9. Luke Shaw
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361269/original/012047500_1678982818-000_33732ZP.jpg)
Luke Shaw akan selalu dikenang lewat golnya ke gawang Italia di final Euro 2020 di Wembley. Namun kenyataan saat ini, bek kiri Manchester United tersebut berada dalam situasi sulit.
Cedera berulang terus menghambat konsistensinya bersama timnas. Walau performanya membaik di bawah Ruben Amorim, posisinya tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu.
Kini muncul generasi baru seperti Myles Lewis-Skelly dan Nico OReilly yang tampil lebih segar dan stabil. Dengan usia yang menginjak 30 tahun, Shaw harus berjuang ekstra keras agar tidak tersingkir dari daftar pilihan Tuchel.
8. Nick Pope
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4309643/original/007212400_1675224075-000_32G488F.jpg)
Nick Pope selama ini selalu menjadi kiper pelapis yang andal, baik saat masih di Burnley maupun di Newcastle United. Namun, status sebagai bayang-bayang Pickford sulit ia lepaskan.
Tuchel cenderung mengandalkan satu kiper utama di turnamen besar. Dalam momen-momen krusial, seperti babak gugur Piala Dunia, peluang rotasi kiper sangat kecil.
Kondisi ini makin berat dengan meledaknya performa Dean Henderson belakangan ini. Jika hanya ada tiga slot kiper, Pope berpotensi menjadi nama yang dikorbankan.
7. Ollie Watkins
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3899860/original/014798600_1641860514-AP22010742693177.jpg)
Ollie Watkins sempat menjadi pahlawan Inggris lewat gol penentunya ke gawang Belanda di semifinal Euro 2024. Ia dipandang sebagai pelapis ideal Harry Kane di lini depan.
Namun, dominasi Kane sebagai penyerang utama membatasi ruang gerak Watkins. Bahkan, jika dibutuhkan, Tuchel bisa saja memainkan Jude Bellingham sebagai penyerang tengah palsu.
Musim yang berat bersama Aston Villa dan absen dari skuad Inggris terbaru membuat posisinya makin goyah. Watkins harus menemukan kembali ketajamannya jika ingin ikut terbang ke Amerika Utara.
6. Harry Maguire
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4627074/original/096585400_1698471373-AP23297743459632__1_.jpg)
Harry Maguire selama bertahun-tahun menjadi sosok penting di jantung pertahanan Inggris. Kerja samanya dengan John Stones menjadi fondasi keberhasilan di era Southgate.
Sayangnya, menit bermainnya di level klub menurun drastis. Di bawah Ruben Amorim, ia berisiko kehilangan ketajaman dan ritme pertandingan yang dibutuhkan untuk turnamen besar.
Munculnya Marc Guehi dan penampilan impresif Ezri Konsa membuat persaingan semakin ketat. Dengan usia yang sudah memasuki 32 tahun, Maguire tidak lagi punya jaminan tempat di skuad Tuchel.
5. Jack Grealish
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325936/original/081005100_1756050546-AP25236538217967.jpg)
Jack Grealish sempat kesulitan di Manchester City karena hanya mendapat menit bermain terbatas. Kepindahannya ke Everton dengan status pinjaman membuat penampilannya kembali hidup.
Meski performanya meningkat di level klub, ia belum juga menembus skuad pilihan Tuchel. Sejak debut pada 2020, peluangnya kini justru terasa menipis.
Grealish menawarkan gaya bermain berbeda dari Marcus Rashford yang lebih langsung dan cepat. Namun, kedalaman kualitas di posisi sayap kiri membuat winger berusia 30 tahun itu sangat rawan tersisih.
4. Phil Foden
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4877396/original/032578900_1719538556-AP24168689750078.jpg)
Phil Foden kembali menunjukkan kualitas terbaiknya bersama Manchester City. Level permainannya mengingatkan pada musim ketika ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pada 2023/2024.
Meski demikian, pertanyaannya selalu sama: di mana posisi ideal Foden dalam skema Tuchel. Inggris punya stok melimpah di lini serang dan gelandang kreatif.
Foden bisa dimainkan di sayap, sebagai gelandang serang, atau pemain nomor 8. Namun, persaingan dengan nama-nama seperti Morgan Rogers dan lainnya membuat tempatnya di skuad final belum benar-benar aman.
3. Cole Palmer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4711924/original/012795000_1704885542-AP23364461697329.jpg)
Cole Palmer menjadi pahlawan lewat golnya di final Euro 2024 yang membuat publik Inggris bergemuruh. Pemain Chelsea itu menunjukkan ketenangan dan kualitas di momen besar.
Namun, sejauh ini ia baru mencatat dua gol untuk Timnas Inggris. Perannya masih sering dimulai dari bangku cadangan, bukan sebagai pilihan utama.
Bukayo Saka tampaknya sudah mengunci posisi sayap kanan. Tuchel juga punya banyak opsi untuk peran gelandang serang, sementara masalah kebugaran Palmer membuat kansnya sedikit berisiko.
2. Trent Alexander-Arnold
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269442/original/061551100_1751348857-Trent_Alexander-Arnold.jpg)
Trent Alexander-Arnold dikenal sebagai bek kanan dengan kemampuan umpan silang dan distribusi bola luar biasa. Kepindahannya ke Real Madrid secara gratis pada musim panas lalu menandai babak baru kariernya.
Meski demikian, persaingan di posisi bek kanan Inggris sangat ketat. Reece James dan Tino Livramento juga menawarkan paket lengkap sebagai bek modern.
Jika Trent gagal mengamankan menit bermain reguler di Madrid, posisinya di timnas bisa semakin terancam. Saat ini ia baru mengumpulkan sedikit menit bermain di La Liga dan situasi itu menjadi catatan penting bagi Tuchel.
1. Jude Bellingham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414664/original/075339300_1763343610-JUDE_1.jpg)
Jude Bellingham adalah jantung permainan Inggris di banyak momen penting. Ia kerap menjadi sosok penentu ketika The Three Lions berada dalam tekanan.
Namun, fleksibilitas posisinya justru menghadirkan dilema. Bellingham bisa bermain sebagai gelandang tengah, gelandang serang, atau bahkan false nine.
Masalah kebugaran dan cedera di beberapa jeda internasional menambah ketidakpastian. Secara logika, ia harusnya menjadi nama pertama di daftar skuad, tetapi jika ada kejutan besar, absennya Bellingham bisa menjadi kehilangan terbesar Inggris.
Sumber: Give Me Sport
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5171382/original/064372900_1742632827-000_37GN8V4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477460/original/005190900_1623228647-england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3470248/original/067332100_1622556703-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298208/original/016321900_1784152342-063_2286277957.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308673/original/064337100_1754551857-THOMAS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482291/original/069866400_1769170838-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221927/original/048236500_1747377679-75th-FIFA-Congress.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4007081/original/085437700_1650961647-20220426-PPATK-Ivan-Yustiavandana-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289006/original/057664800_1783383743-balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556676/original/076947400_1776291207-000_A7XX4PU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)