Gianluca Prestianni Terancam Absen di Piala Dunia 2026 Akibat Perilaku Homofobik

Sanksi Bisa Bertambah, Gianluca Prestianni terancam absen di Piala Dunia 2026 setelah UEFA meminta FIFA memperluas hukuman global atas perilaku homofobik. Apa d

OlehThomas
Diterbitkan 27 April 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jika FIFA menyetujui permintaan tersebut, maka larangan bermain Prestianni tidak hanya berlaku di level klub Eropa, tetapi juga bisa berdampak pada penampilannya bersama tim nasional Argentina. Hal ini akan menjadi preseden penting dalam penanganan kasus diskriminasi di sepak bola internasional.

Dampak Potensial bagi Karier Internasional

Ancaman terbesar dari keputusan ini adalah potensi absennya Prestianni pada laga-laga awal Piala Dunia 2026, apabila ia dipanggil ke skuad Argentina. Jika sanksi global disetujui, Prestianni terancam absen dalam dua pertandingan pertama Argentina di turnamen akbar tersebut.

Ini akan menjadi pukulan besar bagi karier internasionalnya, terutama mengingat ia adalah pemain muda yang sedang dalam pantauan tim nasional Argentina. Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, kemungkinan tidak akan mengambil risiko memilih pemain yang membawa sanksi, terutama karena Prestianni masih merupakan opsi pinggiran dengan hanya satu penampilan internasional.

Peluangnya untuk tampil di panggung terbesar sepak bola dunia bisa terganggu secara signifikan, meskipun musim ini ia telah mencatatkan 3 gol dan 5 assist dari 37 penampilan di semua kompetisi. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap di dalam lapangan demi nilai sportivitas.

Reaksi dan Upaya Banding

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyatakan bahwa perilaku pemain yang menutupi mulut saat berbicara dengan konsekuensi rasis harus dihukum kartu merah. Badan pembuat aturan sepak bola, International Football Association Board (IFAB), juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mencegah pemain menyembunyikan apa yang mereka katakan kepada lawan.

Pihak Prestianni sendiri sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding ke UEFA dan bahkan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membatalkan sanksi tersebut. Ini menunjukkan bahwa perjuangan hukum untuk Prestianni masih belum berakhir.

Keputusan akhir dari FIFA mengenai perluasan sanksi akan sangat menentukan masa depan Prestianni di kancah internasional. Kasus ini menegaskan komitmen otoritas sepak bola dalam memerangi segala bentuk diskriminasi, baik yang bersifat rasis maupun homofobia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan