Liga 1 2023/2024 Segera Bergulir, Klub Bakal Dapat Kontribusi Lebih Besar dari Musim Sebelumnya

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1memastikan klub-klub yang bermain di ajang sepak bola kasta tertinggi Tanah Air bakal mendapat pemasukan melalui kontribusi yang nilainya jauh lebih besar dibanding sebelumnya pada musim 2023/2024.

Diperbarui 20 Juni 2023, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ada Variabel Kontribusi untuk Klub-Klub Liga 1

Lebih lanjut, Dirut PT LIB menjelaskan pihaknya juga bakal memberi variabel kontribusi kepada klub-klub Liga 1. Kontribusi ini memuat aspek-aspek kompetitif di mana di mana klub yang mendapat ranking terbaik bakal memperoleh nilai kontribusi yang lebih besar dibanding klub-klub di bawahnya. 

"Yang kedua, bahwa kita merasa perlu memberikan apresisi kepada semua klub yang berprestasi (melalui variabel kontribusi). Variabel kontribusi ini (diberikan berdasarkan) ranking dari tiap-tiap klub. Ranking-nya kan 1-15, kalau dia terdegradasi ya tidak (dapat)," kata Ferry lagi. 

"Akan tetapi, dari aspek komersialisasi yang namanya rating dan share, itu dari ranking pertama sampai ranking 18 dapat. Sehingga kalau klub yang didegradasi, mungkin katakanlah (mereka) dapat fixed kontribusi yang sama dengan klub-klub yang lain, ditambah dengan dari rating atau share," tandas dia.

Pembaruan Lain di Liga 1 2023/2024

Sebagai informasi, PT LIB memang telah menyiapkan berbagai pembaruan untuk meningkatkan kualitas Liga 1 musim depan.

Tak hanya dari segi pemasukan klub, operator kompetisi bersama PSSI juga telah belerja sama dalam hal pengadaan Virtual Assistant Referee (VAR) guna mendukung pelaksanaan Liga 1 2023-2024.  

Dirut PT LIB Ferry Paulus sebelumnya menjelaskan, teknologi VAR ini bakal mulai diterapkan sekitar bulan Februari, sesuai dengan amanat Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Adapun langkah tersebut salah satu bentuk upaya transformasi untuk meningkatkan kualitas sepak bola Tanah Air. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan