Man United Finish 15 Besar: Ironi, Harapan, dan Janji Kosong Ruben Amorim

Musim 2024/2025 jadi mimpi buruk yang tak lekang dalam sejarah Manchester United. Kekalahan demi kekalahan membuat Old Trafford kehilangan auranya, dan Ruben Amorim berdiri sebagai simbol ketidakpastian.

Diperbarui 28 Mei 2025, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lebih parahnya lagi, usia dan riwayat cedera beberapa pemain membuat sistem ini tak bisa diterapkan maksimal. Amorim pun dituntut untuk mengevaluasi kebutuhan tim secara realistis menjelang musim depan.

Rekonstruksi Skuad: Banyak PR, Sedikit Dana

Satu tantangan besar Amorim ada di bursa transfer. Dengan bujet terbatas, United diyakini butuh hingga 10 pemain baru, termasuk striker, gelandang dinamis, wing-back, dan bek tengah cepat.

Sayangnya, kemampuan United menjual pemain untuk mendanai transfer dikenal buruk. Beberapa kompromi pun harus dilakukan, termasuk mempertahankan pemain yang tidak ideal hanya karena tak laku di pasar.

Andre Onana, misalnya, bisa jadi tetap dipertahankan meski performanya tak meyakinkan. Sementara nama-nama seperti Rasmus Hojlund, Alejandro Garnacho, dan Kobbie Mainoo terancam dijual demi memenuhi kebutuhan PSR.

 

Ketegangan Internal dan Masa Depan yang Suram

Hubungan Amorim dengan beberapa pemain juga dikabarkan renggang. Marcus Rashford sempat berselisih dengan sang pelatih, sementara Garnacho sudah diminta mencari klub baru.

Ironisnya, pemain yang tampil paling konsisten, Bruno Fernandes, justru bisa jadi incaran klub lain. Kehilangan kapten seperti Fernandes bisa memukul mental tim lebih jauh lagi.

“Sekarang kita harus memilih, tetap terjebak di masa lalu atau bersatu dan bergerak maju,” kata Amorim. Namun dengan konflik internal dan skuad tak stabil, retorika itu tampak seperti harapan kosong.

Tantangan Berat Musim Depan

Musim depan, Amorim harus menambal selisih 14 poin hanya untuk menyamai posisi Bournemouth di peringkat ke-9. Untuk bersaing ke zona Liga Champions, selisihnya bahkan mencapai 24 poin.

Target yang masuk akal? Mungkin hanya mencoba finish di posisi 8 besar dan mengincar tiket UEFA Conference League. Sebuah ambisi yang terdengar kecil untuk klub sebesar Manchester United.

“Saya harus membuktikan musim depan,” tegas Amorim. Tapi jika tren buruk tak berubah, bisa jadi United akan membayar mahal karena tetap percaya padanya terlalu lama.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan