Sukses

Cek Fakta: Hoaks Kabar Jokowi Tiadakan Salat Jumat di Masjid

Liputan6.com, Jakarta - Kabar Presiden Jokowi yang meniadakan salat Jumat di Masjid karena pandemi virus corona atau COVID-19 beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Nabila Putri pada 28 Maret 2020.

Akun Facebook Nabila Putri mengunggah gambar Jokowi yang telah disunting. Ia juga menambahkan sebuah narasi berisi Presiden Jokowi meniadakan salat Jumat di Masjid karena pandemi COVID-19.

"Ini DAJJAL indonesia CUMAN GARA² VIRUS CORONA,Kok Sholat Jum'at Ditiadakan sih,Pemerintah Macam Apa Kau ini Pak Jokowi Alias (Dajjal), KIAMAT Akan Datang Bila Tempat Suci Allah Tidak Ada Penghuni,Tidak Ada Yg Beribadah DiMasjid,Kok Malah Pak Jokowi Alias (Dajjal) Yang Nyuruh Orang Tidak Sholat Jum'at Dari Jaman Rasullah SAW,Tidak Ada Yg Namanya Sholat Jum'at Ditiadakan.MAKANYA PAK JOKOWI / DAJJAL Mikir Dulu Sebelum Bertindak *NJi*ng,Percuma Jadi Presiden Tapi Otak Mu Tidak Berfikir Panjang Virus CORONA itu sebernarnya Makhluk Tak Kasat Mata,Berarti Bersekongkol dengan (Jin) ataupun (Setan) Yang Meruntuhkan Agama ISLAM kita,Yang Membuat Kita Lalai Beribadah Kepada Allah SWT ,Jadi Yg Tidak Kuat Iman nya,Tidak Kuat Fisik Nya ,Virus Tersebut Akan Mudah Masuk Ketubuh Kita.#MakanyaMikir²DuluYaPakJokowi#OtakTolongDiPakaiBenar²," tulis akun Facebook Nabila Putri.

Konten yang diunggah akun Facebook Nabila Putri telah 776 kali dibagikan dan mendapar 4 ribu komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Presiden Jokowi yang meniadakan salat Jumat akibat pandemi virus corona. Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "salat jumat ditiadakan".

Hasilnya, terdapat artikel yang membantah klaim tersebut. Adalah artikel berjudul 'Cegah Penularan Virus Corona di Jakarta, Salat Jumat Ditiadakan Selama 2 Pekan' yang ditayangkan situs Liputan6.com pada 19 Maret 2020.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa penutupan masjid hanya bersifat sementara, yakni 2 pekan. Tak hanya masjid, tempat ibadah lain juga dianjurkan untuk tidak menggelar ibadah di tengah pandemi virus corona.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, langkah ini dilakukan guna mencegah penularan Corona COVID-19 menjadi lebih cepat. Pemprov DKI Jakarta akan menyampaikan seluruh jajaran untuk membantu mengawasi dan mendisiplinkan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa Jakarta sudah menjadi salah satu epicenter COVID-19, yang pertambahan jumlah orang positif Corona sangat cepat. Tidak hanya di kawasan tertentu, tapi sudah di semua kawasan.

Oleh sebab itu, Anies Baswedan melakukan pembatasan interaksi di seluruh komponen. Kemudian, kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama di rumah ibadah ditunda hingga situasi yang memungkinkan.

"Sementara untuk dua pekan ke depan," kata Anies Baswedan.

Jika pada Jumat yang lalu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau agar jamaah membawa sajadah sendiri saat melakukan salat Jumat, untuk minggu ini ibadah salat Jumat ditunda selama dua Jumat ke depan.

"Begitu juga dengan kegiatan Misa minggu dan kebaktian juga ditunda untuk dua minggu ke depan. Kita pantau perkembangannya," kata Anies Baswedan.

Begitu juga dengan Nyepi. Setelah berdiskusi dengan perwakilan Umat Hindu, Anies mengatakan bahwa kegiatan nyepi sudah diputuskan untuk tidak melakukan keramaian.

"Kegiatan keramaian ditiadakan," katanya.

Menurut Anies, ini dilakukan guna mencegah penularan Corona COVID-19 menjadi lebih cepat. Pemprov DKI Jakarta akan menyampaikan seluruh jajaran untuk membantu mengawasi dan mendisiplinkan.

"Hari ini, bila ingin melindungi saudara sebangsa maka tinggal di rumah kurangi interaksi. Jika kita tidak melakukan itu membahayakan bagi semua, berpotensi terjangkiti banyak. Dan yang terpapar tidak selalu menampakkan gejala," kata Anies.

Penelusuran dengan kata kunci 'jokowi salat jumat' mengarah ke sejumlah artikel.

Misalnya, yang berjudul Tak Hanya Istiqlal, Salat Jumat di Masjid Istana Ditiadakan yang dimuat CNBC Indonesia pada 20 Maret 2020.

"Ibadah Shalat Jumat di Masjid Baiturrahim, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sebagai upaya untuk mencegah risiko penyebaran virus corona (Covid-19) semakin meluas.

Keputusan ini ditetapkan menindaklanjuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14/2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 yang diterbitkan pada Senin (16/3/2020)," demikian cuplikan isi berita itu.

Tidak adanya Salat Jumat, termasuk di Istana tidak disebut berdasarkan perintah dari Jokowi. Hal itu sesuai fatwa MUI. 

 

Penelusuran Foto

Liputan6.com kemudian menelusuri foto yang diunggah akun Facebook Nabila Putri dengan mengguahnya ke situs pencari TenEye. Hasilnya, foto tersebut diunggah pertama kali oleh situs time.com pada 21 Mei 2016 silam.

Berikut foto aslinya:

Gambar Tangkapan Layar Foto Presiden Jokowi

 

 

Tak Hanya di Indonesia

Sementara, hasil penelusuran menggunakan kata kunci 'friday prayer coronavirus' mengungkap bahwa keputusan meniadakan salat Jumat tak hanya terjadi di Indonesia.

Dalam artikel berjudul Friday prayer at home for most but some risk infection at mosques, yang dimuat situs Al Jazeera pada 21 Maret 2020 mengungkap, larangan beribadah secara komunal, khususnya di masjid, terjadi di Indonesia hingga Moroko.

"Di kota suci Mekah, halaman yang biasanya ramai di sekeliling Kakbah di Masjidil Haram, yang menjadi kiblat umat Muslim, terlihat sepi dan kosong," demikian dikutip dari Al Jazeera.

Dalam berita berjudul, Pandemi Corona COVID-19, Arab Saudi Larang Salat di Halaman 2 Masjid Suci yang dimuat Liputan6.com pada 20 Maret 2020 disebutkan, pelarangan juga berlaku untuk salat berjamaah di Masjid Nabawi.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim tentang Presiden Jokowi yang meniadakan salat Jumat ternyata tidak benar. Foto yang diunggah akun Facebook Nabila Putri merupakan hasil suntingan.

Konten tersebut masuk kategori hate speech atau ujaran kebencian.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

 

Data: Eka M