Memori Redknapp Tujuh Tahun Lalu

Dibayangi momen pahit tujuh tahun yang lalu di Villa Park, Harry Redknapp dan QPR bertandang ke Aston Villa dengan kepercayaan diri yang tinggi usai mencetak du

Diterbitkan 16 Maret 2013, 09:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sabtu, 4 Maret 2006. Harry Redknapp dan Portsmouth bertandang ke Villa Park. Laga penting bagi The Pompey yang saat itu terjerat dalam zona merah. Gol tunggal lewat sundulan Milan Baros di babak pertama membawa kemenangan 1-0  langsung bagi Villa. Portsmouth kian terbenam di zona degradasi. Redknapp marah dan memboikot sesi konferensi pers.Sepekan kemudian, Portsmouth tampil mengejutkan dengan memecundangi Manchester City. Lewat upaya yang dramatis, skuat Redknapp berhasil mendulang 20 poin dari 10 partai terakhir. Portsmouth pun lolos dari jerat degradasi. The most unlikely escapes ever. Begitu media massa Inggris menjuluki kebangkitan fantastis Portsmouth bersama Redknapp.Sabtu, 16 Maret 2013. Redknapp kembali ke Villa Park. Tentunya bukan bersama Portsmouth, melainkan Queens Park Rangers (QPR), klub yang ditukanginya sejak 24 November 2012 lalu. Akankah, kali ini di Birmingham, peruntungan dramatis Redknapp kembali berulang? Boleh jadi iya. Saat Redknapp mengambil alih jabatan manajer dari Mark Hughes, QPR baru meraup empat (4) poin hasil dari 12 partai. Kini, dari 29 partai QPR telah mendulang 23 angka. Artinya, di bawah Redknapp, The Hoops memetik 25 poin dari 11 partai. Kemenangan di Villa Park membuat QPR berpeluang untuk keluar dari zona degradasi untuk kali pertama di sepanjang musim ini.Di lain pihak, tujuh tahun lalu kemenangan yang diraih Villa membuat mereka menempati peringkat ke-14 di klasemen. Kini, The Villans berada di peringkat ke-17 atau satu strip di atas zona merah dan hanya unggul tiga angka. Artinya, posisi skuat asuhan Paul Lambert masih jauh dari kata aman dan dapat dikatakan jika Villa sama gentingnya dengan QPR.Karenanya, laga nanti sore (malam WIB), menjadi salah satu titik penting dalam usaha Villa mempertahankan statusnya di Liga Premier. Pekan lalu, kemenangan 2-1 di kandang Reading menjadi modal berharga bagi Lambert. Tiga poin lawan QPR nanti sore tentunya bakal membuat Lambert bisa bernafas lega. Sayangnya, sejauh ini Villa jarang memetik kemenangan back-to-back alias dua kali kemenangan beruntun. Terakhir, mereka melakukannya di dua laga pamungkas musim 2010-2011, saat membungkam Arsenal 2-1 di Emirates Stadium, 15 Mei 2011, dan mengalahkan Liverpool 1-0 sepekan kemudian.Lalu? Hasil seri, seperti yang terjadi di pertemuan pertama di Loftus Road, 1 Desember 2012, bukanlah hasil yang buruk bagi skuat Redknapp. Sebaliknya, bagi anak-anak asuhan Lambert, yang dalam partai sisa harus menjalani partai berat menghadapi tiga klub elite: Liverpool, Manchester United, dan Chelsea.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Untung Selangit, 5 Penjualan Termahal Akademi Chelsea

Ajang NurdinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan