Akomodasi Piala Dunia Qatar Gila-Gilaan, Tidur di Lokasi Semi Gurun Saja Dibandrol Rp1,2 Juta Per Malam

Tak ada yang murah di Qatar, bahkan Anda harus mengeluarkan Rp 1,2 juta untuk tidur per malam di semi-gurun.

Diterbitkan 12 Oktober 2022, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dengan paket pertandingan mewah yang dijual seharga ribuan dolar dan hotel bintang lima, kemilau motel glamor Piala Dunia 2022 Qatar tak mungkin disentuh para penggemar dari kalangan pekerja.

Kegemaran akan kemewahan di negara Teluk yang kaya energi dan salah satu pemilik PDB per kepala tertinggi di dunia, maka pengunjung biasa tak akan bisa merasakan fasilitas super tersebut.

Jika Anda dapat mengeluarkan USD4.950 (Rp 76 juta) untuk tiket VIP pertandingan, Anda dapat menikmati minuman, enam hidangan, dan hiburan di lounge yang menghadap ke garis tengah di Stadion Lusail.

Salah satu situs pihak ketiga telah merilis kamar hotel seharga USD4.000 (Rp 61 juta) per malam. Ada juga tawaran USD26.000 (Rp 399 juta) untuk suite "kepala negara" - dengan masa inap minimal 30 malam.

Nah, bagi yang berkantong pas-pasan tak perlu khawatir. Pilihan yang lebih murah juga ada. Salah satunya, kamar domitori semi-gurun dekat ibu kota dengan harga USD84 (Rp 1,2 juta) per malam. Selain itu, akomodasi di kapal pesiar sehargadari USD179 (Rp 2,7 juta) hingga USD800 (Rp 12,2 juta).

Mereka juga dapat berkerumun di stadion, sama seperti buruh migran Qatar. Mereka biasanya ditawari beberapa tiket seharga USD11 (Rp 169.000) untuk menonton.

Menurut Ronan Evain, direktur eksekutif Football Supporters Europe, tanggung jawab atas pengalaman "premium" telah membuat beberapa penggemar tak mampu menggapainya.

"Jelas bahwa ada fokus pada jenis pariwisata premium, tetapi sebagian besar yang pergi ke Piala Dunia adalah kelas menengah," kata Evain kepada AFP.

"Mereka bukan tipe orang yang mampu bertahan di kapal pesiar dengan biaya USD5.000 (Rp 76,7 juta) per minggu."

Solusi Merasakan Piala Dunia

Gerombolan penggemar tanpa tiket yang biasanya datang ke Piala Dunia diperkirakan akan berkurang jumlahnya. Pasalnya, hanya pemegang tiket dan maksimal tiga tamu yang dapat memasuki Qatar selama turnamen 20 November 2022 hingga 18 Desember 2022.

Banyak pendukung akan tinggal di tempat lain di Kawasan Teluk dan naik sekitar 100 hingga 200 penerbangan antar-jemput sehari dari Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait, dan Oman.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bahkan, pilihan itu sejatinya tidak murah. Di Dubai, satu jam penerbangan dan diharapkan menjadi tujuan utama, paket resmi Piala Dunia berharga USD1.500 (Rp 23 juta) untuk empat malam di kamar bersama, termasuk satu penerbangan pulang-pergi ke Doha, tetapi tidak ada tiket pertandingan. Namun, Piala Dunia di Qatar setidaknya kompak, di mana delapan stadion terletak di dalam dan sekitar Doha - menghapus perjalanan lintas negara yang diperlukan pada edisi sebelumnya seperti Brasil 2014 atau Rusia 2018. "Masalah dengan Piala Dunia di Qatar adalah sangat sedikit alternatif yang ada," kata Evain. "Di Piala Dunia di Brasil atau Rusia, Anda bisa naik kereta, menyewa mobil, tinggal 200 km jauhnya atau datang hanya untuk hari pertandingan.” “Tidak ada yang mungkin di Qatar. Entah Anda tidak dapat menemukan akomodasi atau akomodasi yang terlalu mahal," tambahnya. "Orang-orang mencari solusi dan untuk beberapa orang solusinya adalah membatalkan, karena mereka tidak mampu membayar anggaran semacam ini."

Halaman
Show All
Yulianto, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan