MU Cari Manajer Permanen Baru, Ini 5 Kandidat Terkuat

Banyak yang percaya MU sangat membutuhkan bimbingan yang tepat dan hanya bisa dicapai dengan mempekerjakan manajer yang terbukti serta cakap.

Diterbitkan 05 Februari 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Blaugrana hanya kalah satu pertandingan di Liga Spanyol dalam perjalanannya meraih gelar di musim debutnya. Dia juga memenangkan Copa del Rey dan Piala Super Spanyol pada 2018.

Valverde memimpin tim Catalan meraih gelar liga lainnya di musim 2018-19. Tetapi. dia gagal di Liga Champions dan Copa del Rey.

Valverde dipecat beberapa bulan memasuki musim 2019-20 menyusul kekalahan di Piala Super Spanyol. Anehnya, Barcelona memimpin perburuan gelar liga ketika dia ditendang dari Camp Nou.

Manchester United dilaporkan mengadakan pembicaraan dengan Valverde setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat tahun lalu. Langkah tersebut tidak dapat diselesaikan pada saat itu, tetapi kesepakatan dapat dicapai musim panas mendatang.

Sepak bola pragmatisnya tidak mungkin memenangkan hati para penggemar di Old Trafford. Tapi, bakat juru taktik asal Spanyol itu untuk memenangkan gelar tidak bisa diabaikan.

 

3. Ralf Rangnick

Pada akhir November 2021, Manchester United merekrut Ralf Rangnick untuk menjabat sebagai manajer sementara hingga akhir musim. Setelah masa jabatan interimnya berakhir, manajer asal Jerman itu akan bekerja sebagai konsultan di klub hingga 2024.

Ahli taktik Jerman ini belum pernah memenangkan gelar liga divisi pertama dalam kariernya tetapi dinilai tinggi untuk permainan sepak bolanya yang menarik. Di Schalke, dia memenangkan DFB Pokal dan DFL Supercup pada 2011, mendapatkan pujian dari seluruh dunia.

Mengelola Manchester United, bagaimanapun, telah terbukti jauh lebih menantang bagi Rangnick daripada Schalke. Dia tidak hanya harus mengelola ego besar, tetapi juga diminta mengimbangi tim-tim berat di Liga Inggris.

MU asuhan Rangnick saat ini bersaing untuk finis empat besar dan masih tampil di Piala FA serta Liga Champions. Jika MU lolos ke Liga Champions musim depan dan tampil terhormat di dua liga lainnya, Rangnick bisa mendapatkan kontrak permanen.

Beruntung baginya, para pemain akhirnya mulai menanggapi gaya permainannya yang menuntut namun efektif.

2. Erik ten Hag

Pelatih Ajax Erik ten Hag dijuluki sebagai 'hal besar berikutnya' dalam sepak bola. Dia secara taktis brilian, sepak bolanya menarik, dan memiliki mata untuk mencari serta mengembangkan talenta muda.

Di bawah asuhannya, Ajax memenangkan enam pertandingan penyisihan grup Liga Champions musim ini. Wakil Belanda itu menjadi klub ke-10 dalam sejarah yang mencapai prestasi tersebut.

Manchester United dilaporkan cukup menyukai Ten Hag dan sedang mempertimbangkan untuk merekrutnya di akhir musim. Jika mereka bisa meyakinkan Ajax untuk membiarkan ahli taktiknya itu pergi, MU akhirnya bisa memiliki manajer yang didukung sepenuh hati oleh para penggemar.

Sepak bola dengan intensitas tinggi dan operan cenderung membuat beberapa pemain tidak nyaman. Tapi, itu diyakini akan menjadi perubahan kecepatan yang menyenangkan bagi klub Inggris.

 

1. Mauricio Pochettino

Waktu Mauricio Pochettino di ruang istirahat Paris Saint-Germain dapat berakhir dalam waktu kurang dari enam bulan. Sebab, klub kayak Prancis itu sedang mendekati Zinedine Zidane.

PSG baru saja tersingkir dari Piala Prancis, baru-baru ini. Sangat sedikit yang terkesan dengan gayar bermain PSG di bawah asuhan Pochettino.

Melangkah jauh di Liga Champions mungkin bisa menyelamatkan karier juru taktil asal Argentina itu. Tapi, itu tidak akan mudah.

Sebab, PSG akan menghadapi Real Madrid di babak 16 besar. Pochettino harus menghasilkan sesuatu yang ekstra istimewa untuk membawa PSG lolos ke perempat final.

Bahkan salah kecil saja bisa berakibat fatal bagi Pochettino. Jika hal-hal tidak berjalan sesuai keinginannya dan PSG gagal di Liga Champions, pelatih berusia 49 tahun itu bisa dipecat pada akhir musim.

Pochettino telah lama tertarik bekerja dengan Manchester United dan Setan Merah juga menyukai taktiknya. Pekerjaan yang telah dia lakukan dengan Tottenham Hotspur, terutama mempromosikan talenta muda, saat ini membuatnya menjadi kandidat terdepan untuk kursi panas MU.

Jika klub memberinya tawaran resmi di musim panas, Pochettino bisa jadi berada di penerbangan berikutnya kembali ke Liga Inggris.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan