Misi Krusial Prancis di Piala Dunia 2026: Persembahkan Perpisahan Manis untuk Deschamps

Ousmane Dembele mengungkapkan ambisi Timnas Prancis untuk memenangkan Piala Dunia 2026 sebagai kado perpisahan bagi pelatih Didier Deschamps.

OlehThomas
Diterbitkan 10 Juni 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya sangat sadar bahwa ini akan menjadi beberapa momen terakhir saya di pekerjaan ini. Rasanya spesial," ujar Deschamps.

"Saya bukan orang yang menunjukkan emosi, terutama dalam konferensi pers di mana setiap kata bisa disalahartikan, tetapi saya merasa baik. Sekarang saya memusatkan seluruh energi saya untuk turnamen ini."

Rekam Jejak Deschamps

Dalam pengumuman skuadnya, Deschamps tidak banyak menghadirkan kejutan besar, meskipun keputusan memanggil Robin Risser dan absennya Eduardo Camavinga dari skuad utama menjadi sorotan. Prancis tetap datang dengan kekuatan besar di sektor depan, membawa deretan penyerang menonjol seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, wonderkid Desire Doue, Michael Olise, Rayan Cherki, dan Maghnes Akliouche.

Jean-Philippe Mateta juga masuk dalam daftar akhir, mengungguli Randal Kolo Muani, sementara winger Lens Florian Thauvin tidak dipanggil.

Deschamps menegaskan timnya memiliki ambisi besar untuk menjadi juara dunia, namun ia tetap menekankan pentingnya kerendahan hati. "Saya punya ambisi, dan saya ingin para pemain juga memilikinya. Tetapi saya tidak ingin kami kehilangan kerendahan hati," kata Deschamps. "Saya tidak akan bersembunyi dan mengatakan kami bukan salah satu tim yang punya potensi menjadi juara dunia. Namun, ada delapan atau mungkin 10 tim yang juga bisa mengatakan hal yang sama."

Di bawah kepemimpinan Deschamps, yang mengambil alih setelah kegagalan Prancis di Piala Dunia 2010, Les Bleus kembali menjadi kekuatan dominan. Prancis saat ini berada di puncak ranking dunia FIFA dan berambisi mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.

Jika Prancis berhasil mencapai final Piala Dunia 2026, Deschamps akan mencatat sejarah sebagai pelatih yang membawa timnya ke tiga final Piala Dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya diraih oleh Brasil (1994, 1998, 2002) dan Jerman Barat (1982, 1986, 1990).

Andai Prancis mampu menjadi juara di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026, Deschamps juga akan menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang memenangkan dua gelar Piala Dunia, mengikuti jejak Vittorio Pozzo bersama Italia pada era 1930-an. Meskipun demikian, Deschamps tetap membuka peluang untuk tantangan baru setelah meninggalkan timnas Prancis.

"Saya tidak menutup kemungkinan apa pun. Saya tersedia, seperti yang semua orang tahu. Kita lihat saja nanti," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan