Italia: Menang Bukan target, tapi Kewajiban Mutlak

Pada laga pertama Grup I, Italia takluk 0-3 dari Norwegia. Kekalahan itu langsung memicu kekhawatiran akan skenario playoff yang menegangkan, seperti yang mereka alami dalam dua edisi sebelumnya.

Diperbarui 08 Juni 2025, 11:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mapei Stadium menjadi tempat yang krusial. Italia butuh hasil positif, tak hanya untuk menjaga peluang, tapi juga untuk meredakan tekanan yang semakin berat. Kemenangan jadi harga mati, bukan sekadar target.

Moldova, Ancaman dalam Diam

Di atas kertas, Moldova bukan lawan seimbang bagi Italia. Mereka selalu kalah dalam empat pertemuan di Kualifikasi Piala Dunia sebelumnya, termasuk kekalahan 0-6 dalam laga persahabatan terakhir lima tahun lalu. Namun, Italia tetap tak boleh lengah.

Tim asuhan Serghei Clescenco juga memulai kualifikasi dengan hasil buruk, kalah 0-5 dari Norwegia dan 2-3 dari Estonia. Sebelumnya, Moldova hanya bermain imbang 1-1 lawan Gibraltar dan baru saja takluk 0-2 di laga uji coba kontra Polandia.

Meski begitu, Moldova bisa jadi pengganggu jika Italia kembali tampil di bawah standar. Apalagi, mereka pernah membuat kejutan dengan mengalahkan Polandia 3-2 di kualifikasi Euro 2024. Tekanan di kubu tuan rumah bisa jadi celah yang dimanfaatkan Tricolorii.

Kekuatan Baru di Dua Kubu

Luciano Spalletti kemungkinan besar akan menyegarkan komposisi timnya. Beberapa pemain ditarik keluar skuad karena cedera, seperti Moise Kean, Manuel Locatelli, dan Riccardo Calafiori. Sementara Francesco Acerbi menolak pemanggilan karena alasan personal.

Dengan situasi itu, pelatih asal Certaldo tersebut harus cermat memilih starting XI. Fokus utama adalah membenahi pertahanan yang sempat rapuh dan lini serang yang kurang tajam. Donnarumma tetap jadi andalan di bawah mistar, tapi siapa yang melindunginya masih jadi teka-teki.

Di sisi lain, Moldova akan kehilangan winger Maxim Cojocaru karena hukuman kartu merah. Namun, mereka mendapat angin segar dari debut pemain muda Sergiu Perciun. Di lini depan, Ion Nicolaescu tetap jadi andalan, dengan dukungan Mihail Caimacov dari lini kedua.

Azzurri Harus Menang, Tak Ada Alasan Lain

Italia tak punya waktu untuk menyesal. Jalan menuju Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sudah penuh rintangan sejak awal. Laga melawan Moldova harus jadi titik balik, bukan sekadar ajang mengumpulkan poin.

Kemenangan akan menjaga moral tim dan kepercayaan publik. Sebaliknya, hasil buruk bisa memicu kekacauan lebih besar, termasuk soal masa depan Spalletti. Di tengah tekanan, Italia dituntut tampil lebih berani, efisien, dan fokus sejak peluit awal.

Kini, semuanya ada di tangan para pemain. Lawan boleh lebih lemah di atas kertas, tapi dalam sepak bola, tekanan bisa membalikkan segalanya. Gli Azzurri harus mengendalikan nasib mereka sendiri—dan itu dimulai dari Reggio Emilia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan