“Street Art” Bisa Efektif Sampaikan Pesan di Tengah Tebaran Hoaks

Untuk melawan hoaks, Street art juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan.

Diperbarui 16 Agustus 2021, 19:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak cara untuk melawan hoaks. Bisa juga melalui seni. Ketua Dewan Kesenian Jakarta Komite Seni Rupa, Aidil Usman, mengatakan street art, dapat menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan di tengah tebaran hoaks saat pandemi Covid-19.

Aidil mengaku khawatir lantaran begitu banyak sebaran hoaks seperti soal vaksinasi yang membuat banyak orang takut untuk divaksin. Padahal, ini adalah bagian upaya untuk mengendaskan pandemi yang tengah berlangsung.

“Apakah ini kegagalan cara berkomunikasi tentang vaksinasi, atau pilih kata-kata yang tidak sampai? Sementara street art ada di mana-mana, ada cara lain agar diplomasi dilakukan secara visual,” ucap Aidil dalam sebuah webinar Social Movement on Street Art in the Time of Pandemic, Jumat (13/8/2021), seperti dikutip Antara.

Kurator Seni Jakarta Art Movement, Bambang Asrini, juga punya pandangan sama. Ia mengatakan, street art memang dapat menyampaikan pesan lebih efektif, apalagi jika sesuai dengan budaya lingkungan tersebut. "Street art juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan," Bambang menuturkan.

Dalam webinar juga dikatakan bahwa seniman street art merupakan seniman yang paling mungkin untuk membuat sebuah gerakan sosial di masa pandemi karena karya mereka tak bersifat individual.

Namun, mereka mengekspresikan karyanya secara komunal atau berkolaborasi dengan siapapun untuk mengembangkan diri dengan komunitas-komunitas lintas disiplin.

Karya seni merupakan bentuk ekspresi artistik untuk membangun kesadaran sosial akan bermacam-macam isu yang sedang terjadi.

Seniman pun memiliki ketertarikan pada isu yang berbeda. Ada yang tertarik dengan isu politik atau tertarik dengan isu di masa pandemi seperti sekarang. Dengan begitu, seniman dapat menyampaikan pesan secara langsung pada publik terkait dengan isu yang diangkat.

Seniman Arahmaiani meyakini bahwa seni merupakan solusi kreatif dan inovatif untuk menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19. Namun, perlu adanya pendekatan holistik atau dilakukan secara bersama-sama. "Karena karya street art bukan sekedar ekspresi tapi juga dibuat untuk berkomunikasi," ujarnya.

(MG/ Amadea Claritta)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2326030/street-art-bisa-jadi-medium-pesan-efektif-dalam-gerakan-sosial

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.