Asian Games 2026 Berakhir, CdM Bersyukur Bisa Lampaui Target Kemenpora

Asian Games 2026 resmi berakhir. Tim Indonesia menutup dengan raihan total lima medali emas, melebihi target.

OlehThomas
Diterbitkan 04 Oktober 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifa mencatat sejarah di cabang panahan dengan mempersembahkan medali emas Asian Games pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.

Cabor Debutan Ikut Sumbang Medali

Kejutan juga datang dari sejumlah cabang olahraga yang baru tampil di Asian Games.

Teqball, padel, mixed martial arts (MMA), dan esports turut memberikan kontribusi bagi Kontingen Indonesia dengan menyumbangkan medali perak dan perunggu.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi olahraga Indonesia semakin beragam, tidak hanya bertumpu pada cabang olahraga tradisional penyumbang medali.

Kinerja Todotua Pasaribu bersama tim CdM selama Asian Games Aichi-Nagoya juga mendapat apresiasi dari atlet maupun pengurus cabang olahraga.

Ketua PB PABSI, Rosan Roeslani, memberikan apresiasi terhadap respons cepat CdM dan tim dalam menghadapi berbagai dinamika selama pelaksanaan Asian Games.

"Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol," ujar Rosan.

Apresiasi serupa disampaikan atlet tembak Indonesia, Vidya Rafika. Ia mengaku senang karena Todotua secara langsung hadir menyaksikan perjuangan atlet di lapangan tembak.

"CdM juga datang langsung ke lapangan tembak dan menyoroti kita sebagai atlet dan kita, sebagai atlet bahagia dan senang dengan kehadiran tersebut," kata Vidya.

Atlet wushu Indonesia, Thania Kusumaningtyas, yang meraih medali perunggu, juga memberikan penilaian positif terhadap sosok Todotua.

"Ramah dan support banget," ujar Thania.

Filosofi Gorga dan Limar

Bagi Todotua, perjuangan para atlet Indonesia di Aichi-Nagoya memiliki makna tersendiri. Ia teringat dengan motif Gorga dan Limar yang digunakan Kontingen Indonesia selama berada di Jepang.

Menurutnya, Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sementara Limar memiliki makna kehormatan dan keunggulan.

"Saya teringat saat defile pembukaan. Tim Indonesia berjalan membawa Gorga dan Limar. Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sementara Limar membawa makna kehormatan dan keunggulan. Hari ini, filosofi itu seperti menemukan maknanya sendiri," tutur Todotua.

Ia menegaskan, seluruh proses perjalanan Tim CdM, mulai dari persiapan, keberangkatan, pendampingan atlet dan ofisial selama pertandingan hingga proses kepulangan, akan menjadi bahan evaluasi.

Hasil evaluasi tersebut nantinya akan dilaporkan kepada National Olympic Committee (NOC) Indonesia dan Kemenpora sebagai bahan pengembangan industri olahraga nasional ke depan.

"Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Todotua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada Kontingen Indonesia selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Terima kasih kami dari CdM. Mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, kepada seluruh tim Chef de Mission, kepada NOC, Kemenpora, kepada seluruh sponsor yang memberi supporting kepada kami, dan juga Kedutaan Besar Jepang yang memberikan support, serta pemerintah negara Indonesia yang memberikan support," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan