Trio Brasil Chelsea: Joao Pedro, Andrey Santos, dan Estevao Siap Tutup Musim dengan Trofi

Joao Pedro, Andrey Santos, dan Estevao. Ketiganya bukan sekadar rekan satu tim di Chelsea, tetapi sudah seperti keluarga.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kalau saya kehilangan semangat itu, lebih baik berhenti bermain bola,” tegasnya. “Kami pemain Amerika Selatan punya api di dalam diri. Semua ingin menang.”

Semangat serupa juga ia lihat pada rekan-rekannya, termasuk Moises Caicedo dan Enzo Fernandez di skuad Chelsea.

Adaptasi bukan cuma soal permainan, tetapi juga identitas. Pedro pernah dipanggil “John” karena namanya sulit diucapkan. Kini giliran Estevao yang punya cerita serupa.

Suporter Chelsea menciptakan chant khusus untuknya, lengkap dengan penggalan lagu “I like it”. Namun julukan “Steve” yang muncul belakangan membuatnya tak percaya.

“Saya tidak masalah dipanggil apa pun. Saya senang melihat cara fans menyanyikan lagu itu,” katanya.

Sentuhan Liam Rosenior

Perkembangan tiga pemain Brasil ini juga tak lepas dari peran pelatih Liam Rosenior. Bagi Santos, yang pernah bekerja sama dengannya di Strasbourg, kehadiran Rosenior memberi kenyamanan tersendiri.

“Karena sudah pernah bekerja dengannya, semuanya terasa lebih mudah,” kata Santos.

Pedro menambahkan, gaya komunikasi Rosenior yang lugas membuat para pemain merasa dihargai.

“Dia sangat terbuka. Kalau melihat sesuatu, dia langsung bicara ke pemain. Dalam minggu pertama saja saya bicara empat kali dengannya. Kami suka pelatih yang terus terang seperti itu.”

Mimpi Besar: Jadi yang Terbaik di Dunia

Manajer Chelsea menyebut Pedro berpotensi menjadi salah satu striker terbaik dunia. Tanggapan sang pemain? Singkat namun penuh keyakinan.

“Semoga saja,” ujarnya.

Santos dan Estevao langsung menyela, “Tentu saja bisa!”

Pedro memilih tetap rendah hati. “Saya percaya pada potensi saya. Ketika mencetak gol dan semuanya berjalan baik, orang akan bicara. Tapi saya ingin tetap rendah hati dan melakukan pekerjaan saya.”

Gol ke Liverpool dan Euforia Keluarga

Bagi Estevao, momen paling berkesan sejauh ini adalah saat mencetak gol ke gawang Liverpool dalam laga besar di awal kariernya bersama Chelsea.

“Liverpool!” jawabnya cepat ketika ditanya soal momen terbaik.

Pedro mengaku merayakan gol tersebut seolah-olah dicetak anggota keluarganya sendiri. “Semua senang untuknya. Tapi kami harus memberinya waktu agar dia bisa menikmati proses ini.”

Tantangan di Amerika dan Target Trofi

Musim panas nanti, ketiganya berpeluang membela Brasil di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat. Pedro dan Santos sudah merasakan kerasnya atmosfer turnamen di sana saat menjuarai ajang sebelumnya.

“Itu sangat berat. Lapangannya seperti terbakar dan pertandingan sangat intens. Tapi kami menikmatinya,” kata Pedro.

Estevao mengaku gugup sekaligus antusias. “Itu mimpi saya bisa masuk skuad Brasil.”

Sebelum itu, fokus utama mereka adalah menutup musim bersama Chelsea dengan prestasi.

“Dengan hubungan seperti ini, kami yakin bisa meraih setidaknya satu trofi lagi untuk Chelsea. Itu yang kami dan fans inginkan,” tutup Pedro.

Sumber: The Sun

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan