3 Pemain Kunci Timnas Malaysia U-23 yang Harus Diwaspadai Indonesia di Piala AFF U-23 2025

Timnas Indonesia U-23 akan menjalani laga penentu melawan rival klasik, Timnas Malaysia U-23, pada matchday ketiga Grup A Piala AFF U-23 2025

Diperbarui 21 Juli 2025, 08:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nama Haqimi Azim mencuat sebagai salah satu ancaman utama di lini depan Malaysia U-23. Beroperasi dari sisi kiri serangan, Haqimi tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kelincahan dan kemampuan olah bola yang mumpuni. Pada laga melawan Brunei, ia memborong dua gol yang menunjukkan ketajamannya di depan gawang.

Lebih dari sekadar pemain muda, Haqimi Azim sudah menapaki level yang lebih tinggi bersama Kuala Lumpur City FC di Liga Super Malaysia. Pengalaman bermain di level senior memberikan keunggulan tersendiri bagi pemain berusia 22 tahun ini.

Haqimi Azim bahkan sudah mengoleksi 12 caps bersama Timnas Malaysia senior, yang tentu membuatnya tampil lebih matang dibandingkan banyak pemain sebayanya.

Fergus Tierney

Meski memulai laga dari bangku cadangan saat menghadapi Brunei, kehadiran Fergus Tierney langsung memberi dampak besar bagi permainan Malaysia. Pemain Sabah FC itu mencetak gol pada menit ke-74, menegaskan naluri mencetak gol yang tak bisa diremehkan. Pergerakannya di lini depan cukup mobile dan bisa mengecoh barisan pertahanan lawan.

Tierney bukan nama baru bagi publik sepak bola Indonesia. Pada edisi Piala AFF U-23 tahun 2023, ia tampil cemerlang kala Malaysia mengalahkan Indonesia di fase grup. Saat itu, Tierney mencetak dua gol dan menjadi mimpi buruk bagi Garuda Muda. Pengalaman serta rekam jejak tersebut membuatnya jadi pemain yang wajib diwaspadai jika kembali diturunkan.

Danish Syamer

Pemain muda lainnya yang tampil mencolok adalah Danish Syamer. Ia menyumbang satu gol dan satu assist pada laga kontra Brunei, dengan gol pembuka yang memecah kebuntuan permainan Malaysia. Syamer bermain dari lini kedua, namun kontribusinya dalam serangan sangat besar dan sering kali muncul tiba-tiba di kotak penalti lawan.

Usianya yang masih 20 tahun tak mengurangi pengaruhnya di atas lapangan. Danish memiliki pergerakan yang cair dan tidak terikat pada satu posisi.

Danish Syamer bisa mengeksplorasi ruang, menarik perhatian bek lawan, dan menciptakan celah bagi rekan-rekannya. Dengan gaya bermain seperti ini, lini tengah Indonesia harus benar-benar fokus dalam mengantisipasi pergerakannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persija Jakarta Resmi Angkut Eks Kiper Persib Bandung, Berlabel Timnas Indonesia

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan