Tampines Rovers Soroti Fisik Pemain Jelang Duel Lawan Persib Bandung

Tampines Rovers dikalahkan Arema FC pada laga kedua Grup A Piala Presiden 2026.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 23:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Tampines Rovers FC menelan kekalahan 1-2 dari Arema FC pada partai Grup A Piala Presiden 2026. Pelatih Nazri Nasir menyebut hasil tersebut tidak sesuai target yang dibawa timnya ke turnamen pramusim ini.

Laga berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026). Arema mampu unggul lebih dulu pada babak pertama sebelum Tampines mengecilkan selisih gol jelang turun minum.

Tampines dijadwalkan menutup fase grup melawan Persib Bandung. Partai itu akan dimainkan di kandang Maung Bandung, dengan potensi dukungan besar dari suporter tuan rumah.

Arema Unggul Lewat Brace Gustavo Henrique

Tampines Rovers mengawali pertandingan dengan intensitas tinggi, namun Arema justru memanfaatkan ruang yang terbuka di lini belakang lawan. Penyerang Singo Edan, Gustavo Henrique, mencetak dua gol pada menit ke-27 dan ke-34 untuk membawa timnya memimpin.

Tim asal Singapura itu merespons melalui situasi bola mati. Skema tendangan bebas berbuah gol balasan saat Dylan Fox menanduk bola pada menit ke-45+3.

Selepas jeda, permainan kian terbuka. Upaya Tampines untuk menyamakan skor tak kunjung membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir.

Evaluasi Nazri: Hilang Bola, Kena Serangan Balik

Usai laga, Nazri menekankan penyebab utama kebobolan timnya terjadi saat penguasaan bola hilang di area lawan dan konsentrasi goyah, yang berujung serangan balik mematikan.

"Hasil yang kami dapat tentu bukan hasil yang kami inginkan. Tapi apa boleh buat? Terutama pada babak pertama, kami kebobolan dua gol dari serangan balik. Itu berawal dari kesalahan kami sendiri, kehilangan bola di area lawan. Saat kehilangan penguasaan bola, fokus kami hilang dan dari situ gol tercipta," ungkap Nazri.

Meski kecewa dengan babak pertama, Nazri mengapresiasi reaksi tim setelah turun minum. Ia menyebut struktur permainan membaik dan intensitas tekanan tetap terjaga hingga peluit akhir.

"Secara keseluruhan, penampilan kami di babak kedua sangat positif. Kami terus berjuang dan tidak menyerah. Kami juga melakukan beberapa pergantian pemain. Sebagian besar pemain yang masuk pada babak kedua adalah pemain muda, bahkan ada yang masih berstatus pelajar," jelasnya.

Hadapi Persib: Faktor Fisik dan Atmosfer Kandang

Nazri melihat duel melawan Arema menjadi sarana belajar penting bagi pemain muda Tampines. Ia menegaskan tuntutan fisik di level profesional harus dipenuhi jelang musim yang padat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Jadi ini menjadi pelajaran bagi mereka. Seperti yang saya katakan setelah pertandingan, kalau ingin bermain di level profesional yang tinggi, kalian harus memiliki kondisi fisik yang kuat," lanjutnya. Ia juga menyoroti ketimpangan postur dan kekuatan fisik yang terasa sepanjang laga. Hal itu disebut menjadi tantangan tersendiri, apalagi Tampines akan tampil di ACL 2. "Itu tidak mudah, apalagi kami akan tampil di ACL 2 nanti. Kalau dilihat, secara fisik pemain kami berbeda dengan pemain Arema. Pemain lokal mereka bertubuh besar, pemain asingnya bahkan lebih besar lagi, sementara pemain kami relatif lebih kecil," terangnya. Menatap partai terakhir grup melawan Persib Bandung, Nazri memprediksi atmosfer akan padat suporter sebagaimana yang ia lihat saat Persib menghadapi Arema. "Melawan Persib di kandang mereka. Saya sempat melihat pertandingan Arema melawan Persib dan stadion dipenuhi penonton. Saya rasa nanti suasananya juga akan sama," katanya.

Halaman
Show All
Muhammad Faqih, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan