Persaingan Sengit Pembalap Elite Tersaji di Seri 2 Indonesian Downhill 2025, Ada Kejutan Baru

Indonesian Downhill 2025 akan menghadirkan sesuatu yang baru. Di arena yang sama dengan seri 2, digelar Indonesian Cross-country.

OlehThomas
Diterbitkan 02 Agustus 2025, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Putaran kedua kejuaraan balap sepeda gunung 76 Indonesian Downhill 2025 rencananya akan digelar pekan depan di Bukit Klangon, Yogyakarta. Ada hal menarik dan istimewa bakal tersaji di sini. Bukan cuma 76 Indonesian Downhill yang jadi sorotan pecinta extreme sports, sebab di area dan waktu yang hampir sama juga digelar kejuaraan 76 Indonesian Cross-country (IXC).

Dengan demikian bisa dipastikan kawasan di Lereng Gunung Merapi ini akan menjadi arena bertemunya ratusan rider dari kategori downhill dan cross-country dari berbagai daerah.

Putaran kedua 76 Indonesian Downhill 2025 di Bukit Klangon, Yogyakarta akan berlangsung pada 8-10 Agustus. Sedangkan event 76 Indonesian Cross-country akan lebih awal memulai debutnya pada 7-9 Agustus di venue yang sama, namun berbeda track.

Menurut Agnes Wuisan dari 76Rider selaku penyelenggara mengatakan, kejuaraan 76 Indonesian Downhill tahun ini makin dinanti para pegila balap sepeda gunung. Antusiasme tidak cuma berasal dari pegiat dan komunitas downhill saja, namun juga dari kategori cross-country. Kehadiran76 Indonesian Cross-country tahun ini di Bukit Klangon merupakan jawaban atas antusiasme tersebut.

“Dibukanya 76 IXC merupakan salah satu inovasi dan bukti keseriusan 76Rider untuk memberikan wadah prestasi bagi pebalap sepeda gunung di luar kategori downhill yang antusiasmenya juga makin meningkat. Seri kedua nanti di Bukit Klangon kami harap bisa memenuhi antusiasme dan ambisi para pecinta extreme sports baik downhill maupun cross-country,” ungkap Agnes Wuisan.

Event Director Aditya Nugraha menjelaskan, Bukit Klangon dipilih sebagai arena dua kejuaraan sekaligus lantaran merupakan salah satu venue dan track terbaik yang mampu mengakomodasi berbagai kategori kejuaraan sepeda gunung. 

“Untuk downhill di Klangon ada banyak hal baru dan berbeda, karena kami melakukan track improvement hingga sampai 85 persen. Akan less pedalling dan more flowy sehingga rider bisa lebih efisien dan makin cepat. Dan yang pasti makin seru dan menarik buat ditonton,” terangnya.

9 Kelas

Sementara 76 Indonesian Cross-country 2025 adalah kejuaraan yang berbeda dengan downhill. Jika downhill fokus pada kecepatan menuruni bukit di medan teknis ekstrem dengan sepeda full-suspension, cross-country adalah balapan ketahanan fisik di sirkuit bervariasi yang menuntut kekuatan kayuhan, stamina, dan kemampuan teknik dengan sepeda yang lebih ringan dan efisien.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pembalap wajib menyelesaikan beberapa putaran di sirkuit dan yang pertama yang mencapai garis finish keluar sebagai juara. Meski perdana, kejuaraan 76 Indonesian Cross-country 2025 sudah terdaftar dalam agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori Class 2 (C2), sehingga setiap rider yang bersaing juga bakal mendulang poin internasional. Dengan penyelenggaraan berlevel C2, siapapun yang menjadi juara akan mendapat 30 poin di ranking UCI. Lalu, untuk runner-up mendapat 20 poin dan peringkat ketiga memperoleh 15 poin. Aditya menyebut sejumlah nama besar pembalap cross-country nasional juga sudah mengonfirmasi akan meramaikan persaingan di Lereng Gunung Merapi, mulai dari Zaenal Fanani dari Thrill Factory Team, Sayu Bela dan Feri Yudoyono dari Asia Union TCS, serta masih banyak lagi. Total ada 9 kelas yang akan dilombakan dalam 76 Indonesian Cross-Country di Bukit Klangon. “Meski baru pertama kali untuk XC, target kami adalah menghadirkan kejuaraan sebaik mungkin, sesuai dengan standar regulasi UCI. Bahkan, dengan adanya peluang meraih poin internasional diharapkan dapat menjadi penyemangat ekstra buat para rider mengingat minimnya kejuaraan XC berlisensi UCI di Indonesia,” imbuhnya.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan