Perjalanan Janice Tjen Ikuti Jejak Angelique Widjaja Lolos ke US Open 2025, Awal Terulangnya Era Keemasan?

Janice Tjen mengikuti jejak seniornya dari dua dekade lalu, Angelique Widjaja, dengan lolos ke babak utama US Open 2025. Pencapaian dia membuat kancah tenis putri tanah air kini disorot lagi dan diharapkan mampu mengulang era kejayaan di masa lalu.

Diperbarui 23 Agustus 2025, 11:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"(Tenis di perguruan tinggi) membantu saya berkembang sebagai pemain dan pribadi. Utamanya secara mental, hal itu membantu saya untuk selalu memberikan 100 persen," katanya lagi dalam Washington Post.

Bukan Nama Baru

Di Tanah Air, Janice juga bukan sosok baru. Dia pernah berpartisipasi dalam PON Aceh-Sumatra Utara 2024, yang sekaligus menandai debutnya dalam perhelatan nasional. Di ajang tersebut, atlet 23 tahun bermain tanpa kehilangan satu set pun.

Sebelumnya lagi, Janice juga sanggup mempersembahkan medali perunggu nomor ganda putri di Asian Games 2022 Hangzhou kala berduet dengan Aldila Sutjiadi.

Sementara di dunia profesional, Antara mencatat Janice Tjen sudah mengoleksi setidaknya enam gelar ITF. Kariernya terlihat melonjak pesat sejak Mei 2025.

Sang petenis mendulang dua gelar ITF W35 di Korea Selatan, kemudian meraup empat gelar tunggal secara beruntun, ditambah tiga gelar ganda sepanjang Juni.

Pencapaian tersebut mengantar Janice dinobatkan sebagai ITF Player of the Month untuk edisi Mei dan Juni tahun ini. Kesuksesan tersebut juga sekaligus membawa dia masuk ke peringkat 200 besar, sehingga berhak mendapat tiket kualifikasi US Open 2025.

Ulangi Era Keemasan?

Melonjaknya nama Janice Tjen saat ini seolah menjadi harapan akan kebangkitan tenis Indonesia, khususnya di nomor putri.

Kemunculan dia di panggung sekelas US Open 2025 seolah memberi harapan buat publik tanah air akan potensi terulangnya era kejayaan ketika Yayuk Basuki, Wynne Prakusya, dan Angelique Widjaja masih berkiprah.

Yayuk Basuki diketahui pernah mengharumkan nama Indonesia dengan mencapai babak perempat final Wimbledon pada 1997 silam

Sementara itu, Wynne Prakusya merupakan wajah tenis putri Indonesia di era 1990-an hingga 2000. Dia sempat menginjakkan kaki di WTA Finals--ajang yang mempertemukan delapan ganda terbaik dunia. Mantan atlet berusia 44 tahun juga turut membantu tim Merah Putih meraih medali emas di Asian Games 2002 Busan.

Tantangan Berat Indonesia

Di era sekarang, sejatinya bukan hal yang mustahil buat Indonesia kembali menempatkan nama-nama beken di panggung tenis putri dunia.

Selain Janice Tjen, Merah Putih masih punya Aldila Sutjiadi yang sama-sama mempersembahkan perunggu di Asian Games 2022. Petenis berusia 30 tahun itu bahkan pernah mencapai semifinal Wimbledon 2023 serta membela Indonesia dalam ajang multievent terakbar Olimpiade Paris 2024 silam.

Nama lain yang tak kalah mencuri perhatian ialah Priska Madelyn Nugroho. Dia merupakan juara Australia Terbuka Junior 2020 di nomor ganda putri.

Sayangnya, meski punya banyak nama-nama menjanjikan, Indonesia justru menghadapi tantangan berat lantaran dalam misi menjaga prestasi serta mencetak talenta-talenta tenis muda.

Pasalnya selama dua tahun terakhir, nyaris tak ada turnamen profesional yang membawahi tenis putri. Hal tersebut membuat atlet-atlet tanah air harus berjuang mencari poin dan pengalaman ke luar negeri jika tak ingin stagnan di Indonesia.

Kehadiran Janice Tjen pun diharapkan menjadi alarm pengingat agar turnamen profesional, khususnya bagi petenis putri, kembali digulirkan serta dijaga.

Apalagi Janice merupakan simbolisasi bahwa mimpi anak Indonesia, yang 'hanya' dimulai jebolan liga universitas, bisa dibawa hingga tiba di panggung dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan