4 Fakta Menarik Hari Pertama BRI Super League 2025/2026: Gol-gol 'Berdarah' dan PSM Makassar Kena Sanksi FIFA!

Pada hari pembuka, tiga pertandingan langsung menghiasi jadwal, menyuguhkan drama, gol-gol krusial, hingga kontroversi di luar lapangan.

Diperbarui 08 Agustus 2025, 22:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kompetisi BRI Super League 2025/2026 resmi digelar pada Jumat (8/8), menandai dimulainya perjalanan panjang para kontestan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.

Pada hari pembuka, tiga pertandingan langsung menghiasi jadwal, menyuguhkan drama, gol-gol krusial, hingga kontroversi di luar lapangan.

Tiga laga yang dimainkan adalah Borneo FC kontra Bhayangkara FC, PSM Makassar melawan Persijap Jepara, serta Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Yogyakarta.

Hasilnya cukup beragam: Borneo FC sukses mengamankan tiga poin lewat kemenangan 1-0, PSM harus berbagi angka 1-1 lawan Persikap, sementara Persebaya justru keok 0-1 di kandang sendiri.

Namun, yang membuat hari pertama ini begitu menarik bukan hanya hasil akhirnya. Ada sederet fakta unik yang tersaji, mulai dari sulitnya tuan rumah meraih kemenangan, gol-gol yang tercipta di menit-menit kritis.

Ada juga nasib PSM Makassar yang harus menjalani laga tanpa amunisi baru akibat sanksi FIFA. Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini.

1. Tuan Rumah Bukan Jaminan Raih 3 Poin

Keunggulan bermain di kandang sering disebut sebagai faktor penting untuk meraih kemenangan. Dukungan suporter, atmosfer stadion yang familiar, dan adaptasi kondisi lapangan seharusnya menjadi modal besar bagi tuan rumah.

Namun, di pekan pertama BRI Super League musim ini, fakta berkata lain.

Dari tiga laga, hanya Borneo FC yang mampu memanfaatkan status tuan rumah untuk meraih kemenangan. Pesut Etam menundukkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-0 lewat gol Mariano Peralta pada menit ke-66.

Sementara itu, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar gagal mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya.

2. Gol-gol Menit Akhir

Hari pertama BRI Super League 2025/2026 juga diwarnai dengan gol-gol dramatis di penghujung laga. Dari empat gol yang tercipta, dua di antaranya lahir pada 10 menit terakhir pertandingan.

Satu-satunya gol yang terjadi di babak pertama adalah torehan Victor Dethan pada menit ke-8 untuk Borneo FC.

Gol-gol di menit akhir kerap disebut sebagai "gol berdarah" karena tercipta dalam situasi menegangkan. Persebaya harus menelan kekalahan di kandang setelah Ezequiel Vidal membobol gawang mereka pada menit 90+3.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Nasib serupa dialami PSM Makassar, yang kehilangan dua poin akibat kebobolan pada menit 90+9 melawan Persijap Jepara.

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan