Momen Unik di Piala Dunia, Duel Ini Paling Sedikit Ditonton

Penyelenggaraan Piala Dunia selalu menghadirkan sejarah tersendiri termasuk rekor jumlah penonton di duel ini.

Diterbitkan 22 September 2022, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia, di mana diperkirakan 3,5 miliar menonton edisi terakhir Piala Dunia 2018. Bisa dibayangkan ketika edisi Piala Dunia 2026 akan menampilkan 48 tim. Pada saat yang sama, tidak ada tim di luar Eropa dan Amerika Selatan yang memenangkan Piala Dunia.

Hanya ada empat contoh – dari 21 – tim yang memenangkan Piala Dunia di luar benuanya. Brasil membawa pulang piala dari Swedia pada 1958, dan Jerman dari Brasil pada 2014. Dua edisi lainnya diadakan di luar Eropa dan Amerika Selatan. Brasil menang pada 2002 (diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Korea Selatan), sedangkan Spanyol menang pada 2010 (di Afrika Selatan). 

Edisi Piala Dunia 1950, di Brasil, tidak memiliki final. Sebaliknya, Spanyol, Swedia, Uruguay, dan Brasil memainkan liga di babak final. Pertandingan terakhir turnamen – Brasil versus Uruguay di Stadion Maracana di Rio de Janeiro – menentukan juara.

Pertandingan ini dihadiri oleh 173.850 orang. Mengutip Guinness Book of World Records, ini adalah 'pemegang rekor untuk tidak hanya kehadiran terbesar di pertandingan Piala Dunia, tetapi juga tertinggi di setiap pertandingan sepak bola'. Penghitungan tidak resmi diperkirakan sekitar 200.000.

Di ujung lain dari gemerlapnya penyelenggaraan Piala Dunia, pertandingan antara Rumania versus Peru pada Piala Dunia 1930 di Montevideo tetap menjadi pertandingan Piala Dunia yang paling sedikit dihadiri. Laga itu hanya dihadiri sebanyak 300 orang di dalam stadion.

Cerita Mitos Mundurnya India hingga Rekor Partisipasi

Setelah Filipina, Indonesia, dan Burma (sekarang Myanmar) semua mundur dari Piala Dunia 1950, India lolos secara default. Tetapi, Federasi Sepak Bola India (AIFF) kemudian berselisih mengenai 'pemilihan tim, dan waktu latihan yang tidak mencukupi' hingga memutuskan mengundurkan diri.

Novy Kapadia, jurnalis olahraga India, menyarankan alasan kedua di Barefoot to Boots: 'India tetap keluar karena, di mata AIFF, Piala Dunia tidak memiliki gravitas yang sama dengan Olimpiade.'

Selama bertahun-tahun, tumbuh mitos bahwa orang India tidak diizinkan untuk berpartisipasi karena mereka biasa bermain tanpa alas kaki. Rumor itu tetap tidak berdasar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Brasil adalah satu-satunya tim yang tampil di Piala Dunia setiap saat (termasuk edisi 2022 mendatang). Jerman berikutnya (20, meskipun beberapa penampilan mereka masih bernama Jerman Barat), diikuti oleh Italia (18), Argentina (18), dan Meksiko (17). Brasil juga telah memenangkan Piala Dunia sebanyak lima kali, tetapi Jerman memiliki lebih banyak penampilan di final (delapan, satu lebih banyak dari Brasil tujuh).

Halaman
Show All
Yulianto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan