Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore Juara Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Duet Thailand-Amerika Serikat menjadi juara beregu pada ajang The Indonesia Pro-Am 2026. Sedangkan nomor tunggal jadi milik China.

OlehThomas
Diterbitkan 23 Agustus 2026, 10:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duet Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore sukses menjadi juara nomor beregu The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026. Pasangan Thailand-Amerika Serikat itu mampu mempertahankan posisi teratas hingga putaran final di Gunung Geulis Country Club, Bogor, Jumat (21/8/2026).

Suyasri dan Moore mengemas skor total 180 untuk memastikan gelar juara. Mereka unggul satu pukulan atas pasangan Gabriele De Barba (Italia) dan Andree Harahap (amatir).

Hasil tersebut membuat Suyasri dan Moore mencatat sejarah sebagai pasangan keempat yang berhasil menjadi juara nomor beregu dalam gelaran Asian Development Tour (ADT) di Gunung Geulis.

"Saya sangat senang. Luke adalah seorang pemain yang sangat menakjubkan. Dia sangat memahami kondisi lapangan Gunung Geulis ini. Kami menjadi tim yang sangat baik. Kami memiliki tiga hari yang sangat menyenangkan," ujar Suyasri.

Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan daya tarik format pro-am yang diusung The Indonesia Pro-Am. Ajang ini tidak hanya memberikan panggung bagi pegolf profesional, tetapi juga membuka kesempatan bagi pegolf amatir untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional.

 

 

 

Andi Xu Rebut Gelar Individual

Selain persaingan beregu, gelar juara individual juga menjadi perhatian utama. Pegolf China Andi Xu berhasil mengukir namanya sebagai juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026.

Xu menutup turnamen dengan skor total 195 atau 18 di bawah par. Pegolf berusia 24 tahun itu mampu mempertahankan posisi teratas setelah sebelumnya memimpin klasemen pada putaran kedua.

Persaingan berlangsung ketat hingga hole-hole terakhir. Xu sempat kehilangan satu pukulan setelah mencatat bogey di hole 14. Namun, ia langsung bangkit dengan birdie di hole 15.

Momentum tersebut menjadi titik balik bagi Xu. Ia kemudian membukukan tiga birdie pada tiga hole terakhir untuk memastikan kemenangan sekaligus mengamankan trofi profesional internasional pertamanya.

"Saya tidak melihat papan skor sampai hole ke-15, saat ada papan leaderboard di samping green. Saat itu skor saya 14 di bawah par dan saya rasa saya tertinggal satu pukulan dari Darcy," kata Xu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Xu mengaku memilih tetap fokus pada setiap pukulan dan tidak terlalu memikirkan posisi di leaderboard. Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena Xu tengah menjalani musim pertamanya di Asian Tour dan ADT setelah menyelesaikan masa kuliah pada 2024. "Rasanya luar biasa. Sejujurnya, sudah lama sekali saya tidak merasakan hal seperti ini. Kemenangan turnamen terakhir saya terjadi saat kuliah, dan bisa menang di panggung profesional seperti ini sangat berarti bagi saya," tutur Xu. Gelar tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Xu untuk melanjutkan kiprahnya di level profesional Asia. Ia berharap kemenangan di Indonesia menjadi pijakan penting untuk terus mengembangkan permainan sekaligus memperkuat posisinya di kompetisi golf Asia.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan