7 Pemain Flop Premier League yang Pernah Main di Final Liga Champions

Banyak pemain gagal menembus ketatnya persaingan Premier League. Tapi ternyata, beberapa di antaranya mampu menembus final Liga Champions.

Diperbarui 30 Mei 2025, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Eric Maxim Choupo-Moting

Eric Maxim Choupo-Moting sepertinya punya rahasia sukses yang luar biasa. Gagal bersinar di Stoke City, yang terdegradasi setelah sepuluh tahun di Premier League, ia justru berhasil mendapatkan tempat di PSG.

Selama dua musim di Prancis, ia menjadi sorotan karena gagal memanfaatkan peluang emas. Namun, ia tetap tampil di final Liga Champions 2020 melawan Bayern Munich.

Akhirnya, Choupo-Moting justru bergabung dengan Bayern Munchen. Tampaknya sang agen benar-benar tahu cara mengatur karier kliennya.

5. Stefan Savic

Stefan Savic bergabung dengan Manchester City pada 2011, di usia 20 tahun, setelah ayahnya meninggal secara tragis. Ayahnya adalah presiden dewan kota Mojkovac di Montenegro.

Savic merupakan satu-satunya pemain Partizan yang pernah didukung oleh ultras Red Star Belgrade. Ia hanya bertahan satu musim di Manchester City sebelum ditukar dengan Matija Nastasic dari Fiorentina.

Tiga tahun di Florence membuat kariernya kembali bersinar. Pada 2015, Savic menjadi andalan Atletico Madrid di bawah asuhan Diego Simeone dan bermain penuh 120 menit di final Liga Champions 2016.

6. Fernando Llorente

Fernando Llorente dikenang selamanya oleh para penggemar Tottenham karena golnya ke gawang Manchester City di perempat final Liga Champions 2019. Gol itu memastikan Spurs lolos ke semifinal untuk pertama kalinya.

Namun, Llorente sebenarnya tidak begitu cemerlang di Liga Inggris bersama Spurs. Dalam dua musimnya, dia hanya mencetak dua gol di Premier League.

Llorente juga sempat bermain di final Liga Champions 2019 saat Spurs kalah dari Liverpool. Sebelumnya, dia sudah pernah merasakan final Liga Champions pada 2015 bersama Juventus.

7. Marco Materazzi

Marco Materazzi adalah pemenang Piala Dunia dan bagian dari tim Inter Milan yang meraih treble bersejarah. Selain itu, ia juga menjadi salah satu pemain favorit Jose Mourinho karena karakter kuat dan sikapnya yang tak kenal menyerah di lapangan.

Karier Materazzi sempat berjalan biasa saja ketika membela Everton pada musim 1998-99. Periode itu hampir terlupakan karena penampilannya yang minim dan tak memberikan kesan berarti bagi klub.

Namun, prestasi besar Materazzi datang kemudian, termasuk penampilan singkatnya di final Liga Champions 2010. Semua itu membuat masa-masa di Goodison Park hanya menjadi catatan kecil dalam perjalanan kariernya yang gemilang.

Sumber: Planet Football

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan