Prancis Protes ke FIFA saat Gol Antoine Griezmann di Piala Dunia 2022 Dianulir VAR

FFF tak terima ketika gol Antoine Griezmann ke gawang Tunisia di laga penutup Piala Dunia 2022 dianulir.

Diperbarui 01 Desember 2022, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Saya tidak akan mengatakan ada rasa takut, tapi kami sedikit terguncang di awal pertandingan. Tapi, ada pemain yang tidak dalam posisi biasanya, jadi mereka tidak terbiasa,” lanjutnya.

Deschamps memang melakukan sedikit terobosan saat menjalani pertandingan kontra Tunisia. Legenda Les Bleus itu menerapkan formasi tak seperti biasanya, yakni menggunakan 4-1-4-1. Padahal, pelatih berusia 52 tahun itu sejatinya biasa menggunakan skema 4-2-3-1 di dua laga awal penyisihan grup.

Di pertandingan kontra Tunisia, Deschamps juga menurunkan banyak pemain pelapis. Fakta itu yang membuat pernyataan Saliba cukup masuk akal.

>Namun, saat Prancis memasuki babak 16 besar, Deschamps diyakini tak akan mengambil risiko besar dalam menerapkan skema bermain. Mantan pelatih AS Monaco itu dipercaya akan kembali ke formula awal, yakni bermain dengan formasi 4-2-3-1.

Peluang Prancis di 16 Besar

Keberhasilan Prancis melaju ke babak knock-out membuat mereka akan menghadapi Polandia di Al Thumama Stadium, Minggu (4/12/2022). Pertandingan itu tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Les Bleus, mengingat Polandia bukan lawan yang mudah diremehkan.

Fakta itu tentu saja merujuk dari rekor pertemuan kedua tim, di mana keduanya sudah saling mengalahkan dalam dua pertemuan dalam sejarah mereka.

Namun, melihat komposisi skuad yang dibawa keduanya di Piala Dunia kali ini, banyak pihak beranggapan bahwa Prancis akan mampu mengatasi permainan Polandia di babak 16 besar nanti.

Fakta lainnya karena Polandia belum cukup impresif selama menjalani babak penyisihan Grup C. Mereka hanya meraih satu kemenangan kontra Arab Saudi 2-0, bermain imbang tanpa gol dengan Meksiko, dan dikalahkan Argentina 0-2 di laga terakhir penyisihan grup. Hasil itu pula yang membuat Polandia menjadi runner-up di belakang Argentina.

Selain itu, Polandia masih sangat ketergantungan kepada Robert Lewandowski sebagai ujung tombak. Sialnya, striker Barcelona itu baru mencetak satu gol sepanjang penyisihan grup. Mantan striker Bayern itu melakukannya ke gawang Arab Saudi.

Meski demikian, Czeslaw Michniewicz selaku pelatih kepala Polandia masih memiliki keyakinan akan peluang tim asuhannya. “Jika Anda bertanya tentang peluang kami di babak selanjutnya, tentu tak mudah bagi siapapun. Apalagi, kami akan menghadapi tim kuat macam Prancis. Tapi, kami akan menunjukkan diri kami sebagai tim yang kompak,” tutur Michniewicz.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yulianto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan