Update Covid-19 15 September 2022: Kasus Sembuh Bertambah 3.915 Orang

Jadi total akumulatif terdapat 157.849 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Diperbarui 16 September 2022, 03:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Long Covid-19

Di Klinik Universitas Erlangen di Jerman, dokter mata dan ahli biologi molekuler Bettina Hohberger sedang berusaha mengungkap misteri Long Covid-19. Dia dan timnya berusaha membuktikan apakah virus Covid-19 menggaggu peredaran darah secara konsisten:

Bersama seorang rekan dari unit perawatan intensif, Hohberger mendapat ide menguji, apakah virus juga menyerang lapisan terdalam kapiler. Bettina Hohberger dan timnya kemudian fokus meneliti pembuluh darah halus. Untuk itu, dia membuat foto mata para pasien Long Covid dengan kamera spesial.

"Ide di baliknya adalah, pembuluh darah di mata tentu punya struktur sama seperti yang lainnya di tubuh," kata Hohberger.

Dengan demikian, kata Hohberger, perubahan di mata bisa jadi contoh untuk seluruh tubuh.

"Itu ternyata benar. Bettina Hohberger menemukan, pada banyak pasien Corona, aliran darah di kapiler terganggu. Di Institut Max Planck para peneliti sudah punya dugaan, mengapa gangguang aliran darah ini terjadi," demikian dikutip dari laman DW Indonesia, Minggu 11 September 2022.

Long Covid-19 Sudah Bisa Ditaklukkan?

Dalam riset yang dilakukan bekerjasama dengan institut itu, diteliti sejauh mana sel darah bisa berubah bentuk. Martin Kräter, ahli biologi di Max Planck Institut Erlangen mengatakan, "Kalau kita sekarang berbicara soal darah, berarti sel-sel darah harus berubah bentuk di kapiler terkecil agar bisa mengalir masuk.“ Tapi kalau tidak bisa berubah bentuk lagi, mungkin itulah tanda-tanda penyakitnya.

Hanya diperlukan setetes darah untuk meneliti efek ini. Martin Kräter memompa darah itu melalui chip khusus dengan kanal-kanal kecil, yang lebih halus dari sehelai rambut manusia.

Proses itu direkam filmnya dengan kamera berkecepatan tinggi. Dengan demikian bisa dilihat, apakah, dan sekuat apa sel-sel darah berubah bentuk ketika melewati kapiler buatan.

Dari pengumpulan data terlihat, dalam darah para penderita Long Covid tampak kekakuan yang tidak alamiah. Karena, di saat sel darah merah sehat yang elastis dan berubah bentuk jadi pipih, sel-sel lain tetap kaku dan bundar: Martin Kräter dari Max-Planck-Institut Erlangen mengatakan, "Sel-sel darah itu tidak bisa lagi melewati kapiler paling halus dalam tubuh."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
AY Yustiawan, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan