Naturalisasi atau Perjodohan? Gagasan Nyentrik Ahmad Dhani Soal Regenerasi Pemain Timnas Indonesia

Ahmad Dhani menghadiri rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat serta Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2025). Rapat tersebut membahas kebijakan naturalisasi pemain sepak bola yang kini menjadi strategi utama dalam memperkuat Timnas Indonesia di kancah internasional.

Diperbarui 06 Maret 2025, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ahmad Dhani mengusulkan konsep regenerasi pemain sepak bola melalui perjodohan antara pemain diaspora berusia 40 tahun dengan perempuan pribumi. Ia meyakini bahwa cara ini dapat melahirkan pemain berkualitas yang tetap mencerminkan identitas lokal.

Meskipun terdengar tidak konvensional, ia menilai metode ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada naturalisasi instan. Bahkan, ia menyarankan agar konsep ini dimasukkan dalam program pembinaan sepak bola Indonesia dan dialokasikan dalam anggaran khusus.

Mencari Identitas Sepak Bola Indonesia

Dalam dunia sepak bola internasional, naturalisasi memang sering menjadi strategi cepat bagi tim nasional untuk meningkatkan daya saing mereka. Namun, usulan Ahmad Dhani ini mengarah pada pendekatan yang lebih fundamental, yakni membangun sistem regenerasi pemain berbasis keturunan dan pembinaan usia dini. 

Terlepas dari kontroversi yang kemudianmuncul, usulan Ahmad Dhani menunjukkan bahwa kebijakan naturalisasi masih menjadi perdebatan yang menarik di Indonesia. Dengan berbagai perspektif yang muncul, PSSI dan pemerintah perlu mencari strategi terbaik yang tidak hanya mengutamakan kualitas pemain, tetapi juga mempertimbangkan jati diri sepak bola nasional agar tetap berkembang dengan karakter khasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Salma Sophiatunnisa, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan