Sukses

Hoaks Seputar Joe Biden: Pengawal dari China hingga Pamer Kaos Ganti Presiden

Liputan6.com, Jakarta - Joe Biden telah resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2021 lalu. Sebagai orang nomor 1 di Amerika Serikat, Joe Biden kerap kali diserang kabar palsu atau hoaks.

Satu di antaranya mengenai klaim pengawal Joe Biden berasal dari China. Klaim ini ramai dibicarakan setelah Joe Biden bertugas di White House.

Klaim tersebut disebarkan akun Twitter Robert D.Morningstar. Begini narasi yang dia buat:

"Saya yakin namanya adalah Gong WenDong, yang merupakan mitra bisnis Joe & Hunter Biden di perusahaan energi CEFC milik Partai Komunis China. Anehnya, dia berdiri untuk Hunter, berdiri di samping istri Hunter saat sumpah palsu."

Kicauan itu juga disertai foto pria yang berada di belakang Joe Biden. Pria yang diberi tanda panah merah ini diklaim berasal dari China.

Namun setelah ditelusuri, klaim pengawal Joe Biden berasal dari China merupakan informasi yang salah.

Pengawal Joe Biden bernama David Cho. Dia merupakan pria berkebangsaan Amerika Serikat keturunan Korea Selatan.

Selain klaim pengawal berasal dari China, terdapat beberapa kabar hoaks lain seputar Joe Biden yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

 

 

2 dari 5 halaman

Joe Biden Mundur sebagai Presiden Amerika Serikat dengan Alasan Kesehatan

Pada 2 Januari 2021, pemilik akun Facebook atas nama Jim Daniels mengunggah sebuah tangkapan layar dengan klaim Joe Biden memutuskan mundur sebagai presiden terpilih Amerika Serikat.

Dalam tangkapan layar itu diklaim sebagai sebuah artikel dari FOX Atlanta dengan judul: "President Elect Biden steps down as President Elect".

Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi: "Presiden Terpilih Joe Biden mundur sebagai Presiden Terpilih".

Dalam narasi, seperti diklaim, dijelaskan kalau Joe Biden memilih mundur setelah berkonsultasi dengan keluarga dan tim hukumnya karena masalah kesehatan yang tidak bisa ditentukan.

Setelah ditelusuri, klaim Joe Biden mundur dari Presiden Amerika Serikat seperti dimuat Fox Atlanta adalah hoaks. Klaim netizen mengatasnamakan Fox Atlanta sudah dimanipulasi.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 

 

3 dari 5 halaman

Joe Biden Rayakan Pesta Ulang Tahun Tanpa Masker

Media sosial Facebook dihebohkan dengan sebuah video yang menggambarkan Joe Biden, pemenang pemilihan presiden (pilpres) AS 2020, merayakan ulang tahun. Netizen terlihat geram karena di video itu, Joe Biden tidak memakai masker.

Akun atas nama Clint Fuller mengunggah video perayaan ulang tahun Joe Biden dipenuhi orang tanpa menggunakan masker. Dia mengklaim kalau Joe Biden tidak peduli dengan virus corona covid-19.

Begini narasinya:

"Ini pesta ulang tahun Joe Biden... Tidak ada yang memakai masker, tidak ada satupun. Mengapa? Mereka tahu ini semua omong kosong... Ulang tahun Joe Biden pada 11/20 dan Anda bisa melihat tanda-tanda kepresidenan di dinding."

Video itu berada di Facebook pada Kamis (26/11/2020). Video tersebut sudah disaksikan ratusan kali oleh warga Facebook lainnya.

Klaim Joe Biden merayakan ulang tahun di tahun 2020 tanpa menggunakan masker merupakan informasi yang salah. Faktanya, video itu diambil pada 2019 sesudah debat pilpres AS di Gedung Putih.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 

 

4 dari 5 halaman

Joe Biden Pamer Kaos 2020 Ganti Presiden

Sebuah foto Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden memamerkan kaos bertuliskan "#2020 Ganti Presiden" beredar di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Surya Manggala pada 8 November 2020.

Dalam foto tersebut, Joe Biden tampak memegang sebuah kaos berwarna putih. Terdapat tulisan "#2020 Ganti Presiden" dalam kaos tersebut.

"Mantap Logonya Bravo Joe Biden," tulis akun Facebook Surya Manggala.

Foto Joe Biden yang disebarkan akun Facebook Surya Manggala telah 2 kali dibagikan dan mendapat 23 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, foto Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden memamerkan kaos bertuliskan "#2020 Ganti Presiden" ternyata tidak benar.

Foto tersebut telah disunting dengan menambahkan narasi yang tidak sesuai fakta sebenarnya. Konten tersebut masuk dalam kategori Palsu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: