Ragam Hoaks Terheboh 2020: Putin Lepas 800 Singa hingga Penampakan Wujud Covid-19

Sepanjang tahun ini, ada beragam hoaks yang menjadi viral dan heboh di media sosial selama masa pandemi covid-19 .

Diterbitkan 28 Desember 2020, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2020 segera berakhir dalam hitungan hari. Sepanjang tahun ini, ada beragam hoaks yang menjadi viral dan heboh di media sosial selama masa pandemi covid-19 .

Berikut ini Cek Fakta Liputan6.com merangkum beberapa hoaks terheboh sepanjang tahun 2020.

1. Klaim Vladimir Putin Terjunkan 800 Singa dan Harimau Saat Pandemi Covid-19

Beredar kabar bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin menerjunkan singa dan harimau agar warga tetap di rumah saat pandemi corona COVID-19. Kabar ini tersebar lewat gambar di aplikasi percakapan WhatsApp pada Minggu (22/3/2020).

Dalam gambar tersebut, tampak seekor singa berada di persimpangan jalan pada malam hari. Terlihat juga beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan.

Selain itu, terdapat narasi dalam gambar tersebut. Berikut isinya:

Russia:

Containment:

Vladmir Putin has dropped 800 tigers and lions all over the country to push people to stay home.

Baca hoaks soal klaim Vladimir Putin ini di tautan berikut.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2. Klaim Indonesia Terapkan Hukuman Mati Bagi Koruptor

Kabar tentang Pemerintah Indonesia yang telah menerapkan hukuman mati bagi para koruptor beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan oleh akun YouTube Faullah Naderi Official pada 30 Januari 2020.

Akun ini mengunggah sebuah video berjudul "Akhirnya Indonesia menerapkan hukuman MATI untuk KORUPTOR".

Video berdurasi 5 menit 19 detik itu berisi cuplikan gambar para koruptor yang tengah diproses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, dalam video tersebut juga terdapat petikan wawancara Presiden Jokowi tentang hukuman mati bagi koruptor.

Akun YouTube Faullah Naderi Official juga menambahkan sebuah narasi dalam video tersebut.

"Untuk Presiden anda Pemimpin Negara, Ini Rakyat yang Minta .Akhirnya Indonesia Menerapkan Hukum Mati Untuk KORUPTORIndonesia Harus BEBAS dari KORUPTOR

Yaa terang saja hal itu harus dilakukan jika negara ini ingin maju dan terbebas dari kemiskinan akibat oleh si Pencuri/Maling Uang negara, para Tikus berdasi memang sangat dibenci.Mungkin jika melalukan survey, 98% masyarakat menjawab iya harus dihukum mati bagi orang yang berkhianat dengan negara yg mencuri uang Rakyat

Sudah sepantasnya Indonesia menerapkan hukuman' mati meninjau dari belakang semenjak Indonesia merdeka jauh ketinggalan dari negara lain akibat koruptorMasukan untuk Buzzer. Jangan buat TS wacana Pencitraan Ginian, ngak laku.

Harusnya Buzzer lempar wacana ini 1. Revisi kenaikan BPJS2. Revisi kenaikan LPG 3 KG3. Revisi kenaikan tarif dasar listrik.4. Oprasi pasar turunkan beberapa kebutuhan pokok yg mulai merangkak naik.5. Kembalikan subsidi pupuk petani yg diera pemerintahan Pak Jokowi subsidi pupuk di cabut.6. Tambah stok pupuk yg saat ini langkah dibeberapa wilayah NKRI.

#Bila ini dilaksanakan, tak jamin ektabilitas pemerintahan pak Djokowi kembali naik di mata rakyat.#

Catatan, TS gini malah tidak berhasil mempengaruhi rakyat malah rakyat akan anti Pati.," tulis Faullah Naderi Official.

Konten yang diunggah akun YouTube Faullah Naderi Official telah 49.693 kali ditonton dan mendapat 85 komentar warganet.

Baca selengkapnya di sini. 

3. Klaim Warga China Masuk Islam karena Virus Corona

Akun Facebook Rian Putra mengklaim hikmah Virus Corona (Covid-19) membuat orang-orang China bersyahadat masuk Islam. klaim tesebut diunggah, pada 17 Februari 2020, dengan keterangan sebagai berikut:

"ALHAMDULILLAH SAYA KASIH KABAR GEMBIRA JUGA, YG BILNG HOAX TENTANG ORANG ORANG CINA YG BERSAHADAT SAKSIKAN VIDIO INI. BENER BENER TERBUKTI HIKMAHNYA CORONA DAN KEBESARAN ALLAH, SEMOGA RAKYAT CINA YG DAH MASUK ISLAM TTP ISTIQOMAH AAMIIN"

Unggahan akun Facebook Rian Putra menyertakan video yang memperlihatkan sejumlah orang menangkat jari telunjuk sambil mengucap kalimat syahadat.

Baca selengkapnya di sini.

 

4. Klaim Foto Penampakan Virus Corona Covid-19

Viral foto yang diklaim sebagai penampakan bentuk Virus Corona baru (Covid-19) setelah diperbesar, foto tersebut tersebar pada jejaring sosial WhatsApp belakangan ini.

Dalam klaim foto tersebut terdapat keterangan sebagai berikut.

"Bentuk corona setelah diperbesar 2600x.

Kita mohon perlindungan

kepada Allah subhaanahu wa ta'aala dari bahaya corona."

Baca selengkapnya di sini.

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.