Ada yang Mengganjal, Lamine Yamal Tak Puas dengan Performanya di Piala Dunia 2026

Lamine Yamal mengaku tidak puas dengan performanya di Piala Dunia 2026. Bintang Barcelona itu merasa masih bisa memberikan lebih banyak untuk Spanyol.

Diterbitkan 19 September 2026, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain persoalan karakter, Yamal membahas bagaimana ia membayangkan perannya di lapangan pada masa mendatang. Ia belum mengetahui posisi akhirnya, tetapi ingin tetap bermain sebagai penyerang dan bergerak semakin dekat dengan area berbahaya.

"Saya pikir ego yang dipadukan dengan kontrol adalah sesuatu yang sangat berharga, selama selalu berada dalam kendali karena hal itu membantu seluruh tim. Saya selalu ingin memiliki pemain bersama saya yang percaya bahwa mereka adalah yang terbaik," ujar Yamal.

"Saya tidak tahu akan bermain di posisi mana nantinya, tetapi saya akan selalu menjadi seorang penyerang. Anda tentu tidak akan melihat Lamine yang berusia 16 tahun terus berada di sisi lapangan, karena semakin dekat saya dengan area penalti, semakin berbahaya saya," tegasnya.

Yamal Mulai Dipercaya sebagai Pemimpin

Perkembangan Yamal tidak hanya terlihat dari perannya dalam permainan, tetapi juga dari kepercayaan yang diberikan rekan-rekan setim. Ia merasa proses menjadi pemimpin terjadi secara alami ketika pemain lain mulai mengandalkannya dalam situasi sulit.

Kepercayaan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi Yamal. Ia menyadari bahwa rekan-rekannya kini melihat dirinya sebagai salah satu pemain yang bisa memberikan jawaban ketika pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.

"Rekan-rekan setimlah yang memberi Anda kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, dan saya benar-benar merasakannya karena tim selalu mencari jawaban dari saya pada momen-momen sulit," kata Yamal.

"Saya sangat bersyukur bahwa hal ini terjadi," lanjut pemain Barcelona tersebut.

Yamal Evaluasi Kontroversi El Clasico

Yamal kemudian kembali membahas kontroversi yang muncul sebelum El Clasico pertama Liga Spanyol musim lalu. Saat itu, ia melontarkan pernyataan bernada keras terhadap Real Madrid sebelum pertandingan.

Kini, Yamal mengakui bahwa dirinya sebenarnya bisa menangani situasi tersebut dengan cara berbeda. Ia tetap menjelaskan sudut pandangnya mengenai El Clasico, tetapi menyadari bahwa penyampaiannya ketika itu dapat dilakukan dengan pendekatan lain.

"Saat itu saya datang dengan berpikir bahwa saya tidak terlalu ofensif. Saya lebih memilih bermain seperti ini daripada memainkan El Clasico seperti empat tahun sebelumnya, yang praktis hanya menjadi pertandingan formal," ujar Yamal.

"Anda tahu salah satu dari dua tim akan menang, tetapi saya menyadari bahwa saya sebenarnya bisa menangani masalah tersebut dengan cara yang berbeda," lanjutnya.

Sumber: Goal International

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Presiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.
    Piala Dunia 2026
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Argentina merupakan salah satu negara di selatan benua Amerika
    Argentina merupakan salah satu negara di selatan benua Amerika
    Argentina
  • Lamine Yamal
  • Spanyol