Mantan Pemain Persija Latih Wakil Jakarta di Soekarno Cup 2026

Mantan gelandang Persija Agus Supriyanto akan memimpin wakil Jakarta pada ajang Soekarno Cup 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 08 Agustus 2026, 16:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banteng Jakarta FC mematangkan persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026. Sebanyak 23 pemain U-17 yang akan membawa nama DKI Jakarta telah menjalani pemusatan dan pembentukan tim selama tiga bulan sebelum bertolak ke Jawa Timur. Sebagai wakil Jakarta, tim ini akan ditangani Agus Supriyanto yang merupakan mantan pemain Persija Jakarta.

Skuad tersebut dibentuk melalui proses seleksi dan kurasi pemain dari sejumlah sekolah sepak bola (SSB). Dalam prosesnya, Banteng Jakarta FC menggandeng Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta untuk mendapatkan komposisi pemain yang dinilai mampu bersaing di turnamen.

Manager Banteng Jakarta FC, Adiyoga Nusyirwan, mengatakan persiapan kali ini dilakukan lebih serius dibandingkan periode sebelumnya. Pengalaman kurang baik dalam turnamen sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih siap.

"Karena kami punya pengalaman yang kurang baik pada periode sebelumnya di mana kami tidak mempersiapkan squad secara serius. Nah kali ini kami berjuang dengan waktu yang tiga bulan dan tentunya juga dengan dukungan dari PPOP," kata Adiyoga saat launching jersey sekaligus pelepasan 23 pemain Banteng Jakarta FC di DPD PDIP DKI Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2026).

Setelah melalui tahapan seleksi, Banteng Jakarta FC menetapkan 23 pemain dan empat ofisial untuk mengikuti Soekarno Cup 2026. Komposisi tersebut disusun sesuai ketentuan Panitia Nasional dan Panitia Pelaksana Soekarno Cup.

Andalkan Kekuatan Kolektif

Banteng Jakarta FC tidak ingin membangun permainan yang bergantung pada satu atau dua pemain. Adiyoga menegaskan seluruh anggota skuad dipersiapkan dengan kekuatan yang relatif merata.

Menurut dia, filosofi permainan tersebut diharapkan membuat tim memiliki kekuatan kolektif, mulai dari penjaga gawang hingga lini depan.

"Di tim Banteng Jakarta FC itu tidak ada yang dominan. Semua pemain dari goalkeeper sampai penyerang, semua mempunyai skill yang rata, dan kami memang mengedepankan semangat kolektif itu tadi," ujarnya.

Selain kemampuan teknis, kultur kekeluargaan juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Pendekatan tersebut diharapkan membentuk karakter pemain muda sekaligus membangun kekompakan selama mengikuti turnamen.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Untuk menangani skuad muda tersebut, Banteng Jakarta FC menunjuk Agus Supriyanto sebagai pelatih kepala. Agus bukan sosok asing bagi sepak bola Jakarta. Ia merupakan mantan pemain Persija yang memperkuat Macan Kemayoran pada 2001 dan pernah menjadi bagian dari tim yang mengangkat trofi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pengalaman Agus di level profesional dinilai menjadi modal penting untuk membimbing para pemain muda Banteng Jakarta FC yang sebagian besar belum memiliki pengalaman bermain di level profesional. "Di bagian ofisial, pelatih kepala ditempati oleh, kalau teman-teman tahu, ada namanya Agus Supriyanto. Itu dulu adalah mantan pemain Persija pada tahun 2001 yang mengangkat trofi waktu itu di Gelora Bung Karno. Itu suatu kebanggaan buat saya dan seluruh jajaran DPD Partai," kata Adiyoga. Tim kepelatihan juga diperkuat Coach Yani dan Coach Rizky. Keduanya turut membantu dalam aspek pendukung tim, termasuk fisioterapi. Adiyoga menyebut jajaran pelatih tersebut memiliki sertifikasi serta pengalaman dalam menangani pertandingan nasional. "Kami dilatih khususnya, pemain-pemain ini oleh pemain yang memang kalibernya sudah profesional dan istilahnya sudah teruji," imbuhnya.Meski demikian, Banteng Jakarta FC tetap bertekad memberikan penampilan maksimal. "Saya juga nggak mau muluk-muluk karena saya rasa semua squad yang bertanding, maksudnya klub-klub dari provinsi lain mereka punya kekuatan yang sama. Mereka juga berlatih mempersiapkan squad secara serius juga sehingga maksud saya semua punya ruang yang sama untuk juara. Tapi dari kita di Jakarta khususnya menargetkan maksimal," tuturnya.  

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan