Dari Kamp Pengungsian ke Piala Dunia 2022, Alphonso Davies Wujudkan Mimpi Bersama Timnas Kanada

Siapa sangka, anak yang lahir di kamp pengungsian perang 22 tahun lalu akan bermain di Piala Duna 2022. Sosok itu adalah Alphonso Davies.

Diterbitkan 18 November 2022, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Piala Dunia Bersejarah

Timnas Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar setelah penantian 36 tahun lamanya. Kanada terakhir kali lolos ke Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Kesuksesan timnas Kanada menembus Piala Dunia jadi sejarah dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Tahun ini, beberapa pemain muda memiliki prospek dan sejumlah pemain senior menunujukkan tajinya sehingga membuat Kanada lebih baik. Salah satunya yaitu Alphonso Davies.

Kanada menjadi negara ke-20 yang lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. Mereka lolos usai memenangkan duel babak kualifikasi zona CONCACAF melawan Jamaika.

Tangan Dingin John Herdman

Pelatih John Herdman telah membuat sepak bola Kanada mengalami peningkatan signifikan, hal itu terlihat dari ranking FIFA mereka per Agustus 2021.

Dari penghuni peringkat ke-72, kini Kanada menghungi posisi ke-43 dan torehan ini didapat hanya dalam waktu satu tahun.

Selain itu juga menjadi pembuktian setelah di awal banyak yang meremehkan Kanada bisa lanjut ke putaran final Piala Dunia 2022.

"Ketika orang mengatakan 'mengapa Kanada tidak lolos?' Anda dapat melihat tantangan mengelola kompetisi di CONCACAF," ujar John Herdman.

"Tiga pertandingan dalam tujuh hari dan ribuan mil perjalanan untuk menyelesaikan permainan tersebut." imbuhnya.

Piala Dunia Pertama yang Menyakitkan

Kanada bukan termasuk tim langganan di ajang Piala Dunia. Sepanjang sejarah, tim berjuluk Les Rouges ini hanya sekali bermain di turnamen empat tahunan tersebut, yaitu pada 1986 saat Meksiko menjadi tuan rumah.

Pada debut turnamen mereka di Piala Dunia saat itu, Kanada menyedihkan. Mereka tak pernah memenangi tiga pertandingan dan finis di posisi terbawah grup, yang diisi Uni Soviet, Prancis, dan Hungaria, dengan nirpoin.

Lalu setelah 36 tahun penantian, Kanada akhirnya melaju ke Qatar setelah mendapatkan satu tiket sebagai wakil zona CONCACAF.

Tapi ujian sudah menunggu di depan mata. Dua raksasa Eropa sudah menanti Kanada yang bisa membuat sejarah mereka menjadi sakit tak berdarah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan