10 Transfer Terburuk di Liga Inggris Musim Ini: Trio Liverpool Jadi Sorotan

Musim ini, sejumlah transfer di Liga Inggris gagal memenuhi ekspektasi. Berikut 10 transfer terburuk yang menimbulkan kekecewaan bagi klub dan suporter.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 13:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Barry masih berusia 23 tahun dan dinilai membutuhkan adaptasi. Meski begitu, Everton jelas membutuhkan hasil lebih cepat.

7. Xavi Simons (Tottenham)

Xavi Simons datang ke Tottenham dengan ekspektasi besar setelah tampil impresif di Bundesliga. Namun performanya di Liga Inggris jauh dari harapan.

Dalam 18 pertandingan, Simons baru mencatat dua assist. Angka tersebut tergolong rendah untuk pemain dengan peran kreatif.

Adaptasi yang sulit menjadi alasan utama penurunan performa Simons. Ia kini berada dalam tekanan besar untuk segera bangkit.

6. Harvey Elliott (Aston Villa)

Harvey Elliott diharapkan menjadi bintang baru di Aston Villa setelah minim kesempatan di Liverpool. Sayangnya, ia justru kembali tersisih.

Elliott hanya tampil tiga kali di Liga Inggris musim ini. Dalam lima laga terakhir, namanya bahkan tidak masuk skuad utama.

Gol yang dicetaknya di Carabao Cup belum cukup mengubah nasibnya. Masa depannya di Villa pun semakin tidak menentu.

5. Mads Hermansen (West Ham)

Hermansen mengawali musim dengan kebobolan 11 gol dari empat pertandingan. Situasi ini langsung menggerus kepercayaan pelatih kepadanya.

Ia sempat menjadi kiper utama sebelum akhirnya digantikan oleh Alphonse Areola. Sejak itu, perannya semakin terbatas.

Hermansen kini hanya bisa menunggu kesempatan kedua. Nasibnya di West Ham masih berada dalam tanda tanya besar.

4. Anthony Elanga (Newcastle United)

Newcastle menjadikan Elanga sebagai target utama di sektor sayap kanan. Namun kontribusinya sangat minim sejak awal musim.

Dalam 14 laga Liga Inggris, Elanga baru mencatat satu assist. Catatan ini jauh dari performanya saat masih di Nottingham Forest.

Pelatih Eddie Howe kini kembali mengandalkan Jacob Murphy. Elanga pun terancam kehilangan tempat utama secara permanen.

3. Milos Kerkez (Liverpool)

Liverpool merekrut Milos Kerkez dengan nilai 40 juta pounds. Ia diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang di posisi bek kiri.

Namun Kerkez belum menunjukkan kualitas yang konsisten di Anfield. Performanya bahkan kalah bersaing dengan Andy Robertson.

Situasi ini menjadi salah satu penyebab lemahnya sektor pertahanan Liverpool. Kerkez kini berada di bawah tekanan besar publik Anfield.

2. Florian Wirtz (Liverpool)

Florian Wirtz didatangkan dengan status rekor klub senilai 100 juta pounds. Ekspektasi besar langsung mengiringi langkahnya ke Liga Inggris.

Sayangnya, Wirtz belum mencetak satu pun gol atau assist dalam 12 laga liga. Tekanan sebagai pemain termahal klub sangat memengaruhi mentalnya.

Adaptasi dengan fisik Premier League menjadi tantangan besar bagi Wirtz. Kritik terhadap performanya pun semakin keras terdengar.

1. Alexander Isak (Liverpool)

Alexander Isak menjadi pembelian termahal dalam sejarah Liga Inggris dengan nilai lebih dari 100 juta pounds. Namun performanya jauh dari kata memuaskan.

Isak baru mencetak satu gol dalam 10 pertandingan liga. Ia bahkan menjadi pemain Liverpool pertama yang kalah dalam empat laga awalnya.

Absennya pramusim turut memperumit kondisinya. Meski begitu, publik tetap menuntut pembuktian cepat dari sang penyerang Swedia.

Sumber: Football365

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • topik viral