Budweizer selaku sponsor bir di Piala Dunia 2022 kini hanya boleh menjual produk Bud Zero, bir yang tak mengandung alkohol, di dalam stadion
Budweiser langsung bereaksi atas kebijakan baru ini. Akun Twitter Budweiser berkicau" "Yah, ini canggung ..." setelah perubahan kebijakan itu, tetapi postingan itu dengan cepat dihapus.
Setelah keluarnya keputusan itu muncul beragam reaksi dari pemain dan penggemar sepakbola. Al Jazeera melaporkan, usai shalat Jumat, perbincangan di ibu kota, Doha, tiba-tiba menjadi keputusan pemerintah untuk menghentikan semua penjualan bir di stadion.
Disayangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1690163/original/024566400_1503573683-82dba30feece8011c6049e2a94817835-058262500_1439474279-Toast.jpg)
Mantan striker yang kini menjadi ofisial tim Jerman, Oliver Bierhoff mengatakan dia tidak dapat memahami keputusan pelarangan bir di sekeliling stadion pada Piala Dunia 2022Qatar.
Bierhoff mengatakan otoritas FIFA dan Qatar seharusnya mengumumkan keputusan itu lebih awal.
"(Keputusan) sangat disayangkan dan menimbulkan ketidakpastian," kata Bierhoff, Sabtu (19/11/2022). "Tentu saja, bir adalah bagian dari turnamen.
"Saya tidak mengerti keputusannya dan terutama waktunya. Ada cukup waktu untuk itu sebelumnya."
Sedangkan kapten Jerman, Manuel Neuer mengakui para penggemar tidak menyukai keputusan itu. "Sifat jangka pendek (keputusan) dan spontanitas adalah hal yang tidak disukai fans. Akan lebih baik untuk mengatakannya dari awal."
Abdullah, seorang warga Mesir di Qatar, mengatakan dia akan merasa lebih nyaman menghadiri pertandingan karena mengetahui bahwa bir tidak akan tersedia di stadion.
“Saya senang mendengar kabar ini. Bukannya alkohol tidak dijual di Qatar. Orang-orang harus menghormati budaya Muslim dan melanjutkan turnamen. Saya akan merasa jauh lebih baik membawa keluarga saya ke stadion sekarang. Kami mendukung Brasil,” katanya.
Sangat Terlambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2048061/original/085740600_1522647097-iStock-843389516.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4062913/original/031458300_1656053921-Minum_Bir_hingga_Nendang_Bola__Kate_Middleton_Curi_Perhatian_di_Perayaan_Platinum_Jubilee-4.jpg)
Federico Ferraz, koordinator grup penggemar dari Portugal, mengatakan keputusan untuk melarang alkohol di stadion dibuat terlambat.
“Saya pikir FIFA dan Qatar sangat terlambat untuk mengumumkan keputusan ini. Fans akan merasa sulit melakukannya. Mereka menunggu sampai menit terakhir, sampai semua orang membeli tiket, memesan hotel, dan kemudian mereka mengumumkannya.
Apakah mereka takut penggemar tidak akan datang ke sini jika mereka melarang alkohol sebelumnya?”
“Kami di sini bukan untuk minum bir. Kami di sini untuk menonton sepak bola kelas dunia,” kata Adel Abou Hana, seorang penggemar dari Amerika Serikat.
Usman Jawad, seorang dokter asal Pakistan yang kini bekerja di Qata mengatakan “Saya kira kita perlu menghormati cara pandang negara tuan rumah karena setiap negara memiliki budaya tertentu. Saya kira penonton datang untuk melihat pertandingan olahraga ini dan seharusnya mereka fokus pada hal itu."
"Jika tuan rumah mengatakan sesuatu, mereka yang datang harus menghormati pandangan dan budaya negara bersangkutan,” jelas dia.
Mohammad Ali, 50, dokter dari Sheffield, Inggris, yang kini tinggal di Qatar, mengatakan ikut mendukung keputusan tersebut karena tidak ingin anak-anaknya dan keluarga berhadapan dengan pemabuk ketika sedang menikmati waktu di luar rumah meraimaikan gelaran Piala Dunia.
"Saya tidak mengatakan hooligan ya, tetapi orang mabuk atau fans yang tidak bisa diatur,” jelas dia.
Di pasar Souq Waqif Doha, Pablo Zambrano dari Ekuador yang berusia 35 tahun mengabaikan berita larangan bir sebelum pertandingan malam pembukaan negaranya melawan Qatar pada hari Minggu.
Dia tinggal bersama ibunya, yang berdiam di Qatar, dan mengatakan lemari es sudah penuh dengan bir, yang dapat dibeli oleh orang asing secara legal di depot tertentu.
“Ada hal-hal tentang alkohol dan wanita dengan aturan berpakaian,” kata Zambrano kepada kantor berita Associated Press, merujuk pada kebiasaan negara tersebut. "Ini berbeda. Tapi itu akan menjadi baik.”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4111624/original/013518000_1661420751-220802_SPORT_Piala_Dunia_2022_GROUP_A_S.jpg)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384870/original/034642600_1539688399-beer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438822/original/081845700_1619285974-img_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412016/original/062237500_1479719315-qatar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8226516/original/031332300_1781086646-timnas_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315467/original/093909400_1785838253-barros_sekulic_persija_bar_1785834775475538848__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3896709/original/081969700_1641471928-Robert_Alberts-2022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304284/original/068314200_1754223571-20250803IQ_Launching_BRI_Super_League-23.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3075808/original/093038800_1584088022-IMG_20200313_151759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320260/original/085830500_1786341699-20260810_111724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3391606/original/031680500_1614747380-000_8TJ4QT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304766/original/027756000_1784769250-tapia_2.jpg)