Wenger Bantah Kritik Klopp dan Bela Piala Dunia Antarklub, Apa Katanya?

Arsene Wenger membantah kritik Jurgen Klopp soal Piala Dunia Antarklub dan menyebut turnamen ini justru mendapat dukungan penuh dari klub, pemain, dan fans.

Diterbitkan 11 Juli 2025, 10:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Arsene Wenger menanggapi langsung kritik tajam Jurgen Klopp terhadap Piala Dunia Antarklub yang disebutnya sebagai 'ide terburuk yang pernah ada'. Mantan pelatih Arsenal itu menyebut turnamen ini justru disambut positif oleh klub-klub peserta.

Turnamen yang kini digelar pada musim panas dan diperluas menjadi 32 tim sempat menuai kritik karena padatnya kalender. Namun menurut Wenger, yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, turnamen ini terbukti diminati.

“Kalau bertanya ke semua klub yang ikut, 100% dari mereka akan bilang ingin ikut lagi. Itu jawaban terbaik soal bagaimana klub memandang turnamen ini,” ujar Wenger.

Respon Wenger: Klub dan Fans Antusias

Wenger menegaskan bahwa ia tidak sependapat dengan Klopp. Menurutnya, bukan hanya klub dan pemain yang mendukung, tapi antusiasme penonton pun terbukti tinggi dari data kehadiran di stadion.

“Setiap orang berhak punya pendapat dan saya tidak sependapat dengan Jurgen Klopp,” katanya. “Pertanyaan yang menentukan adalah, apakah fans menyukainya? Kami memperkirakan penonton akan rendah, tapi kenyataannya jauh lebih tinggi.”

Piala Dunia Antarklub edisi tahun ini menjadi ajang eksperimen besar FIFA, terutama dengan penyesuaian jadwal dan format. Final kompetisi ini akan mempertemukan Chelsea dan PSG di MetLife Stadium, New Jersey.

Evaluasi Cuaca dan Persiapan Menuju Piala Dunia 2026

FIFA juga menggunakan turnamen ini sebagai bahan evaluasi jelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Wenger mengakui ada tantangan terkait cuaca panas, terutama di beberapa venue seperti Orlando.

“Panas di beberapa laga jadi masalah, tapi kami mengatasinya lewat cooling break dan penyiraman lapangan. Kami belajar banyak dari situ,” ujar Wenger.

Ia juga mengungkap bahwa rumput di stadion Amerika sedikit berbeda, lebih keras dan tahan lama. Namun, setelah disiram, kondisi rumput dianggap memadai oleh semua pihak.

Analisis internal FIFA menunjukkan bahwa suhu di atas 35°C berpengaruh terhadap kemampuan sprint pemain. Oleh karena itu, penggunaan stadion beratap dan penyesuaian jadwal tayang menjadi prioritas untuk edisi berikutnya.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pemain Incaran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Manchester United Langsung Pendekatan

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan