Kisah Sukses JDT di Malaysia Jadi Inspirasi Calon Klub Baru Liga Indonesia

Dalam beberapa tahun mendatang, bukan tidak mungkin ada klub Indonesia yang bisa sesukses JDT.

OlehThomas
Diperbarui 13 November 2023, 08:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Johor Darul Ta'zim F.C atau JDT dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi klub yang sangat disegani dan ditakuti di Malaysia. JDT juga tak cuma berjaya di dalam negeri, mereka mampu berprestasi di Liga Champions Asia.

Pergantian nama dari Johor FC menjadi JDT pada tahun 2013 mengubah nasib klub yang dimiliki Tunku Ismail Idris. JDT menjuarai Liga Malaysia pertama kali setahun kemudian. Setelah itu mereka merajai Liga Malaysia dan sudah juara liga 10 kali beruntun.

Kisah sukses JDT ini jadi inspirasi di Indonesia. Sekolah sepak bola Proball Mastery ingin bisa meniru kesuksesan JDT yang tak cuma berjaya di lapangan tapi juga punya finansial luar biasa sehingga bisa memiliki fasilitas yang memanjakan pemain.

Meski saat ini masih fokus pada pengembangan usia dini, Founder Proball Mastery, Akash Nathani sudah memiliki rencana besar jangka panjang untuk meniru apa yang dilakukan JDT. Proball berencana masuk ke level profesional dalam kurun tiga tahun. Pertama-tama mereka bakal main di Liga 3.

Saat ini Proball memiliki sekolah sepak bola dari usia lima sampai 16 tahun. Lokasi Proball telah tersebar di enam cabang yang berada di beberapa wilayah di Jakarta seperti Pejaten, Cempaka Putih, Cilandak, Sunter, Bintaro dan Kelapa Gading.

"Dalam tiga tahun kita punya target menjadi klub Liga 3. Klub profesional dan semoga setiap tahun ada promosi. Semoga bisa tembus Liga 1 dalam lima atau enam tahun. Rencana kita jauh ke depan. Saya menyukai JDT. Kita terinspirasi JDT," kata Akash.

Rencana Jangka Panjang Proball

Untuk mempersiapkan diri masuk level profesional, Proball terus mencari investor agar bisa memiliki kekuatan seperti JDT yang memiliki fasilitas seperti klub-klub Eropa. Akash tidak ingin seperti beberapa klub yang ngegas di awal terbentuk tapi kemudian kehabisan bensin di tengah jalan.

"Dimana infrastruktur kita harus skala Eropa. Itu projek kita dalam 10 tahun bisa punya stadion sendiri, hotel sendiri, mess sendiri untuk pemain-pemain. 6 sampai 8 lapangan sepak bola dan satu indoor untuk futsal. Karena kita juga ada tim futsal," tegas Akash.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya juga ngelatih pelatih-pelatih kita supaya kurikulum kita berjalan kualitas tinggi dan merata di semua cabang. Saya kejar untuk investor-investor untuk menjadi klub profesional. Seringkali di Indonesia klub-klub baru dua atau tiga tahun sudah ada masalah finansial. Bagi saya tidak akan berkecimpung kalau belum siap untuk 30 tahun ke depan. Rencana kita untuk jangka panjang banget. Saya orangnya tidak buru-buru. Yang penting fondasinya biar kenceng banget."

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan