7 Pemain Flop Premier League yang Pernah Main di Final Liga Champions

Banyak pemain gagal menembus ketatnya persaingan Premier League. Tapi ternyata, beberapa di antaranya mampu menembus final Liga Champions.

Diperbarui 30 Mei 2025, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Banyak pemain gagal menembus ketatnya persaingan Premier League. Tapi ternyata, beberapa di antaranya mampu menembus final Liga Champions.

Nama-nama ini sempat dianggap remeh saat bermain di Inggris. Kini, mereka malah jadi pemain kunci di final bergengsi Eropa.

Siapa sangka perjalanan karier mereka berubah begitu drastis? Dari dicap flop, mereka bisa menjadi sorotan dunia.

Bagi para fans Premier League, kisah ini pasti mengejutkan. Gagal di Premier League, tapi bangkit di panggung Eropa.

Berikut ini tujuh pemain flop Premier League yang justru berhasil main di final Liga Champions. Simak ceritanya di bawah ini!

1. Jadon Sancho

Jadon Sancho sempat dianggap sebagai salah satu bakat besar di Eropa. Namun, kariernya di Manchester United dan Chelsea tidak berjalan mulus.

Sancho kembali ke Borussia Dortmund pada 2024 dengan status pinjaman. Di sana, ia kembali menunjukkan magisnya dan jadi kunci lolosnya Dortmund ke final.

Sayangnya, performa Sancho di final melawan Real Madrid tidak mampu menyelamatkan timnya. Siapa tahu, di masa depan, ia bisa jadi bintang di Serie A.

2. Joselu

Joselu adalah contoh striker yang justru berkembang di usia matang. Sebelumnya gagal bersinar di Stoke dan Newcastle, ia justru tampil memukau di Espanyol.

Performa apiknya bersama Espanyol membuat Real Madrid meminjamnya untuk musim 2023-24. Bersama Los Blancos, Joselu sukses meraih gelar La Liga, Liga Champions, dan Supercopa de Espana.

Dua gol krusialnya ke gawang Bayern Munchen di semifinal Liga Champions membuat namanya semakin harum di kalangan Madridista. Ia juga tampil di final saat Madrid menundukkan Borussia Dortmund.

3. Jon Dahl Tomasson

Jon Dahl Tomasson mungkin bukan nama yang sering disebut saat membahas transfer gagal dari Eredivisie. Namun, pemain Denmark ini menjadi salah satu yang pertama dianggap “flop” ketika pindah ke Newcastle.

>Tomasson sebelumnya tampil gemilang di Heerenveen dengan 24 gol. Newcastle memboyongnya dengan harapan bisa menggantikan Alan Shearer yang cedera parah.

Sayangnya, karier Tomasson di Inggris tidak berjalan sesuai harapan. Ia kemudian bersinar di Feyenoord dan bahkan bermain di final Liga Champions 2005 bersama AC Milan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Eric Maxim Choupo-Moting sepertinya punya rahasia sukses yang luar biasa. Gagal bersinar di Stoke City, yang terdegradasi setelah sepuluh tahun di Premier League, ia justru berhasil mendapatkan tempat di PSG. Selama dua musim di Prancis, ia menjadi sorotan karena gagal memanfaatkan peluang emas. Namun, ia tetap tampil di final Liga Champions 2020 melawan Bayern Munich. Akhirnya, Choupo-Moting justru bergabung dengan Bayern Munchen. Tampaknya sang agen benar-benar tahu cara mengatur karier kliennya.

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan