untuk itu mulai sekarang marilah kita mencoba untuk mengubah sikap kita dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan ikut membantu mendaur ulang sampah. Dengan begitu kita turut membantu mengurangi sampah di Jakarta. (Pengirim: Viky Eko Kritianto)
Munculnya beragam permasalahan yang diakibatkan oleh sampah tersebut sebenarnya hanya berawal dari satu kesalahan, yakni selama ini kita memandang keberadaan sampah sebagai barang yang musti dibuang. Para warga sekitar membuang sampah di tanggul sungai, tepatnya di pinggir jalan di sebelah SDN Kembangan Utara, akibatnya pemandangan menjadi kotor dan tidak seindah dulu.
Sebenarnya wilayah itu dulunya adalah lapangan sepak bola, kemudian menjadi empang karena tergenang air hujan. Bahkan kadang-kadang tempat ini dijadikan tempat untuk memancing ikan, dan kini dijadikan sebagai tempat sampah. Tiap hari sampah itu dibakar oleh pemulung, akibatnya bau asap yang menyengat tercium apabila melewati jalan tanggul itu.
Akibat penguraian sampah yang dibuang ke dalam air, akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
Banjir di Jakarta juga disebabkan menumpuknya sampah, dan sungai yang makin menyempit karena tepiannya dijadikan perumahan penduduk, diperparah oleh sistem drainase yang buruk.
Saat banjir, sampah di Jakarta bisa meningkat hingga hampir dua kali lipat. Jika rata-rata volume sampah Jakarta enam ribu ton per hari, maka ketika banjir jumlahnya bisa mencapai sembilan ribu bahkan 10 ribu ton. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
Untuk itu mulai sekarang marilah kita mencoba untuk mengubah sikap kita dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan ikut membantu mendaur ulang sampah. Dengan begitu kita turut membantu mengurangi sampah di Jakarta. (Pengirim: Viky Eko Kritianto)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/159359/original/g110525citizensampah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)