Tidak Terima Disebut Palsukan Dokumen Naturalisasi 7 Pemain, FAM Bakal Banding ke FIFA

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi mengajukan banding kepada FIFA menanggapi keputusan disiplin terkait dugaan pelanggaran dokumen kelayakan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 09:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"FAM menilai penggambaran ini tidak benar dan tidak adil, dan kami akan menanggapinya secara menyeluruh melalui proses banding yang sah," ujar FAM.

FAM memastikan komitmennya untuk melindungi kepentingan sepak bola nasional serta memastikan hak-hak para pemain tetap terjaga. FAM menambahkan bahwa proses ini akan dijalankan secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"FAM berkomitmen untuk mempertahankan kepentingan sepak bola nasional, melindungi hak para pemain, serta memastikan seluruh proses ini berlangsung secara transparan dan sesuai peraturan. Kami akan menggunakan semua jalur hukum yang tersedia untuk memperjuangkan kasus ini," kata FAM.

Dokumen Rahasia Negara

FAM juga menyinggung bahwa kasus ini mencakup dokumen resmi milik Pemerintah Malaysia yang berkaitan dengan penerbitan dan verifikasi paspor. Oleh karena itu, FAM menyatakan terikat secara hukum untuk menjaga kerahasiaan dokumen tersebut.

"Kasus ini melibatkan informasi resmi terkait prosedur Pemerintah Malaysia dalam penerbitan dan pengesahan paspor. Berdasarkan Undang-Undang Rahasia Resmi 1972 dan Undang-Undang Paspor 1966, pengungkapan data tanpa izin sangat dilarang. Oleh karena itu, FAM hanya akan membagikan informasi tersebut kepada FIFA untuk keperluan kasus ini saja," tutup FAM.

Sebelumnya, FIFA melakukan penyelidikan terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang diduga menggunakan data leluhur palsu untuk memenuhi syarat bermain. Dugaan itu mencakup manipulasi dokumen tempat lahir dan kewarganegaraan kakek atau nenek para pemain.

Investigasi dilakukan setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian antara dokumen yang diserahkan kepada FIFA dan data asli dari catatan sipil negara asal leluhur para pemain. Temuan itu kemudian memicu proses disiplin yang berujung pada keputusan FIFA terhadap FAM.

Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia yang Disebut dalam Investigasi FIFA

Gabriel Felipe Arrocha

Posisi: Gelandang

Asal negara: Spanyol

Dugaan masalah: Dokumen FAM menyebut neneknya lahir di Malacca, Malaysia. Dokumen asli menunjukkan lahir di Santa Cruz de la Palma, Spanyol.

Facundo Tomás Garcés

Posisi: Bek tengah

Asal negara: Argentina

Dugaan masalah: Kakeknya diklaim lahir di Penang, Malaysia. Padahal dokumen asli menunjukkan lahir di Villa María Selva, Santa Fé, Argentina.

Rodrigo Julián Holgado

Posisi: Penyerang

Asal negara: Argentina

Dugaan masalah: Kakeknya ditulis lahir di George Town, Malaysia. Faktanya lahir di Caseros, Buenos Aires, Argentina.

Imanol Javier Machuca

Posisi: Gelandang sayap

Asal negara: Argentina

Dugaan masalah: Neneknya diklaim lahir di Penang, Malaysia. Dokumen asli menunjukkan lahir di Roldán, Argentina.

João Vítor Brandão Figueiredo

Posisi: PenyerangAsal negara: Brasil

Dugaan masalah: Neneknya disebut lahir di Johor, Malaysia. Padahal lahir di Abre Campo, Brasil.

Jon Irazabal Iraurgi

Posisi: Bek kiri

Asal negara: SpanyolDugaan masalah: Kakeknya disebut lahir di Kuching, Sarawak, Malaysia. Dokumen asli menunjukkan lahir di Guernica y Luno, Viscaya, Spanyol.

Héctor Alejandro Hevel Serrano

Posisi: Gelandang serang

Asal negara: Belanda

Dugaan masalah: Kakeknya ditulis lahir di Malacca Straits Settlements, Malaysia. Faktanya lahir di The Hague, Belanda.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan