Kisah Miris Oleg Salenko: Terpaksa Jual Sepatu Emas Piala Dunia Demi Lunasi Utang Bisnisnya

Pertama kali memperkuat Rusia di Piala Dunia 1994, Oleg Salenko telah menorehkan sejarah bagi negaranya sebagai pencetak gol terbanyak dan mendapatkan Sepatu Emas.

Diterbitkan 03 November 2022, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Salenko sendiri mengawali karier profesionalnya di Zenit Leningrad pada 1986. Namun, ia melewati era keemasan saat membela Dynamo Kiev dengan mempersembahkan trofi Liga Uni Soviet 1990.

Ketika Piala Dunia 1994 berlangsung, Salenko bermain di Spanyol untuk Logrones. Setelah turnamen, dia pindah ke Valencia hingga 1995 sebelum dikontrak Glasgow Rangers di Liga Skotlandia. Sempat membela Istanbulspor di Turki, Salenko kembali ke Spanyol memperkuat Cordoba pada 1999.

Bisnis

Menurut catatan Transfermarkt, Oleg Salenko berhasil menorehkan 66 gol dan 4 assist dari 218 pertandingan di seluruh ajang pada level klub. Pada tahun 2003, ia sempat kembali ke lapangan ketika ditunjuk sebagai pelatih tim sepakbola pantai nasional Ukraina.

Sayang, kehebatan Salenko di Negeri Paman Sam tidak berlanjut bersama timnas, baik pada laga persahabatan atau ajang bergengsi lainnya setelah itu. Bahkan, Oleg Salenko tidak pernah memainkan pertandingan lain bersama timnas Rusia setelah Piala Dunia 1994.

Dia mengakhiri karier internasional bersama timnas Rusia dengan catatan enam gol dari total delapan caps.

Cedera disebut menjadi faktor utama di balik penurunan performa Oleg Salenko yang kemudian memutuskan gantung sepatu pada 2001 setelah bermain untuk Pogon Szczecin di Polandia.

Dalam wawancara dengan goal.com, Juni 2018, menjelang Piala Dunia 2018 di Rusia, Salenko bercerita tentang aktivitasnya sebagai pengamat sepakbola di televisi, dan tentunya juga bisnis.

Lancar

“ Semuanya berjalan lancar. Pada periode yang sama, saya juga melatih tim sepakbola pantai Ukraina. Saya juga melatih tim kota asal saya. Tapi saya tidak terlalu sibuk,” kata Salenko.

Ia juga terus mengikuti pertandingan top dan internasional, dan membuat prediksi. Terutama turnamen sebesar Piala Dunia, Euro, atau Liga Champions.

Tentang lima golnya ke gawang Kamerun, Salenko mengenangnya sebagai momen yang paling berkesan. Rekor itu juga belum terpatahkan.

“Ketika ditanya apakah pencapaian itu bisa disamai atau bahkan dipatahkan untuk Piala Dunia mendatang, selalu jawaban saya akan sangat sulit melakukannya hari ini. Secara prinsip, mungkin saja. Di fase grup, ada banyak tim yang menunjukkan peningkatan bagus belakangan ini. Tapi akan ada pula tim lain yang tampil tidak sesuai ekspektasi,” tuturnya.

Dua tahun kemudian setelah wawancara itu, Salenko menjual sepatu emasnya yang sangat berharga itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Sepatu emas itu dibeli oleh seorang Syeikh di Uni Emirat Arab dengan harga 500 ribu dollar AS atau Rp 7 miliar.

Meski tak ingin menjualnya namun usahanya yang bangkrut dan hutang-hutang yang menghantuinyalah yang memaksa Salenko untuk menjual sepatunya.

Salenko mengatakan bahwa Syaikh yang membeli sepatu emas miliknya akan membuat museum untuk sepatu itu. Ia percaya sepatu emas miliknya akan dirawat dengan baik.

Setelah berpikir panjang, Salenko akhirnya menerima tawaran itu. Tak hanya sepatu emas yang Salenko jual, beberapa aset lainnya juga ia juga untuk menyambung kehidupan.

"Aku bukannya bangkrut total atau semacam itu sehingga aku harus menjual segalanya, tapi tawarannya sulit ditolak. Aku diberi tahu bahwa seorang Sheik Arab akan merawat penghargaan itu dengan menaruhnya di museum setempat," kata Salenko kepada surat kabar Blik yang dikutip dari National Post.

Oleg Solenko akan terus dikenang dengan quintrick-nya di Piala Dunia, yang tak hanya satu tapi dua turnamen. Ia meraih Sepatu Emas Piala Dunia U-20 di Arab Saudi 1989. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan