Sukses

Cek Fakta: Orang China Berlarian Hindari Virus Corona, Fakta atau Hoaks?

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video orang-orang berlari seperti ketakutan diunggah oleh akun Facebook bernama Ayouga Abu Arsya pada Jumat, 24 Januari 2020.

Menyertai video unggahannya, ia menuliskan kalau orang-orang berlari itu merupakan orang China yang ketakutan karena adanya Virus Corona.

[Cek Fakta] Orang China Berlarian Hindari Virus Corona, Fakta atau Hoaks?

"Kepanikan luar biasa orang2 china akibat #VirusCorona, lalu bagaimana kepanikan orang2 #Uyghur saat kalian teror dengan teror diluar batas prikemanusiaan??Ini hanya sedikit balasan dari Allah didunia ini akibat China memusuhi islam.." tulis akun Facebook bernama Ayouga Abu Arsya menyertai unggahan videonya.

Hingga saat ini, unggahan video tersebut sudah ditonton 34 ribu kali dan mendapat tanda suka 165. Ada 17 komentar dan unggahan itu sudah dibagikan 890 kali.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kebenaran dari video yang diunggah akun Facebook bernama Ayouga Abu Arsya.

Ternyata, video itu bukanlah orang-orang China yang berlari karena Virus Corona menyebar. Hal ini seperti dijelaskan oleh www.turnbackhoax.id pada Sabtu, 25 Januari 2020.

Dijelaskan, orang-orang yang berlari itu merupakan pekerja yang kembali dari Guangdong ke Yulin untuk Festival Musim Semi.

Artikel itu berjudul [SALAH] “Kepanikan luar biasa orang2 china akibat #VirusCorona”.

[Cek Fakta] Orang China Berlarian Hindari Virus Corona, Fakta atau Hoaks?

"Deskripsi asli video: pekerja yang kembali untuk Festival Musim Semi, BUKAN seperti narasi/klaim yang ditulis oleh SUMBER.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

* http://bit.ly/2Gkkr6f / http://archive.md/l1oJH (arsip cadangan), akun “~Queen.Fatimah59🇮🇩” (twitter.com/queenfatimah59). Sudah dibagikan 1.2 ribu kali per tangkapan layar dibuat.

* Membagikan video yang dibagikan di grup Telegram “Info sham 33” (https://t.me/s/infosham33).

======

NARASI

“China🇨🇳Kepanikan luar biasa orang2 china akibat #VirusCorona, lalu bagaimana kepanikan orang2 #Uyghur saat kalian teror dengan teror diluar batas prikemanusiaan??Ini hanya sedikit balasan dari Allah didunia ini akibat China memusuhi islam..”.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

* SUMBER membagikan video mengenai pekerja yang kembali dari Guangdong ke Yulin untuk Festival Musim Semi.

* SUMBER menambahkan narasi yang salah sehingga menimbulkan premis yang tidak sesuai dengan konteks sesungguhnya dari video.

(2) Sumber video, k.sina.com.cn: “Orang Yulin yang bekerja di Guangdong telah kembali untuk Festival Musim Semi.”

Google Translate, http://bit.ly/2tOFcV9 / http://archive.md/EVMJO (arsip cadangan).

======

REFERENSI

(1) Wikipedia: “Tahun Baru Cina [a] , juga disebut sebagai Tahun Baru Imlek , adalah festival Tiongkok yang merayakan awal tahun baru pada kalender tradisional Tiongkok . Festival ini biasanya disebut sebagai Festival Musim Semi di daratan Tiongkok , [b] dan merupakan salah satu dari beberapa Tahun Baru Imlek di Asia.”

Google Translate, selengkapnya di “tahun baru Imlek” http://bit.ly/36mHIz7 / http://archive.md/F6Vx8 (arsip cadangan).

(2) Google Maps: Guangdong > Yulin, selengkapnya di http://bit.ly/36suHUC.

(3) * http://bit.ly/36oTfOr, laporan (mention) ke akun MAFINDO (twitter.com/turnbackhoax).

* http://bit.ly/30Rgwra / http://archive.md/tZmrj (arsip cadangan), akun “Audio 27” (twitter.com/27Audio). Sumber lain yang dilaporkan membagikan di Twitter."

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Ayouga Abu Arsya memang benar adanya. Namun, narasi yang menyertainya tidak tepat atau salah.

Hal itu dibuktikan dari artikel yang dimuat www.turnbackhoax.id. Dijelaskan, orang-orang berlarian itu merupakan pekerja yang kembali dari Guangdong ke Yulin untuk Festival Musim Semi.

 Data: Eka M

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di e-mail cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Mendikbud Nadiem Makarim Wajibkan Bayar SPP Pakai Aplikasi Online? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Hoaks Foto Luka di Selangkangan karena Azab Menghina Alquran