Pebulu Tangkis Indonesia Siap Unjuk Gigi di Xpora Indonesia International Challenge dan BNI Indonesia Masters Super 100

Para pebulu tangkis Indonesia akan unjuk gigi di Xpora Indonesia International Challenge dan BNI Indonesia Masters Super 100 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara.

Diterbitkan 16 Agustus 2023, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim pelatnas bulu tangkis Indonesia berkekuatan besar menghadapi dua turnamen internasional yang dihelat di Medan, Sumatera Utara. Xpora Indonesia International Challenge dari 29 Agustus sampai 3 September dan BNI Indonesia Masters Super 100 yang dimainkan 5 sampai 10 September.

Sebanyak 47 pebulu tangkis siap tampil di Xpora Indonesia International Challenge. Adapun 57 pemain akan berlaga di BNI Indonesia Masters Super 100.

Mereka di antaranya adalah Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcelyno, Komang Ayu Cahya Dewi, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Selain itu, ada pasangan Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo, Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, hingga Jafar Hidayatullah/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Tak hanya tim pelatnas, pemain-pemain di luar pelatnas pun dipastikan ikut ambil bagian. Sebut saja Tommy Sugiarto, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan juara Mansion Sports Indonesia International Challenge 2022, Anggia Shitta Awanda/Putri Larasati.

 

Pebulu Tangkis yang Bisa Berlaga di Xpora Indonesia International Challenge dan BNI Indonesia Masters Super 100

Namun, berdasarkan pembaharuan Peraturan Organisasi (PO) No. 15 tahun 2022, tidak semua pemain bisa turun di dua turnamen tersebut. Dalam PO itu tertera pebulu tangkis Indonesia yang bisa disetujui untuk turun di level International Challenge adalah pemain berperingkat BWF 1-200, sementara di level Super 100 adalah pemain dengan peringkat BWF 1-150.

Dasar penerbitan PO No. 15 tahun 2022 dan perubahannya pada l 5 April 2023 adalah PO No. 06 tahun 2019. Saat itu PBSI ditegur Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) karena ada pemain Indonesia tampil di turnamen internasional dengan kualitas di bawah standar sehingga kalah dengan skor mencolok.

Dari kejadian tersebut, dibuatlah PO yang membatasi pendaftaran pemain-pemain non-pelatnas dengan tujuan agar kualitas pemain yang turun mengikuti turnamen internasional, benar-benar sesuai level pertandingannya.

Termasuk dengan kejuaraan internasional yang digelar di Indonesia, ini juga untuk menjaga kualitas turnamen itu sendiri.

 

Medan Sanggup Gelar 2 Turnamen Bulu Tangkis Internasional

Kota Medan dipilih sebagai tuan rumah karena melihat kesiapan dan kesanggupan GOR Pancing yang sudah memiliki kapasitas layak untuk menggelar turnamen bulu tangkis internasional. Selain itu, Medan juga sudah 27 tahun absen mengadakan turnamen bulu tangkis internasional.

"Sesuai arahan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PP PBSI untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan pengurus-pengurus PBSI di provinsi lalu melihat kesiapan serta kapasitas GOR Pancing di Sumatera Utara yang sudah layak maka kami memilih Medan sebagai tuan rumah dua turnamen ini," kata Ketua Panitia Pelaksana Armand Darmadji.

"Tentunya kesempatan ini menjadi pemuas rindu bagi kota Medan setelah menanti selama 27 tahun. Akhirnya Medan kembali menggelar kejuaraan bulutangkis level internasional setelah terakhir tahun 1996 lewat gelaran Indonesia Open," pungkas Armand.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Real Madrid Tertinggal 6 Poin dari Barcelona, Mourinho Tetap Yakin Bisa Juara Liga Spanyol

Bogi Triyadi, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan